ARTIKEL PTK TEMATIK TESISKU

 Penerapan Pembelajaran Tematik pada Tema Kegiatanku untuk Meningkatkan Kualitas Proses Pembelajaran, Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa

Abdul Hafi Universitas

Negeri Malang

E-mail: abdul_hafi@yahoo.com.sg

 ABSTRACT: This research is classroom action research that consists of 3 (three) cycles, with research subjects that all third grade students of Public Elementary School Sumbersari I Malang, even semester of school year 2012/2013. The purpose of this research was to describe how the implementation of thematic learning can improve: (1) the quality of the learning process,     (2) learning activities, and (3) third grade student learning outcomes at Public Elementary School of Sumbersari I Malang. Data collected by document analysis, observations, questionnaires, and field notes . The results showed that before implementing the thematic learning on the theme of my activities, the quality of learning process, student learning activities and student learning outcomes are still unsatisfactory. After implementing the thematic learning on the theme of my activities, the quality the learning process, student learning activities and student learning outcomes have increased. It can be concluded that: (1) the implementation of thematic learning on the theme of my activities can improve the quality of learning process; (2) the implementation of thematic learning on the theme of my activities can improve student learning activities; and (3) the implementation of thematic learning on the theme of my activities can improve learning outcomes third grade students at Public Elementary School of Sumbersari I Malang.

 Keyword:Thematic learning, the quality of  learning process, learning activities, learning outcomes.

Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan per matapelajaran pada siswa kelas III SD dapat menyebabkan pembelajaran kurang bermakna, karena cara berpikir anak usia SD kelas awal ini masih bersifat kongkret, integratif dan hierarkis. Kegiatan pembelajaran yang dibutuhkan dan diminati anak pada usia SD kelas awal adalah pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik cara berpikir anak dan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman langsung pada anak. Dengan penerapan pembelajaran yang sesuai minat dan cara berpikir anak, maka pembelajaran akan lebih bermakna, proses pembelajaran lebih berkualitas, siswa lebih aktif belajar dan hasil belajar siswa lebih tinggi, sehingga KKM yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Sebaliknya, proses pembelajaran akan kurang bermakna dan kurang berkualitas apabila orientasinya hanya pada guru (teacher centered) dengan pendekatan pembelajaran konvensional yang lebih didominasi ekspositoris dan model pembelajarannya yang kurang inovatif. Siswa akan kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, apabila tidak tercipta suasana yang menyenangkan bagi mereka dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Hasil belajar siswa akan tetap rendah apabila mereka tidak termotivasi untuk belajar. Oleh karena itu, perlu adanya penerapan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik cara berpikir dan usia anak sekolah dasar.

Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa matapelajaran sehingga dapat  memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Sesuai dengan ciri-cirinya, pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik cara belajar anak usia Kelas III Sekolah Dasar. Pembelajaran tematik dikembangkan dengan landasan pemikiran progresivisme, konstruktivisme, Developmentally Appropriate Practice (DAP), landasan normatif dan landasan praktis (Depdikbud dalam Trianto, 2007). Berdasarkan pemikiran-pemikiran tersebut, maka sebenarnya pembelajaran seharusnya berlangsung secara alami, pengetahuan dibentuk sendiri oleh siswa, dan harus sesuai dengan perkembangan usianya. Selain itu, pembelajaran hendaknya dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang ideal dan memperhatikan situasi dan kondisi praktis agar mencapai hasil yang optimal.  

Oleh karena itu, perlu dilakukan penerapan pembelajaran tematik di kelas III SDN Sumbersari 1 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan kualitas proses pembelajaran, aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Penerapan  pembelajaran tematik yang dilakukan dalam penelitian ini mengambil tema kegiatanku dengan beberapa pertimbangan antara lain: (1) sesuai dengan kompetensi dasar yang akan dikembangkan pada semester dua; (2) sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa; dan (3) belum pernah ada penelitian sebelumnya untuk tema kegiatanku.

Ada beberapa pendapat dan teori yang membahas tentang karakteristik cara berpikir anak usia kelas awal sekolah dasar. Menurut Trianto (2011: 30) karakteristik perkembangan anak usia kelas awal SD ditandai dengan: (1) pertumbuhan fisik; (2) perkembangan emosi; dan (3) perkembangan kecerdasan. Pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan, telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya, dapat mengendarai sepeda roda dua, dapat menangkap bola, koordinasi tangan dan mata telah berkembang, telah mulai berkompetisi, mempunyai sahabat, mampu berbagi, dan mandiri. Perkembangan emosi anak, telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain, dapat mengontrol emosi, mulai belajar tentang benar dan salah. Perkembangan kecerdasan anak yaitu mengelompokkan objek, berminat terhadap angka dan tulisan, meningkatnya perbendaharaan kata, senang berbicara, memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu.

Selanjutnya Trianto (2011: 32) berpendapat bahwa cara belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri, yaitu: (1) konkret; (2) integratif; dan  (3) hierarkis. Konkret mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkret yakni yang dapat dilihat, didengar, dibau, diraba dan diotak-atik dengan penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Integratif berarti anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan, mereka belum mampu memilah-milah konsep dari berbagai disiplin ilmu, hal ini menunjukkan bahwa anak berpikir secara deduktif yaitu dari hal-hal yang umum ke hal-hal yang khusus. Hierarkis artinya cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. Setelah paham tentang karakteristik cara berpikir anak, guru perlu memberikan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang sesuai.

Materi pembelajaran yang sesuai bagi anak, dapat membuat pembelajaran lebih bermakna. Menurut Trianto (2011: 28) pembelajaran bermakna (meaningful learning)  merupakan suatu proses interaksi antar anak dengan anak, anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. Kegiatan pembelajaran bermakna jika dilakukan dalam lingkungan yang  nyaman dan memberikan rasa aman, bersifat  kontekstual, anak mengalami langsung yang dipelajarinya Pembelajaran yang bermakna sangat berkait erat dengan kualitas proses pembelajaran. Kualitas proses pembelajaran yang tinggi akan membuahkan hasil pembelajaran yang bermakna.

Mengenai kualitas proses pembelajaran, Hadis dan Nurhayati (2012: 98) berpendapat bahwa kualitas proses pembelajaran dapat dilihat dari  indikator sejak guru membuka pelajaran dengan mengucpkan salam, melaksanakan kegiatan inti dengan baik dan menutup pelajaran dengan salam pemberian evaluasi, serta  pengayaan dan remidial. Kualitas proses pembelajaran yang tinggi dapat ditandai dengan keaktifan  siswa yang tinggi pula dalam kegiatan pembelajaran.

Sudjana (2012: 61) berpendapat bahwa keaktifan siswa mengikuti proses pembelajaran dapat dilihat dalam hal: (1) turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya; (2) memecahkan masalah; (3) bertanya; (4) berusaha mencari informasi untuk memecahkan masalah; (5) berdiskusi sesuai petunjuk guru; (6) menilai kemampuan diri dan hasil-hasil yang diperolehnya; (7) melatih diri dalam memecahkan masalah; dan (8) menerapkan apa yang telah diperolehnya dalam menyelesaikan tugas yang dihadapinya. Dengan aktivitas belajar siswa yang tinggi, maka hasil belajar siswa akan tinggi pula.

Selanjutnya Sudjana (2012: 62) menyatakan bahwa keberhasilan proses pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar yang dicapai siswa. Dalam hal ini aspek yang dilihat antara lain adalah: (1) Perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku siswa; (2) kualitas dan kuantitas penguasaan materi oleh siswa; (3) jumlah siswa yang mencapai tujuan pembelajaran minimal 75% dari jumlah materi yang harus dicapai; dan (4) hasil belajar tahan lama diingat dan dapat digunakan sebagai dasar dalam mempelajari materi berikutnya.

 METODE

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interaktif dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan, termasuk PTK merupakan penelitian kualitatif interaktif. Oleh karena itu, ketika menemukan fokus masalah, mengumpulkan data, menggunakan instrumen, dan analisis datanya, cenderung menggunakan metode penelitian kualitatif (Akbar, 2010: 38).

Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan kelas, maka penelitian ini dilakukan secara bersiklus. Masing-masing siklus terdiri dari enam kali pembelajaran selama satu minggu. Setiap kegiatan pembelajaran dilakukan dengan menerapkan pembelajaran tematik yang membahas tentang kompetensi-kompetensi yang sesuai dengan tema yang telah dipilh. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik dalam penelitian ini mengambil tema kegiatanku dengan pertimbangan karena tema kegiatanku sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar lima matapelajaran yang ada di kelas III sekolah dasar yaitu PKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan IPS.

Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas dari Kemmis dan Taggart (1988: 11) yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklusberikutnya. Setiap siklus meliputi: (1) perencanaan (plan);(2) perlakuan dan pengamatan (act and observe); dan (3) refleksi (reflect).

Langkah pada siklus berikutnya yaitu perencanaan yang sudah direvisi, tindakan dan pengamatan, selanjutnya refleksi. Sebelum masuk pada siklus I dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan.  Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sampai pada siklus III. Pertimbangannya adalah karena pada siklus III sudah terjadi peningkatan kualitas proses pembelajaran, aktivitas dan hasil belajar siswa sesuai dengan target pencapaian keberhasilan penelitian yang telah ditetapkan.

Penelitian tindakan kelas ini, akan dilaksanakan di SDN Sumbersari I Kecamatan Lowokawaru Kota Malang, yang beralamat di Jalan Bendungan Sigura-gura I nomor 11  telepon 0341-587323 Malang, dengan Kepala Sekolah yaitu Ibu Dra. A. Dwi Handayani, M.Si.

Sesuai dengan judul penelitian, maka subjek penelitian ini yaitu semua siswa kelas IIISDN Sumbersari 1 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang semester 2, tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 20 siswa yang terdiri atas 8 laki-laki dan 12 perempuan.

Data adalah hasil pencatatan peneliti, baik dalam bentuk fakta maupun angka (Arikunto, 2002: 96). Adapun yang menjadi data pada penelitian ini yaitu data tentang kualitas proses pembelajaran, aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Data tersebut dapat diperoleh dari sumber data yaitu kegiatan pembelajaran, guru sebagai pelaku dan siswa sebagai pelaku sekaligus yang mengalami pembelajaran.

Data dalam penelitian ini, diperoleh dengan cara dokumentasi, wawancara, angket, catatan lapangan, observasi dan tes tertulis. Jika dilihat dari data dan sumber datanya, maka data penelitian ini berupa data primer yang diperoleh langsung dari guru dan siswa kelas III SDN Sumbersari I Kecamatan Lowokwaru Kota Malang tahun pelajaran 2012/2013.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Pembelajaran Tematik Meningkatkan Kualitas Proses  Pembelajaran

Berdasarkan hasil analisis data, dapat dijelaskan bahwa terdapat peningkatan berturut-turut dari kondisi awal ke siklus I, siklus II dan akhirnya ke siklus III. Tingkat kualitas proses pembelajaran dari kondisi awal 40% menjadi 66% pada siklus I, meningkat menjadi 74% pada siklus II dan meningkat lagi menjadi 86% pada siklus III. Aktivitas belajar  dari 25% menjadi 64% pada siklus I, meningkat menjadi 71% pada siklus II, dan meningkat lagi menjadi 88% pada siklus III. Hasil belajar siswa dari rata-rata 68,8 menjadi 69,3  pada siklus I, meningkat menjadi 75 pada siklus II, dan pada siklus III meningkat lagi menjadi 80. Tingkat ketuntasan belajar dari55% menjadi 65% pada siklus I, meningkat 75% pada siklus II serta meningkat lagi menjadi 95% pada siklus III.

Selain uraian di atas, hasil pengamatan juga membuktikan bahwa kualitas proses pembelajaran mengalami peningkatan berturut-turut dari hasil studi pendahuluan, siklus I, siklus II sampai Siklus III. Kualitas proses pembelajaran pada saat studi pendahuluan baru mencapai 40%,  pada siklus I meningkat menjadi 66%, pada siklus II meningkat menjadi 74%, dan meningkat lagi menjadi 86% pada siklus III. Hal ini sesuai dengan pendapat Trianto (2011: 6) apabila kita ingin meningkatkan prestasi, tentunya tidak akan terlepas dari upaya peningkatan kualitas  pembelajaran di sekolah. Perolehan data semacam itu juga mendukung hasil penelitian Akbar dan Faridatuz (2011: 115) yang menyimpulkan  bahwa penerapan pembelajaran tematik dengan tema lingkungan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran tentang lingkungan di kelas III SDN Tanjungrejo 4 Malang.Demikian juga dengan Maria (2008: 95) dalam hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa penerapan konsep DAP dalam pembelajaran tematik dapat meningkatkan minat siswa dan kualitas pembelajaran. Pembelajaran tematik dianggap efektif karena dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran dan proses pembelajaran.

Deskripsi Pembelajaran Tematik Meningkatkan Aktivitas Belajar

Penerapan pembelajaran tematik pada tema kegiatanku dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, dengan bukti-bukti yang dapat ditunjukkan dari hasil pengamatan terhadap aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Secara visual siswa telah membaca materi pembelajaran tematik dengan tema kegiatanku yang termuat dalam LKS. Selain itu, siswa juga mau memperhatikan presentasi hasil diskusi teman atau kelompok kelompok lain. Secara lisan siswa menunjukkan aktivitas belajarnya dengan cara bertanya, menyampaikan pendapat, menjawab dan menanggapi pendapat teman, kelompok lain dan pendapat guru.Dengan kesadarannya sendirisiswa juga mau mendengarkan penjelasan guru, diskusi dari teman atau kelompok lain dan mendengarkan presentasi teman atau kelompok lain. Aktivitas belajar siswa juga telah ditunjukkan pada saat diberi kesempatan untuk menulis, maka dengan rajin sebagian besar siswa menulis materi pembelajaran tematik dengan tema kegiatanku. Siswa juga menulis jawaban tugas-tugas yang diberikan kepadanya serta laporan hasil diskusi.

Adapun aktivitas belajar siswa yang berupa menggambar, motorik, mental dan emosional, berturut-turut dapat dijelaskan sebagai berikut. Aktivitas menggambar, dibuktikan dengan menggambar diagram dan peta konsep kegiatan siswa sehari-hari. Aktivitas motorik dilakukan siswa dengan berusaha mencari informasi cara-cara mengisi LKS pembelajaran tematik, melaksanakan diskusi kelompok berdasrkan petunjuk guru, dan maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Aktivitas belajar yang berupa mental dapat ditunjukkan dari partisipasi siswa dalam pemecahan masalah, menyelesaikan tugas-tugas belajarnya, dan mau menilai dirinya sendiri. Sedangkan aktivitas emosional melibatkan siswa dalam keberaniannya menerapkan hasil pembelajaran yang telah diperolehnya,berminat dalam melatih diri, dan  merasa gembira, bergairah dan bersemangat dalam pembelajaran tematik dengan tema kegiatanku.

Apabila ditelaah secara mendalam, uraian-uraian di atas sejalan dengan teori yang telah dikemukakan Sardiman (2012: 95) tentang perlunya aktivitas dalam belajar bahwa pada prinsipnya belajar adalah berbuat. Berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukan kegiatan. Tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas. Itulah sebabnya aktivitas merupakan prinsip yang sangat penting di dalam interaksi pada proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan teori yang dijelaskan oleh Silberman (2013) bahwa salah satu cara untuk meningkatkan pembelajaran aktif adalah memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan dalam kelompok kecil. Selanjutnya, Warsono dan Hariyanto (2013) sependapat bahwa pembelajaran aktif lebih menekankan pada pendekatan pembelajaran, dengan esensi mengaktifkan siswa dalam pembelajara, yang dilaksanakan dengan strategi pembelajaran berbasis siswa (student-centered learning).

Dari hasil pengamatan tentang aktivitas belajar siswa, dapat dijelaskan bahwa persentase aktivitas belajar siswa pada studi pendahuluan baru 25 % tetapi, meningkat pada pelaksanaan siklus I menjadi 64%, dan meningkat lagi  pada siklus II menjadi 71%, serta  pada siklus III meningkat juga sehingga menjadi 88%.  Perolehan data sebagaimana diuraikan di atas sesuai dengan teori tentang arti penting pembelajaran tematik yang dikemukakan Trianto, (2011: 86) bahwa pembelajaran tematik sebagai model pembelajaran memiliki arti penting dalam membangun kompetensi siswa, antara lain yaitu pembelajaran tematik lebih menekankan pada: (1) keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran; dan (2) penerapan konsep belajar sambil melakukan (learning by doing).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran tematik dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, hal ini mendukung pembahasan laporan hasl penelitian Akbar dan dan Faridatuz (2011: 110)  yang menjelaskan bahwa penerapan metode pembelajaran tematik dengan tema lingkungan mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan Akbar dkk. (2006) yang menyimpulkan bahwa pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individu maupun secara berkelompok, aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, otentik dan aktif.

Deskripsi Pembelajaran Tematik Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan hasil uji kompetensi yang diadakan pada setiap akhir siklus, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada saat studi pendahuluan baru mencapai rata-rata 68,8, pada siklus II meningkat menjadi 69,3, pada siklus II menjadi 75 dan meningkat lagi menjadi rata-rata 80 pada siklus III. Perolehan data ini mendukung hasil  penelitian Suryanti, dkk. (2006: 18) yang menyimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan perangkat pembelajaran tematik lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa yang diajar tanpa menggunakan perangkat tematik. Hal ini sesuai dengan kesimpulan Maria (2008) dalam laporan hasil penelitiannya yang menyebutkan bahwapenerapan pembelajaran tematik dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas 1 Sekolah Dasar. Hamalik (2002) menjelaskan bahwa hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku siswa setelah mengikuti rangkaian pembelajaran atau pelatihan, perubahan yang terjadi dapat diamati melalui beberapa aspek berikut: (l) pengetahuan; (2) pengertian; (3) kebiasaan;  (4) keterampilan; (5) apresiasi; (6) emosional;  (7) hubungan sosial;  (8) jasmani;      (9) etis atau budi pekerti; dan  (10) sikap.

PENUTUP

Kesimpulan                                      

Penerapan pembelajaran tematik pada tema kegiatanku dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran siswa kelas III SDN Sumbersari I Kota Malang, yang ditandai dengan: (a) guru melaksanakan pembelajaran tematik pada  tema kegiatanku sesuai dengan rancangan yang disusun secara kolaboratif dengan baik; (b) pelaksanaan pembelajaran tematik pada tema kegiatanku  dilakukan guru secara kontekstual dengan pemilihan sumber alat dan media yang tepat; (c) rumusan tujuan pembelajaran yang disusun guru jelas dan lengkap serta sesuai kompetensi dasar dan penilaian; (d) guru memilih strategi, pendekatan, metode dan model pembelajaran tematik sesuai dengan karakteristik siswa; (e) guru memantau kemajuan siswa dan memberikan penilaian  akhir yang sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai; (f) Teknik, prosedur dan instrumen  penilaian yang digunakan guru juga sesuai dengan tujuan pembelajaran tematik yang telah ditentukan; dan (g) sarana dan prasarana pembelajaran tematik dapat disediakan secara memadai oleh pihak sekolah.

Penerapan pembelajaran tematik dapat meningkatkan aktivitas belajar siswakelas III SDN Sumbersari I Kota Malang, yaitu dengan cara: (a)membaca materi pembelajaran tematik dengan tema kegiatanku yang termuat dalam LKS, dan memperhatikan presentasi hasil diskusi teman atau kelompok kelompok lain; (b) bertanya, menyampaikan pendapat, menjawab dan menanggapi pendapat teman, kelompok lain dan pendapat guru; (c) mendengarkan penjelasan guru, diskusi dari teman atau kelompok lain, dan presentasi teman atau kelompok lain; (d) menulis materi pembelajaran tematik dengan tema kegiatanku, dan jawaban tugas-tugas yang diberikan kepadanya serta laporan hasil diskusi; (e) menggambar peta konsep tema kegiatan siswa sehari-hari; (f) mencari informasi cara-cara mengisi LKS pembelajaran tematik, melaksanakan diskusi kelompok berdasrkan petunjuk guru, dan maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil kerjanya; (g) berpartisipasi dalam pemecahan masalah, menyelesaikan tugas-tugas belajar, dan menilai diri sendiri; dan (h) berani menerapkan hasil pembelajaran yang telah diperoleh,berminat dalam melatih diri, dan  merasa gembira, bergairah dan bersemangat dalam pembelajaran tematik dengan tema kegiatanku.

Penerapan pembelajaran tematik pada tema kegiatanku dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Sumbersari I Kota Malang secara bertahap yaitu: (a)meningkat dari rata-rata 68,8 dengan ketuntasan belajar  55% pada kondisi awal menjadi 69,3 dengan ketuntasan belajar 65% pada siklus I; (b) meningkat dari rata-rata 69,3 dengan ketuntasan belajar 65% pada siklus I menjadi 75 dengan ketuntasan belajar 75% pada siklus II; (c) meningkat dari rata-rata 75  dengan ketuntasan belajar 75% pada siklus II menjadi  rata-rata 80, siswa yang tuntas belajar 95 % pada siklus III.

Saran

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran tematik pada tema kegiatankudapat  meningkatkankualitas proses pembelajaran siswa kelas III SDN Sumbersari I Kota Malang. Oleh karena itu disarankan bagi sekolah hendaknya menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung diterapkannya pembelajaran tematik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran tematik pada tema kegiatanku dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas III SDN Sumbersari Kota Malang, namun demikian masih ada beberapa siswa yang kurang aktif. Oleh karena itu, disarankan bagi peneliti lanjut coba diteliti lagi penerapan pembelajaran tematik yang secara penuh membuat siswa aktif belajar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran tematik pada tema kegiatanku dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Sumbersari Kota Malang. Berkaitan dengan hal itu, maka disarankan agar guru kelas III hendaknya menerapkan pembelajaran tematik pada setiap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.

DAFTAR RUJUKAN

Akbar, S., dan Faridatuz, L. 2011. Prosedur Penyusunan Laporan dan Artikel Hasil             Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Cipta Media

Akbar, S., Sutama W., dan Pujianto. 2006. Pengembangan Model Pembelajaran                  Tematik untuk Kelas 1 dan Kelas 2 Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Kependi­              dikan, Tahun 19, Nomor 2, Oktober 2009.

Akbar, S. 2010. Penelitian Tindakan Kelas: Filosofi, Metodologi, dan                                   Implementasinya. Malang: Surya Pena Gemilang

Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka              Cipta.

Hadis, A., dan Nurhayati. 2012. Manajemen Mutu Pendidikan. Bandung:  Alfabeta.

Hamalik, O. 2002. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Kemmis, R. And Taggart, Mc. 1988. The Action Research Planner. Deakin: Deakin               University Inc.

Maria,T. 2008. Penerapan Pembelajaran Tematik untuk Meningkatkan Minat dan                 Hasil Belajar Siswa Kelas I SD. Jurnal Penelitian. Jurnal Guru Memban­                         gun Vol.20 No.1 Edisi Januari 2008.

Sardiman. 2012. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta. Rajagrafindo                     Persada.

Silberman, M. 2013. Active Learning: 101 Strategies to Teach Any Subject.                          Terjemahan oleh Yovita Hardiwati. Jakarta: Indeks.

Sudjana, N. 2012. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja                   Rosdakarya.

Suryanti, Widodo, W., Nurlaela L., dan Hariani S.  2006. Pengembangan Perangkat             Pembelajaran Tematik untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Kelas               Rendah Sekolah Dasar. Hasil Penelitian Pengembangan tidak diterbitkan.                    Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.

Trianto. 2007. Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek. Jakarta:                  Prestasi Pustaka Publisher.

Trianto. 2011. Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik. Jakarta: Prestasi                Pustakaraya.

Warsono dan Hariyanto. 2013. Pembelajaran Aktif Teori dan Asesmen. Bandung:              Remaja Rosdakarya.

         

 

 

 

Daftar Kebutuhan Instruktur Nasional Setiap Provinsi di Indonesia

Berikut kami paparkan jumlah kebutuhan Instruktur Nasional per provinsi seluruh Indonesia LPMP yang menerima berkas pendaftaran perekrutannya:
No. Provinsi Lembaga IN SD
1 DKI Jakarta LPMP DKI Jakarta 528
2 Jawa Barat LPMP Jawa Barat 528
PPPPTK IPA Bandung 580
PPPPTK TK dan PLB Bandung 100
PPPPTK BMTI Bandung 949
PPPPTK Pertanian Cianjur 528
3 Jawa Tengah LPMP Jawa Tengah 1.926
4 DI Yogyakarta LPMP DI Yogyakarta 186
5 Jawa Timur LPMP Jawa Timur 2.274
6 Aceh LPMP Aceh 201
7 Sumatera Utara LPMP Sumatera Utara 858
8 Sumatera Barat LPMP Sumatera Barat 357
9 Riau LPMP Riau 258
10 Jambi LPMP Jambi 270
11 Sumatera Selatan LPMP Sumatera Selatan 411
12 Lampung LPMP Lampung 477
13 Kalimantan Barat LPMP Kalimantan Barat 375
14 Kalimantan Tengah LPMP Kalimantan Tengah 231
15 Kalimantan Selatan LPMP Kalimantan Selatan 261
16 Kalimantan Timur LPMP Kalimantan Timur 216
17 Sulawesi Utara LPMP Sulawesi Utara 153
18 Sulawesi Tengah LPMP Sulawesi Tengah 156
19 Sulawesi Selatan LPMP Sulawesi Selatan 609
20 Sulawesi Tenggara LPMP Sulawesi Tenggara 240
21 Maluku LPMP Maluku 57
22 Bali LPMP Bali 231
23 N T B LPMP Nusa Tenggara Barat 324
24 N T T LPMP Nusa Tenggara Timur 354
25 Papua LPMP Papua 40
26 Bengkulu LPMP Bengkulu 120
27 Maluku Utara LPMP Maluku Utara 54
28 Banten LPMP Banten 543
29 Kep. Babel LPMP Kep. Babel 42
30 Gorontalo LPMP Gorontalo 66
31 Kepulauan Riau LPMP Provinsi Kepulauan Riau 63
32 Papua Barat LPMP Provinsi Papua Barat 39
33 Sulawesi Barat LPMP Sulawesi Barat 102
TOTAL 14.707
Perlu diketahui, kebutuhan Instruktur Nasional ini bukanlah jumlah kekurangan saat ini. Sebagian kebutuhan di atas sudah terpenuhi oleh para IN yang sudah terdaftar pada database Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 tahun lalu. Perekrutan yang sekarang berlangsung adalah kekurangan dari kebutuhan tersebut. Mekanisme perekrutannya dapat dilihat di Prosedur Pendaftaran IN. Untuk contoh dan lebih jelasnya silakan lihat di:

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI CALON INSTRUKTUR DAN NARASUMBER KURIKULUM 2013 TANGGAL 31 JANUARI 2014

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI CALON INSTRUKTUR DAN NARASUMBER KURIKULUM 2013 TANGGAL 31 JANUARI 2014

Hasil seleksi administrasi calon Instruktur Nasional dan Narasumber Nasional Kurikulum 2013 telah diumumkan. Pengumuman tersebut melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota masing-masing pendaftar. Selain itu, para pendaftar yang dinyatakan lulus seleksi telah dihubungi memalui alamat emal mereka masing-masing. Karena banyaknya pendaftar, yaitu sampai puluhan ribu, maka panitia penerimaan secara bertahap menghubungi para pendaftar yang dinyatakan lulus seleksi. Jadi, bagi mereka yang belum dihubungi, supaya bersabar menunggu dan berdoa, semoga berhasil menuju Ibukota untuk didiklat. Berikut artikel yang menjadi dasar rekruitment calon Instruktur dan Narasumber nasional Kurikulum 2013, yang sejak beberapa pekan telah diedarkan oleh panitia.

 
Implementasi Kurikulum 2013 akan dilaksanakan di seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, pada tahun ajaran 2014/2015. Sebelum memberikan pelatihan kepada guru-guru, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tengah menyiapkan pelatihan untuk Instruktur Nasional . Dibutuhkan sekitar 33.000 Instruktur Nasional (IN) untuk melatih guru-guru dalam implementasi Kurikulum 2013 yakni: sebanyak 14.707 untuk SD, 10.107 untuk SMP, 5.352 untuk SMA, dan 2.940 untuk SMK.
Mulai tanggal 1  Januari 2014, Kemdikbud telah melakukan pendaftaran calon Nara Sumber dan Instruktur Nasional yang dilakukan secara online maupun offline (manual). Rencananya pendaftaran calon Nara Sumber dan Instruktur Nasional akan berakhir tanggal 26 Januari 2014. Setelah berakhir pendaftaran akan dilakukan seleksi Administratif yang dilanjutkan pengumuman kelulusan hasil seleksi administrasi. Berdasarkan informasi dari website Kemndikbud, Pengumuman hasil seleksi direncanakan akan dilakukan pada 31 Januari 2014. Sedangkan pelaksanaan pelatihan Instruktur Nasional akan berlangsung pada 3-7 Maret 2014, lalu dilanjutkan dengan pelatihan guru sasaran pada minggu ke-3 bulan Maret.  
Adapun persyaratan untuk menjadi calon instruktur dan Narasumber Kurikulum 2013 adalah sbb:
1.  Latar belakang pendidikan minimal S1 Program Studi yang relevan
2. Memiliki kemampuan melaksanakan pelatihan dengan pendekatan Andragogi
3.  Memiliki kompetensi pedagogik
4. Memiliki komitmen untuk melatih peserta selama 5 (lima) hari berturut-turut
5.   Memiliki izin tertulis dan rekomendasi dari pimpinan unit kerja
6.  Diutamakan a) Guru bersetifikasi pendidik; b) guru Berprestasi; c) Skor UKG tertinggi; d) pelatih nasional binaan USAID, JICA, AUSAID d) provincial district core team Bermutu/guru pemandu, e) Guru yang menjadi Pengembangan Kurikulum Provinsi/Kab.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: PENGUMUMAN HASIL SELEKSI CALON INSTRUKTUR DAN NARASUMBER KURIKULUM 2013 TANGGAL 31 JANUARI 2014
Ditulis oleh Aina Mulyana

Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://ainamulyana.blogspot.com/2014/01/pendaftaran-online-calon-instruktur-dan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

 

SYNTAX MODEL PEMBELAJARAN FIND SOMEONE WHO DARI Dr. SPENCER KAGAN

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0
false

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

 

                   Satuan Pendidikan         : SDNSumbersari 1 Kota Malang

Mata Pelajaran               : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas/Semester               : IV/1 (Gasal)

Alokasi waktu                 : 2 x 35menit

            Standar Kompetensi       :5. Memahami hubungan sesama makhluk hidup dan

     antara makhluk hidup dengan Lingkungannya

             Kompetensi dasar          :5.1 Mengidentifikasi beberapa jenis hubungan khas   

                                                        (simbiosis) dan hubungan  makan dan dimakan antar  

                                                    makhluk hidup (rantai makanan)

I.      Indikator:

1.      Siswa dapat Menyebutkan contoh simbiosis mutualisme, komensalisme, parasitisme

2.      Siswa dapat Mampu mengambarkan rantai makanan di sawah, di kebun dan di laut

 

II. Tujuan Pembelajan

1.      Melalui penjelasan guru siswa dapat menyebutkan contoh simbiosis mutualisme, komensalisme, parasitisme

2.      Melalui pemberian tugas siswa dapat mengidentifikasi tumbuhan sebagai produsen, dan hewan herbivora sebagai konsumen I serta karnivora sebagai konsumen II

3.      Melalui diskusi siswa dapat mengambarkan rantai makanan di sawah, di kebun dan di laut

 

v  Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ), Rasa hormat dan perhatian (respect ), Tekun ( diligence ) , Jujur ( fairnes )  dan  Ketelitian ( carefulness)

 

III. Materi Pokok:

        1. Penggolongan Hewan

        2. Rantai Makanan.

IV. Metode/ Model Pembelajaran:

1.    Find Someone Who

2.    Tanya jawab

3.    Diskusi

4.    Tugas

 

V. Skenario Pembelajaran

 

NO

KEGIATAN

WAKTU

METODE/ MODEL

  1.  

Pendahuluan

Motivasi dan Apersepsi:

o   Guru mengucapkan salam, doa dan presensi

o   Guru menyampaikan apersepsi dengan menunjukkan foto-foto /gambar-gambar Tumbuhan dan Hewan (misalnya: Harimau).

o   Tanya jawab secara lisan, misalnya:

·         Gambar apa ini?

·         Apa makanan hewan pada gambar ini?

·         Dimana tempat hidup hewan pada gambar ini?

 

5 menit

Tanya Jawab

 

  1.  

Kegiatan Inti

o   Siswa memperhatikan penjelasan singkat dari guru tentang peran siswa sebagai produsen, konsumen I dan konsumen II dalam rantai makanan.

o   Siswa mengambil kertas kerja dan menyebar dalam kelas untuk mencari seseorang yang bisa dijadikan partner atau pasangannya.

o   Bersama pasangannya bergabung dengan pasangan lain untuk membentuk kelompok rantai makanan.

o   Masing-masing pasangan melakukan tanya jawab dengan cara: partner A mengajukan pertanyaan dari kertas kerja; partner B menjawabnya. Partner A menulis jawaban partner B pada kertas kerjanya sendiri dan memberi pujian atas jaaban yang betul dengan kata “ That’s right atau very good atau great”.

o   Partner B mengecek dan memberi paraf pada jawabannya yang ditulis partner A

o   Partner B mengajukan pertanyaan dari kertas kerja; partner A menjawabnya. Partner B menulis jawaban partner A pada kertas kerjanya sendiri dan memberi pujian atas jaaban yang betul dengan kata “ That’s right atau very good atau great”.

o   Partner A mengecek dan memberi paraf pada jawabannya yang ditulis partner B.

o   Sesama partner berjabat tangan, berpisah dan mengangkat tangannya untuk mencari partner baru sesama kelompok rantai makanan.

o   Bersama partner barunya, siswa mengulangi kegiatan saling bertanya jawab seperti yang telah dilakukannya dengan partner lamanya.

o   Ketika lembar kerja mereka selesai, para siswa dalam kelompok rantai makanan duduk. Pada saat duduk mereka akan dihampiri oleh kelompok rantai makanan lain sebagai nara sumber.

o   Dalam kelompok rantai makanan, siswa membandingkan jawaban tentang susunan rantai makanan yang dibentuk. Semua anggota kelompok yang terdiri dari empat siswa boleh mengajukan pertanyaan jika ada sesuatu ang salah atau ragu-ragu tenang susunan rantai makanan yang dibentuk oleh kelompok lain.

40 menit

 

Find Someone Who

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1.  

Kegiatan Penutup

o   Dalam kegiatan penutup, guru:            

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan bahwa rantai makanan tersusun dari produsen konsumen I dan konsumen II.

o   Evaluasi:

Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu.

o   Refleksi:

Guru menanakan perasaan siswa setelah mendapat pelajaan dengan model pemblaaran Find Someone Who.

o   Pekerjaan Rumah

Mengumpulkan atau mencari rantai makanan pada ekosistem lain.

 

 

25     enit

 

VI.  Alat dan Sumber Bahan

1.        Foto/gambar-gambar tumbuhan, hewan dan susunan rantai makanan

2.        Heri Sulistyanto, dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD Kelas IV.     Jakarta:  Pusat Perbukuan Deparemen Pendidikan Nasional.

VII. Penilaian

1.        Teknik Penilaian     : Non tes dan tes

2.        Jenis Penilaian        : Penilaian tertulis, unjuk kerja, dan produk

3.        Bentuk Tes             : Pilihan ganda, uraian.

 

 

                                                                                                  Malang, 6September  2012

                                                                                                 Guru MAPEL IPA

                                          

 

 

 

                                                                                                ABDUL HAFI, S.Pd

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RANGKUMAN MATERI

 

 

Ø  Hubungan antarmakhluk hidup yang saling menguntungkan

disebut simbiosis mutualisme.

Ø  Hubungan antarmakhluk hidup yang salah satunya dirugikan

disebut simbiosis parasitisme.

 

 

 

 

Ø  Hubungan antarmakhluk hidup dimana yang satu diuntungkan

sedang yang lainnya tidak diuntungkan atau dirugikan disebut

simbiosis komensalisme.

Ø  Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan yang

terjadi pada makhluk hidup.

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KERJA SISWA

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                  

       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                        NAMA           : ____________________

 

A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d di depan jawaban

yang benar!

1. Hubungan saling ketergantungan antara makhluk hidup danlingkungannya disebut ….

a. simbiosis                                                 c. ekosistem

b. rantai makanan                                       d. parasitisme

2. Yang tidak termasuk macam simbiosis adalah ….

a. simbiosis mutualisme                              c. simbiosis komensalisme

b. simbiosis komunitasisme                        d. simbiosis parasitisme

3. Disebut apakah hubungan yang menguntungkan kedua belah pihak?

a. simbiosis mutualisme                              c. simbiosis komensalisme

b. simbiosis komunitasisme                        d. simbiosis parasitisme

4. Kutu yang hinggap di tubuh hewan dan menghisap darah hewan yangdihinggapinya

seperti kerbau, merupakan contoh dari simbiosis ….

a. mutualisme                                              c. komensalisme

b. komunitasisme                                        d. parasitisme

5. Ekosistem alam di darat dengan anggota terbanyak adalah ….

a. sawah                                                      c. kebun

b. hutan                                                       d. danau

6. Hubungan antara kupu-kupu dengan tanaman berbunga merupakansimbiosis ….

a. mutualisme                                              c. komensalisme

b. komunitasisme                                        d. parasitisme

7. Makhluk hidup yang tergolong pengurai adalah ….

a. belalang               b. ular                          c. katak            d. jamur

8. Yang termasuk ke dalam ekosistem buatan adalah ….

a. danau                                                      c. laut

b. sungai                                                     d. kebun

9. Hewan yang memakan produsen atau tumbuhan disebutkonsumen ….

a. tingkat III                                             c. tingkat I

b. tingkat II                                               d. tingkat IV

10. Padi dapat membuat sendiri makanannya, maka padi disebut ….

a. konsumen                                              c. produsen

b. ekosistem                                              d. komunitas

KUNCI JAWABAN

1.A

2. B

3. A

4. D

5. B

6. A

7. D

8. D

9. C

10. C

 

 

                                                        PENILAIAN

 

- Pilihan ganda skor tiap soal 1, jumlah skor 10

- Skor maksimal 10

- Nilai akhir = x 100

- Misal Perolehan Skor 9, maka Nilai Akhir = x 100 = 90

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FORMAT KRITERIA PENILAIAN   

  

&  Produk ( hasil susunan rantai makanan )

No.

Aspek

Kriteria

Skor

1.

Konsep

* semua benar

* sebagian besar benar

* sebagian kecil benar

* semua salah

 

4

3

2

1

 

 

&  Performansi (permainan peran siswa)

No.

Aspek

Kriteria

Skor

1.

 

 

 

2.

 

 

 

3.

Pengetahuan

 

 

 

Praktek

 

 

 

Sikap

* Pengetahuan

* kadang-kadang Pengetahuan

* tidak Pengetahuan

 

* aktif  Praktek

* kadang-kadang aktif

* tidak aktif

 

* Sikap

* kadang-kadang Sikap

* tidak Sikap

4

2

1

 

4

2

1

 

4

2

1

 

 

 

&   LEMBAR PENILAIAN

No

Nama Siswa

Performan

Produk

Jumlah

Skor

Nilai

Pengetahuan

Praktek

Sikap

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

 

 

 

 

 

 

 

  

CATATAN :

@Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.

 

 

                                                                                       

REFLEKSI

 

 

 

                       
    Cloud Callout: Bagaimana pelajaran hari ini?
 
   

Senang sekali

 

 

Tidak senang

 

 
   

Bingung sekali

 

     

Biasa saja

 

 
 
 

Alasan :

…………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

express smileexpress thinkexpress sad1express laugh3ASOB009

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cloud Callout: Teman-teman  mari kita lakukan tanya jawab, bergantian</p>
<p>” width=”311″ height=”207″ /></span></span><span>                                           </span><strong><span style=Worksheet Find-Someone-Who

 

cards playing coup 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
  Plaque: Here is my answer<br />
Right or wrong?</p>
<p>Nama 					Paraf</p>
<p>________				     _________</p>
<p>1.	_______________________________________<br />
2._______________________________________<br />
 3. _______________________________________</p>
<p>…………………………………………………………………………………………………………………<br />
” width=”646″ height=”710″ /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>  </p>
<p class=                                                                                                                                                                    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Text Box: Tempelkan Fotomu 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MATERI UKG SD 2012 SESUAI KISI-KISI DARI KEMENDIKBUD

 

  1. 1.      PEMBELAJARAN BAHASA

1.1.1        Menganalisis karakteristik perkembangan bahasa anak usia SD

Karakteristik perkembangan bahasa anak usia SD (6 – 10 tahun), meliputi tahapan dimana siswa sudah bisa menggunakan kalimat panjang, lengkap dan benar. Disamping itu siswa pada usia itu sudah mampu menggunkan kata sifat, bahkan sudah memahami kata-kata yang sebelumnya tidak jelas baginya.

1.1.2        Memilih materi ajar  aspek membaca di kelas rendah SD.

Materi ajar membaca bagi siswa kelas redah (Kelas I – II) diawali dengan teknik membaca nyaring, yang diistilahkan dengan pengajaran membaca permulaan. Fokus dari membaca permulaan adalah siswa mampu memindai lambang-lambang bahasa tulis dengan pelafalan memindai dan memaknai lambing-lambang bahasa tulis.

1.1.3        Memilih  materi ajar  aspek menulis di kelas tinggi SD.

Pada kelas tinggi, materi ajar aspek menulis diarahkan untuk membentuk kemampuan komunikasi tulis. Keterpaduan aspek pengetahuan (schemata) dengan aspek kebahasaan diolah melalui mekanisme psikofisik dan strategi produktif untuk menghasilkan tulisan yang sesuai dengan konteks. Strategi produktif dalam hal ini adalah kemampuan mental untuk mengimplementasikan kebahasaan dengan pengetahuan tentang dunia (schemata) dalam konteks penggunaan bahasa (tulis).

1.2.1    Memilih  berbagai  metode pembelajaran menulis permulaan yang dapat mengembangkan kemampuan dan kegemaran menulis siswa.

Metode pembelajaran membaca permulaan di kelas rendah SD difokuskan pada metode pembelajaran membaca teknik. Membaca teknis adalah membaca nyaring. Teknik pelaksanaan pengajarannya adalah vokalisasi atau menyuarakan bahan bacaan.

1.2.2    Merancang  berbagai kegiatan menulis di kelas tinggi yang dapat meningkatkan kemampuan menulis dan berpikir siswa.

Beberapa rancangan kegiatan menulis di kelas tinggi yang dapat meningkatkan kemampuan menulis dan berfikir siswa, adalah :

1.      Model pembelajaran Citra 1 (Cari Ide Tulisan Tanpa Ragu)

Model pembelajaran ditunjukan untuk meningkatkan keterampilan siswa menuliskan idea atau kata-kata  kunci dalam kegiatan curah pendapat.

2.      Model pembelajaran Citra 2

Model pembelajaran ditunjukan untuk meningkatkan keterampilan siswa menuliskan idea atau kata-kata  kunci atau frase yang berkaitan dengan suatu topik dalam table.

3.      Model pembelajaran Citra 3

4.      Model pembelajaran ditunjukan untuk meningkatkan keterampilan siswa menuliskan idea atau kata-kata  kunci atau frase yang berkaitan dengan suatu topik dalam

5.      Model pembelajaran citra 4

Model ini ditunjukan untuk meningkatkan keterampilan siswa menuliskan tanggapan (repons) singkat dalam bentuk tulisan  terhadap suatu fenomena atau suatu hal

6.      Model pembelajaran citra 5

Ditujukan untukmeningkatkan keterampilan siswa menulis sebuah topik dalam paragraph.

7.      Model pembelajaran menulis proses

Difokuskan untuk pembelajaran menulis informal.

1.2.3    Memperjelas perencanaan dan pelaksanaan penilaian dan evaluasi dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.

Dalam perencanaan dan pelaksanaan penilaian dan evaluasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan Sastra perlu memperhatikan, beberapa hal :

1.      Ranah kognitif

  1. Paktor ingatan-               
  2. Paktor pemahama
  3. Paktor penerapan-    
  4. Paktor analisis
  5. Paktor sintesis-               
  6. Paktor penilaian

2.      Ranah afektif

Ada dua hal yang perlu dinilai dalam ranah afektif  yaitu kompetensi afektif dan kompetensi sikaf serta minat siswa terhadap proses pembelajaran dan mata pelajaran

3.      Ranah psikomotor

Dalam ranah ini aspek yang dinilai melipui gerakan awal  dan gerakan rutin, yang meliputi :

a)       Kemampuan siswa menggerakan anggota badan

b)      Kemampuan siswa menggerakan semi rutin, yaitu kemampuan menirukan gerakan yang melibatkan seluruh anggota badan

c)      Kemampuangerakan rutin, yaitu kemampuan menggerakan seluruh anggota badan menyeluruh dengan sempurnah dan sampai pada tingkatan otomatis.

1.3.1    Merumuskan  hakikat  (pengertian, tujuan, jenis, dan manfaat) membaca, dan menulis

a.      Pengertian membeca

Membaca merupakan keterampilan berbahasa yang berhubungan dengan keterampilan berbahasa yang lain. Membaca merupakan suatu proses aktif yang bertujuan dan memerlukan strategi.

b.      Tujuan membaca

Rivers dan Temperly (1978) mengajukan tujuh tujuan utama dalam membaca

  1. . Memperoleh informasi untuk suatu tujuan atau merasa penasaran tentang suatu topik.
  2. Memperoleh berbagai petunjuk tentang cara melakukan suatu tugas bagi pekerjaan atau kehidupan sehari-hari (misalnya, mengetahui cara kerja alatalat rumah tangga). 

      3.Berakting dalam sebuah drama, bermain game, menyelesaikan teka-teki. 

      4.Berhubungan dengan teman-teman dengan surat-menyurat atau untuk memahami surat-surat bisnis. 

      5.Mengetahui kapan dan di mana sesuatu akan terjadi atau apa yang tersedia.

     6. Mengetahui apa yang sedang terjadi atau telah terjadi (sebagaimana dilaporkan dalam koran, majalah, laporan).

    7. Memperoleh kesenangan atau hiburan.

     8.Jenis-jenis membaca

Menurut Tarigan (1985:11–13) jenis-jenis membaca ada dua macam, yaitu: 1) membaca nyaring, dan 2) membaca dalam hati. Membaca dalam hati terdiri atas: (a) membaca ekstensif, yang dibagi lagi menjadi: membaca survey, membaca sekilas, dan membaca dangkal, dan (b) membaca intensif, yang terdiri dari: membaca telaah isi dan membaca telaah bahasa

d.     Manfaat membaca adalah untuk mendapatkan inormasi tentang hal-hal yang dibutuhkan dan dimnat

2.      Menulis

1.      Pengetian menulis

Menurut Jago Tarigan ( 1995: 117) menulis berarti mengekpreikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan.

2.      Tujuan menulis

a.   Menginformasikan segala sesuatu, baik itu fakta, data maupun peristiwatermasuk pendapat dan pandangan terhadap fakta, data dan peristiwa agakhalayak pembaca memperoleh pengetahuan dan pemahaman bartentang berbagai hal yangdapat maupun yang terjadi di muka bumi ini.

b.  Membujuk; melalui tulisan seorang penulis mengharapkan pula pembadapat menentukan sikap, apakah menyetujui atau mendukung yadikemukakan. Penulis harus mampu membujuk dan meyakinkan pembadengan menggunakan gaya bahasa yang persuasif. Oleh karena itu, persuasi dari sebuah tulisan akan dapat menghasilkan apabila penumampu menyajikan dengan gaya bahasa yang menarik, akrab, bersahabat,dan mudah dicerna.

c.  Mendidik adalah salah satu tujuan dari komunikasi melalui tulisan. Melalumembaca hasil tulisan wawasan pengetahuan seseorang akan terusbertambah, kecerdasan terus diasah, yang pada akhirnya akamenentukan perilaku seseorang.  Orang-orang yang berpemisalnya, cenderung lebih terbuka dan penuh toleransi, lebih menghargapendapat orang lain, dan tentu saja cenderung lebih rasional. 

d. Menghibur; fungsi dan tujuan menghibur dalam komunikasi, buka monopoli media massa, radio, televisi, namun media cetak dapat pula berperan dalam menghibur khalayak pembacanya. Tulisan-tulisan atau bacaan-bacaan “ringan” yang kaya dengan anekdot, cerita dan pengalaman lucu bisa pula menjadi bacaan penglipur lara atau untuk melepaskan ketegangan setelah seharian  sibuk beraktifitas. 

3.      Jenis-jenis menulis

Keterampilan menulis dapat kita klasifikasikan berdasarkan dua sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang tersebut adalah kegiatan atau aktivitas dalam melaksanakan keterampilan menulis dan hasil dari produk menulis itu. Klasifikasi keterampilan menulis berdasarkan sudut pandang kedua menghasilkan pembagian produk menulis atau empat kategori, yaitu; karangan narasi, eksposisi, deskripsi, dan argumentasi. Di berikut ini akan dijelaskan satu persatu. 

4.      Manfaat menulis

Dapat menyampaikan ide, gagasan, saran, motivasi, bujukan dan sebagainya kepada orang lain secara luas dan langsung.

 

1.3.2    Menemukanberbentuk  isi atau pesan pokok wacana lisan monolog dan dialog dalam kehidupan sehari-hari, seperti berita,  pidato.

Biasanya soal benbentuk, penggalan isi berita atau pidato, dan kita dihadapkan pada pilihan isi atau pesan dari penggalan pidato tersebut.

1.3.3    Menemukan isi atau pesan pokok dalam wacana naratif seperti cerita rakyat, puisi.

Bentuk soal, menyajikan penggalan cerita rakyat, atau puisi kemudian kita dihadapkan pada pilihan menentukan isi atau pesan dari penggelan cerita atau puisi tersebut.

1.3.4    Membandingkan berbagai jenis wacana bahasa Indonesia (deskripsi dan narasi,).

Bentuk soal, disajikan dua atau lebih penggalan wanaca berbentuk narasi atau deskrifsi, kita diminta untuk membandingkan wacana-wacana tersebut, bisa dari isinya, cara penulisannya, idea pokoknya, dsb.

1.3.7    Menyusun berbagai bentuk/jenis tulisan surat.

Ada dua bentuk jenis surat, yaitu :

1.      Surat pribadi (surat dari pribadi untuk orang lain yang yang sifatnya pribadi)

2.      Surat dinas (surat yang dikeluarkan oleh lembaga, atau pimpinan lembaga untuk pihak lain, bisa lembaga lain, bawahan atau intansi lain, yang berisi tentang informasi kedinasan.

1.3.5.   Membandaingkan berbagai wacana bahasa Indonesia ( deskripsi, narasi

Diskripsi: wacana yang menjelaskan secara rinci benda atau peristiwa

Narasi : wacana yang menceritakan kejadian 

1,3.6   Membandingkan wacana BI  argumentasi dan eksposisi

Wacana Eksposisi: Meperkenalkan suatu benda atau kejadian.

Wacana argumentasi: wacana yang berisi pendapat tentang sesuatu

1.4.1    Menganalisis unsur intrinksik dan ekstrinsik, struktur, dan ciri-ciri karya sastra

1.      Unsur instrinsik pada karya sastra adalah unsure yang terkandung didalam karya sastra itu sendiri, yang meliputi; tema, amanat, alur, watak, latar dan sudut pandang.

2.      Unsur ekstrinsik adalah unsure-unsur di luar karya sastra pembentuk karya sastra, meliputi; latar belakang pengarang dan keadaan social bidaya saat penulisan karya sastra tersebut.

3.      Struktur karya sastra meliputi unsure fiksi dan keindahan baik bahasa maupun isinya.

4.      Ciri karya sastra; isinya berbentuk khayalan, ditulis dengan bahasa yang indah, menarik dan dapat mempengaruhi emosi pembacanya.

1.4.2    Menyusun langkah-langkah membuat parafrase puisi ke prosa.

Langkah-langkah bagaimana cara mengubah sebuah puisi ke dalam bentuk prosa tanpa mengubah makna dari puisi tersebut. Caranya sebagai berikut;

1.      Bacalah puisi berkali-kali hingga  paham akan isinya.

2.      Tambahkan kata-kata atau tanda baca-tanda baca yang sengaja dihilangkan penyairnya. Ingat, penambahan kata-kata atau tanda baca harus sesuai dengan pemahamanmu terhadap isi puisi. Penambahan kata-kata atau tanda baca ditulis dalam tanda kurung.

3.      Ubahlah puisi (beserta kata-kata dan tanda baca yang telah kamu tambahkan tadi) ke dalam bentuk prosa.

1.4.3    Menilai prosa

Ada tiga cara penilaian karya prosa, yaitu :

a)      Teknik penyekoran holistic ( Penilaian berdasarkan kesan secara keseluruhan dari sebuah karya sastra.

b)      Teknik penyekoran analitik ( Penyekoran berdasarkan pada komponen-komponen pembentuk karya prosa dengan melakukan penghitungan secara rici, meliputi; judul, gagasan, dll)

c)      Teknik penyekoran terhadap unsur-unsur yang diutamakan (Teknik penilaian keseluruhan karya prosa yang diutmakan pada unsure-unsur utama pembentuk karangan, misalkan komponen struktur, kosa kata, gaya, isi, atau organisasi.

1.4.4    Mengapresiasi drama.

Drama adalah salah satu genre sastra yang berada pada dua dunia seni, yaitu

seni sastra dan seni pertunjukan atau teater. Orang yang melihat drama sebagai seni sastra menunjukkan perhatiannya pada seni tulis teks drama yang dinamakan juga dengan seni lakon. Teknik penulisan teks drama berbeda dengan teknik penulisan puisi atau prosa. Orang yang menganggap drama sebagai seni pertunjukan (teater) fokus perhatiannya ditujukan pada pertunjukannya atau pementasannya, tidak semata pada teksnya saja. Teks sastra menurut pandangan mereka hanyalah bagian dari seni pertunjukan yang harus berpadu dengan unsur lainnya, yaitu:  gerak, suara, bunyi, musik, dan rupa.

Rangkuman materi Bahasa Indonesia

1.1.2. Memilih materi ajar aspek membaca di kelas rendah SD

Pembelajaran membaca merupakan suatu keterampilan yang kompleks yang melibatkan serangkaian keterampilan lebih kecil lainnya. Secara garis besar, terdapat dua karakteristik yang penting dalam pembelajaran membaca.

Karakteristik tersebut adalah sebagai berikut.

a.Keterampilan yang bersifat mekanis dapat dianggap berada pada urutan yang lebih rendah.

Hal ini mencakup: (a) pengenalan bentuk huruf; (b) pengenalan unsur-unsur linguistik

(fonem/grafem, kata, frase, pola klausa, kalimat, dan lain-lain); (c) pengenalan hubungan/korespondensi pola ejaan dan bunyi (kemampuan menyuarakan baha n tertulis);

(d) kecepatan membaca ke taraf lambat.

b.Keterampilan bersifat pemahaman yang dapat dianggap berada pada urutan yang lebih

tinggi. Hal ini mencakup: (a) memahami pengertian sederhana (leksikal, gramatikal,retorikal); (b) memahami signifikansi atau makna (a.l. maksud dan tujuan pengarang, relevansi/keadaan kebudayaan, dan reaksi pembaca); (c) evaluasi atau penilaian (i si, bentuk); (d) kecepatan membaca yang fleksibel, mudah disesuaikan dengan keadaan (Broghton (et al)

Memilih materi ajar Membaca dan Menulis Permulaan(MMP) yang cocok guru perlu mempertimbangkan tingkat kesesuian materi itu dengan tema, dan fokus pembicaraan.

Meskipun tema-tema itu bukan merupakan bahan ( isi pelajaran ) yang harus diajarkan, namun penyajian pembelajaran yang didasarkan atas tema-tema tertentu akan lebih mengarahkan

kegiatan belajar mengajar siswa dan guru. Tema merupakan alat untuk melakukan kegiatan berbahasa, dan merupakan payung yang membungkus kemasan pembelajaran bahasa Indonesia.

Beberapa alternatif tema yang ditawarkan untuk setiap semester dan peringkat kelas sbb:

1.Diri sendiri

2.Keluarga

3.Pengalaman

4.Budi pekerti

5.Lingkungan

6.Kegemaran

Dari struktur materi pembelajaran MMP untuk kelas I diarahkan pada pengenalan kalimat berita

interaktif (KB + Kki) mis: Ayah tidur, Paman datang dst.

1.1.3.Memilih materi ajar aspek menulis di kelas tinggi SD

Materi pembelajaran Bahasa Indonesia SD Kelas IV memuat berbagai kompetensi dalam aspek me-nulis seperti menulis tentang berbagai topik, pengumuman, pantun, dan surat. Dalam

berbagai kegiatan menulis tersebut, siswa diharapkan nantinya dapat menulis dengan memperhatikan unsur-unsur kebahasaan dalam kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, seperti penggunaan ejaan, huruf, dan tanda baca. Hal itu termuat dalam Kompetensi Dasar pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV semester II ‖menyusun karangan tentang berbagai

topik sederhana tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan, penulisan tanda baca dan huruf besar ‖

 1.2.Merencanakan, melaksanakan, mengorganisasi, dan mengevaluasi pembelajaran bahasa Indonesia di SD.

1.2.1.Memilih berbagai metode pembelajaran menulis permulaan yang dapat mengembangkan kemampuan dan kegemaran menulis siswa

Metode Membaca dan Menulis Permulaan (MMP)

A.Metode EJA

Pada metode ini, memulai pengajaran dengan mengenalkan huruf alphabet ( A, B, C dst).

huruf yang berupa suku kata. Proses selanjutnya adalah pengenalan kalimat-kalimat sederhana.

Pemilihan bahan ajar untuk pembelajaran MMP hendaknya dimulai dari hal-hal yang konkret menuju hal-hal yang abstrak,dari hal-hal yang mudah,akrab,familiar dengan kehidupan anak menuju yang sulit dan mungkin merupakan suatu yang baru nagi anak.

B.Metode Bunyi

 Proses pembelajaran MMP melalui metode ini merupakan bagian dari metode eja. Prinsipn dasar dan proses pembelajarannya tidak jauh berbeda dengan metode eja di atas.

Perbedaannya terletak pada cara atau sistem pembacaan atau pelafalan abjad(huruf-hurufnya).

C.Metode Suku Kata dan Metode Kata

Pada metode ini,proses pembelajaran MMP diawali dengan pengenalan suku kata seperti

ba,bi,bu,be,bo,ca,ci,cu,ce,co,dan seterusnya. Suku-suku kata tersebut kemudian dirangkaikan menjadi kata-kata bermakna.

Langkah-langkah pembelajaran MMP dengan metode suku kata adlah sebagai berikut :

1. Tahap pertama,pengenalan suku-suku kata;

2. Tahap kedua,perangkaian suku-suku kata menjadi kata;

3. Tahap ketiga,perangkaian kata menjadi kalimat sederhana;

4. Tahap keempat,pengintegrasian kegiatan perangkaian dan pengupasan;

Karena proses pembelajaran MMP dengan metode ini melibatkan serangkaian proses  pengupasan,dan perangkaian,maka metode ini dikenal juga sebagai‖Metode Kupas Rangkai‖.

Sebagian orang menyebutkan ―Metode Kata‖ atau ―Metode Kata Lembaga‖.

 D.Metode Global (Metode Kalimat )

Proses pembelajaran MMP yang diperlihatkan melalui proses ini diawali dengan penyajian

beberapa kalimat secara global. Agar membantu pengenalan kalimat yang dimaksud,biasanya

menggunakan gambar. Di bawah gambar dimaksud, dituliskan sebuah kalimat yang kira-kira merujuk pada makna gambar tersebut.

Selanjutnya, setelah anak diperknalkan dengan beberapa kalimat,barulah proses pembelajaran

MMP dimulai. Melalui proses pengurai menjadi satuan-satuan yang lebih kecil,seperti kalimat

menjadi satuan-satuan yang lebih kecil,seperti kata,suku kata,dan huruf,selanjutnya anak mengalami proses belajar MMP.

Misalnya :

ini mimi

E.Metode SAS( Struktural Analitik Sintetik )

SAS merupakan salah satu jenis metode yang biasa digunakan untuk proses pembelajaran membaca dan menulis permulaan bagi siswa pemula. Pembelajaran MMP dengan metode ini

mengawali pelajarannya dengan menampilkan dan mengenalkan sebuah kalimat utuh. Mula- mula anak disuguhi sebuah struktur yang memberi makna lengkap,yakni struktur kalimat. Hal ini

dimaksudkan untuk mambangun konsep-konsep kebermaknaan pada diri anak. Dan akan lebih baik jika struktur kalimat yang disajikan sebagai bahan pembelajaran MMP dengan metode ini

adalah struktur kalimat yang digali dari pengalaman berbahasa si pembelajar itu sendiri.

Prosespenguraian atau penganalisisan dalam pembelajaran MMP dengan metode

SAS,meliputi:

1. Kalimat menjadi kata-kata

2. Kata-kata menjadi suku –suku kata

3. Suku kata menjadi huruf-huruf   

1.2.2.Merancang berbagai kegiatan menulis di kelas tinggi yang dapat meningkatkan kemampuanmenulis dan berpikir siswa

Teknik dan Model Pembelajaran Menulis Cerita

Berdasarkan butir-butir pembelajaran menulis di kelas tinggi (kelas 3-6) SD terdapat ragam

teknik pembelajaran menulis. Teknik pembelajaran menulis dikelompokkan menjadi dua, yakni:

1.Menulis cerita

Teknik ini terdiri atas 6 macam, yaitu:

a)Teknik menyusun kalimat.

Teknik menyusun cerita dapat dilakukan dengan:

menjawab pertanyaan, melengkapai kalimat, memperbaiki susunan kalimat,

memperluas kaiimat, subtitusi, transfomtasi, dan membuat kaiimat.

b)Teknik memperkenalkan cerita dapat dilakukan dengan:

baca dan tulis, simak dan tulis; meniru model; menyusun paragaf; menceritakan kembali; membuat

2.Menulis untuk keperluan sehari-hari, yang meliputi:

a)menulis surat,

b)menulis pengumuman,

c)mengisi formulir,

d)menulis surat undangan,

e)membuat iklan, dan

f)menyusun daftar riwayat hidup.

Model pembelajaran menulis cerita/cerpen di SD meliputi: menceritakan gambar, melanjutkan ceria lain, menceitakan mimpi, menceriakan pengalaman, dan menceritakan cita-cita.

1.Menceritakan gambar.

Model ini dapat dilakukan mulai kelas 4 SD. Guru memperlihatkan beberapa gambar,

selanjutnya, siswa diminta mengamati gambar tersebut dengan teliti. Kemudian, mereka

diminta untuk menuliskannya ke dalam centa lengkap.

2.Melanjutkan centa.

  1.2.3.Memperjelas perencanaan dan pelaksanaan penilaian dan evaluasi dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia

Secara umum

tahapan evaluasi pembelajaran terdiri atas 4 tahap, yaitu (1) tahap persiapan, (2)tahap pelaksanaan, (3) tahap pengolahan hasil, dan (4) tahap tindak lanjut.

Berikut ini penjelasan singkat tentang keempat tahap evaluasi

pembelajaran tersebut.

(1) Tahap Persiapan

Menurut Damaianti (2007: 8) tahap ini disebut juga tahap perencanaan dan perumusan kriterium. Langkahnya meliputi:

(a) perumusan tujuan evaluasi;

(b) penetapan aspek-aspek yang akan dievaluasi;

(c) menetapkan metode dan bentuk evaluasi (tes/nontes);

(d) merencanakan waktu evaluasi;

(e) melakukan uji coba (untuk tes) agar dapat mengukur validitas dan reliabilitasnya.

Menurut Damaianti (2007: 11) tes kesastraan sebaiknya diprioritaskan pada kemampuan apresiasi sastra yang meliputi hal-hal berikut ini.

(1) Soal kesastraan tingkat informasi

Soal bentuk ini dimaksudkan untuk mengungkapkan kemampuan siswa

yang berkaitan dengan data-data suatu karya sastra, selanjutnya data-data tersebut digunakan untuk menafsirkan karya sastra.

(2) Soal kesastraaan tingkat konsep

Soal bentuk ini berkaitan dengan persepsi tentang bagaimana data-data atau unsur-unsur yang ada pada karya sastra. Siswa dituntut untuk mampu mengungkapkan data yang ada pada karya sastra yang bersangkutan.

(3) Soal kesastraan tingkat perspektif

Soal bentuk ini berkaitan dengan persepsi tentang bagaimana pandangan siswa sebagai pembaca terhadap sebuah karya sastra. Dengan memberikan pandangan dan reaksi terhadap karya sastra, siswa dituntut untuk memahami karya sastra yang bersangkutan. Siswa dituntut juga untuk menghubungkan antara sesuatu yang ada di dalam karya sastra dengan sesuatu yang ada di luar karya sastra.

(4) Soal kesastraaan tingkat apresiasi

Soal bentuk ini berkaitan dengan usaha mengenali dan memahami bahasa sastra melalui ciri-cirinya lalu membandingkan keefektifannya dengan penuturan bahasa yang digunakan sehari-hari. Untuk dapat menjawab soal bentuk ini siswa dituntut untuk mengenali, menganalisis,menggeneralisasi, dan menilai bentuk-bentuk kebahasaan yang digunakan dalam karya sastra yang dianalisisnya

1.3.Menampilkan keterampilam berbahasa (mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis)

1.3.1.Merumuskan hakikat (pengertian, tujuan, jenis, dan manfaat) membaca, dan menulis

a.Membaca

A.Definisi Membaca

Membaca merupakan proses berpikir atau bernalar (proses aktif dan bertujuan) yang dilakukan melalui proses mem persepsi dan memahami informasi serta memberikan makna terhadap bacaan yang dilakukan oleh pembaca.

Beberapa ahli mencoba memberi definisi ―Membaca‖, antara lain :Farris (1993:304) mendefinisikan membaca sebagai pemrosesan kata-kata, konsep,informasi, dan gagasan-gagasan yang dikemukakan oleh pengarang yang berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman awal pembaca. Dengan demikian,

pemehaman diperoleh apabila pembaca mempunyai pengetahuan atau pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya dengan apa yang terdapat di dalam bacaan.

Syafi‘i (1999:7) menyat akan bahwa membaca adalah suatu proses yang bersifat fisik atau yang disebut proses mekanis, berupa kegiatan mengamati tulisan secara visual,sedangkan proses psikologis berupa kegiatan berpikir dalam mengolah informasi.

 Dalam KBBI (2000:62) membaca didefinisikan sebagai melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis, yang dibaca secara lisan atau dalam hati.

Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat dirangkum bahwa membaca merupakan proses pemahaman atau penikmatan terhadap teks bacaan dengan memanfaatkan kemampuan melihat (mata) yang dimiliki oleh pembaca, sesuai dengan tujuannya yang

dilakukan secara nyaring atau dalam hati.

B.Tujuan Membaca

Perlu disepakati bahwa membaca harus mempunyai tujuan. Apabila membaca tidak bertujuan, maka proses dan kegiatan membaca yang dilakukan tidak memiliki arti sama sekali.

Tujuan membaca dapat ditetapkan secara eksplisit ataupun implisit.

Berdasarkan pengalaman yang dialami, ada beberapa tujuan membaca yang dapat

dikemukakan, di antaranya untuk:

  1. Memahami aspek kebahasaan (kata, frasa, kalimat, paragraf, dan wacana) dalam teks
  2. Memahami pesan yang ada dalam teks
  3. Mencari informasi penting dari teks
  4. Mendapatkan petunjuk melakukan sesuatu pekerjaan atau tugas

      5.Menikmati bacaan, baik secara tekstual maupun kontekstual

C.Metode Pengajaran Membaca

 Terdapat beberapa metode pengajaran membaca yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain :

1.Metode Reseptif

Metode ini mengarah ke proses penerimaan isi bacaan maupun simakan baik tersurat

maupun tersirat. Metode tersebut sangat cocok diterapkan kepada siswa yang dianggap telah banyak menguasai kosakata, frase, maupun kalimat. Yang dipentingkan bagi siswa dalam suasana reseptif adalah bagaimana isi bacaan atau simakan diserap dengan bagus.

2.Metode Komunikatif

Desain yang bermuatan komunikatif harus mencakup semua keterampilan berbahasa.Setiap tujuan diorganisasikan ke dalam pembelajaran. Setiap pembelajaran dispesifikkan ke dalam tujuan konkret yang merupakan produk akhir. Sebuah produk di sini dimaksudkan sebagai sebuah informasi yang dapat dipahami, ditulis, diutarakan, atau disajikan ke dalam nonlinguistis

3.Metode Integratif

Integratif berarti menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses. Artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. Misalnya, mendengarkan diintegrasikan

dengan berbicara dan menulis. Menulis diintegrasikan dengan berbicara dan membaca.

4.Metode Partisipatori

Metode ini lebih menekankan keterlibatan siswa secara penuh. Siswa dianggap sebagai penentu keberhasilan belajar. Siswa didudukkan sebagai subjek belajar.

Dengan berpartisipasi aktif, siswa dapat menemukan hasil belajar. Guru hanya bertindak sebagai pemandu atau fasilitator. Guru berperan sebagai pemandu yang

penuh dengan motivasi, pandai berperan sebagai moderator yang kreatif Proses tersebut dilakukan dengan strategi tertentu melalui kegiatan visual    

Ragam Membaca

1.membaca intensif

Membaca intensif adalah membaca dengan hati-hati dan teliti sekali dan biasanyapun cara membacanya sangat lambat-lambat.tujuanya adalah untuk memahami bahan bacaan itu sampai

kepada bagian yang terkecil.

2.membaca kritist

Kegiatan ini merupakan jenis kegiatan membaca yang dilakukan secara bijaksana,bukan hanya mencari kesalahan belaka.

3.membaca cepat

Membaca cepaat mencakup dua jenis kegiatan yakni skimming dan scaning.skimming merupakan teknik untuk mencari hal-hal yang penting atau untuk mencari pokokbacaan.scanning merupakan teknik membaca untuk mendapatkan informasi tanpa membaca

yang lain.

4.membaca untuk keperluan praktis

Digunakan sebagai sarana untuk memahami setiap bacaan yang perlu untuk dibaca dengan praktis sesuai dengan kebutuhan masing-masing atau tujuan yang akan dicapai.

5.membaca untuk keperluan studi

Membaca untuk studi ialah membaca untuk memahami isi buku secara keseluruhan,baik pikiran pokok maupun pikiran-pikiran penjelas pemahaman yang komperensif tentang isi buku tercapai.

b.Menulis

1.Pengertian menulis

Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang di pahami seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu.

2.Fungsi dan tujuan menulis

Fungsi utama dari tulisan adalah sebagai alat komunikasi yang tidak langsung.Penulis yang ulung adalah penulis yang dapat memanfaatkan situasi dengan tepat.Situasi yang harus di perhatikan dan dimanfaatkan itu adalah :

a.maksud dan tujuan penulis

b.pembaca atau pemirsa

c.waktu dan kesempatan.

Hugo Harting merangkum tujuan penulisan sebagai berikut :

a.Assignment purpose(tujuan penugasan)

Penulis menulis sesuatu karena di tugaskan bukan atas kemauan sendiri.

 b.Altruistic purpose (tujuan altruistic)

Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca,menghindarkan kedudukan

para pembaca, ingin menolong para pembaca memahami, menghargai perasaan dan

penalaranya , ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu.

c.Persuasive purpose(tujuan persuasif)

Tulisan yang bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan.

 

d.Informational purpose(tujuan informasional,tujuan penerangan)

Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau keterangan /penerangan kepada pembaca.

 

e.Selfexpressive purpose(tujuan pernyataan diri)\

Tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sang pengarang kepada

para pembaca.

 

f.Creative purpose(tujuan kreatif)

Tulisan yang mencapai nilai nilai artistic,nilai-nilai kesenian.

 g.Problem-Solving purpose

Sang penelis memecahkan masalah yang dihadapi.

 

RAGAM / JENIS TULISAN

1.NARASI

Adl jenis karangan yang menceritakan rangkaian peristiwa berdasarkan urutan waktu.Narasi terdiri dari narasi ekspositoris dan narasi artistik/literer.

 2.DESKRIPSI

Adl jenis karangan yang melukiskan atau menggambarkan suatu obyek sehingga pembaca ikut merasakan apa yang dituliskan si pengarang.

 3.EKSPOSISI

Adl jenis karangan yang bertujuan menambah pengetahuan pembaca dengan cara memaparkan informasi secara akurat.

 4.ARGUMENTASI

Adl jenis karangan yang bertujuan mempengaruhi pembaca dengan bukti yang jelas sehingga pembaca dapat percaya.

 1.3.2.Menemukan isi atau pesan pokok wacana lisan monolog dan dialog dalam kehidupan sehari-hari

Menulis Deskripsi

 Deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata atas suatu benda, tempat,suasana atau keadaan. Seorang penulis deskripsi melalui tulisannya mengharapkan pembaca dapat melihat, mendengar, mencium bau, mencicipi dan merasakan hal yang sama dengan penulis. Deskripsi pada dasarnya merupakan hasil dari pengamatan melalui panca indera yang disampaikan dengan kata-kata.

Jauh di sana di tepi sungai,tampak seorang perempuan yang masih muda berjalan hilir mudik,kadang-kadang menengok ke laut, rupanya mencari atau menantikan apa-apa yang boleh

timbul dari dalam laut yang amat tenang laksana aiar di dalam dulang pada ketika itu, atau darti

pihak manapun. Pada air mukanya yang telah pucat dan dan tubuhnya yang sudah kurus itu,dapatlah diketahui, bahwa perempuan itu memikul suatu percintaan yang amat berat. Meskipun mukanya telah kurus, tetapi cahaya kecantikan perempuan itu tiada juga hilang. (dikutip dari

―Bintang Minahasa‖ karya Hersevien M.Taulu ,2

001:65)

Menulis Narasi

 Narasi pada dasarnya adaah karangan atau tulisan yang berbentuk cerita. Seperti kalau orang bercerita tentang ―mengisi liburan sekolah‖, ―mendaftarkan diri ke sekolah‖, ―pengalaman

berkemah di hutan‖, ―kecelakaan lalu lintas di jalan raya‖, atau ―pertandingan olahraga‖. Ceritaitu tentunya didasarkan pada urut-urutan suatu kejadian atau peristiwa. Di dalam peristiwa itu

ada tokoh, mungkin tokoh itu adalah penulis sendiri, teman penulis, atau orang lain, dan tokoh itu mengalami masalah atau konflik. Bisa saja dalam cerita itu menghadirkan satu konflik atau

serangkaian konflik yang dihadapi oleh tokoh dalam ceritamu itu. Jadi, dalam sebuah narasi

terdapat tiga unsur pokok, yaitu : peristiwa, tokoh, dan konflik. Ketiga unsur itu diramu

menjadi satu dalam sebuah jalinan yang disebut alur atau plot. Dengan demikian, narasi adalah

cerita berdasarkan alur. Sering juga narasi diartikan sebagai cerita yang didasarkan pada kronologi waktu.

1.3.5.Menyusun berbagai bentuk/jenis tulisan surat

Bentuk tulisan surat yang lazim dipergunakan ada 5 yaitu:

1.Bentul lurus penuh ( full block style)

2.Bentuk lurus ( block style)

3.Bentuk setengah lurus (semi block style)

4.Bentuk lekuk (indented style)

5.Bentuk paragraf mengantung (hanging paragraph)

Jenis-jenis surat

Surat pribadi

Surat Resmi,

Suarat yang disampaikan oleh lembaga/instansi kepada seseorang ataupun instansi/lembaga lain.

(Surat dinas pemerintah, surat niaga & Surat sosial)

1.4.Mengkreasikan apresiasi sastra Indonesia yang mendukung pembelajaran bahasa Indonesia

1.4.1.Menganalisis unsur intrinksik dan ekstrinsik, struktur, dan ciri-ciri karya sastra prosa, puisi

Unsur-unsur dalam Karya Sastra

Ada dua unsur utama dalam karya sastra, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur instrinsik

berupa segala sesuatu yang menginspirasi penulisan karya sastra dan mempengaruhi karya sastra secara keseluruhan. Unsur ekstrinsik ini meliputi: latar belakang kehidupan penulis,

keyakinan dan pandangan hidup penulis, adat istiadat yang berlaku pada saat itu, situasi politik (persoalan sejarah), ekonomi, dsb. Sementara unsur intrinsik terdiri atas:

Tema Pokok persoalan dalam cerita.

Karakter

  Tokoh dalam cerita. Karakter dapat berupa manusia, tumbuhan maupun benda Karekter dapat dibagi menjadi:

Karakter utama: tokoh yang membawakan tema dan memegang banyak peranan dalam cerita

Karakter pembantu: tokoh yang mendampingi karakter utama

Protagonis : karakter/tokoh yang mengangkat tema

Antagonis : karakter/tokoh yang memberi konflik pada tema dan biasanya berlawanan

dengan karakter protagonis. (Ingat, tokoh antagonis belum tentu jahat)

Karakter statis (Flat/static character) : karakter yang

tidak mengalami perubahan kepribadian atau cara pandang dari awal sampai akhir cerita.

 

 

Karakter dinamis (Round/ dynamic character): karakter yang

mengalami perubahan kepribadian dan cara pandang. Karakter ini biasanya dibuat semirip mungkin dengan manusia sesungguhnya, terdiri atas sifat dan kepribadian yang kompleks.

Catatan: karakter pembantu

biasanya adalah karakter statis karena tidak digambarkan secara

detail oleh penulis sehingga perubahan kepribadian dan cara pandangnya tidak pernah terlihat

secara jelas.

Karakterisasi

Cara penulis menggambarkan karakter. Ada banyak cara untuk menggali penggambaran

karakter, secara garis besar karakterisasi ditinjau melalui dua cara yaitu secara naratif dan dramatik

. Teknik naratif berarti karakterisasi dari tokoh dituliskan langsung oleh penulis atau narator. Teknik dramatik dipakai ketika karakterisasi tokoh terlihat dari antara lain: penampilan

fisik karakter, cara berpakaian, kata-kata yang diucapkannya, dialognya dengan karakter lain,pendapat karakter lain, dsb.

Konflik

Konflik adalah pergumulan yang dialami oleh karakter dalam cerita dan . Konflik ini merupakan inti dari sebuah karya sastra yang pada akhirnya membentuk plot. Ada empat macam konflik,yang dibagi dalam dua garis besar:

perjuangan individu dalam usahanya untuk mempertahankan diri dalam kebesaran alam.Individu- Lingkungan/ masyarakat

: Konflik yang dialami individu dengan masyarakat atau lingkungan hidupnya.

Seting ;Keterangan tempat, waktu dan suasana cerita

Plot; Jalan cerita dari awal sampai selesai

Eksposisi : penjelasan awal mengenai karakter dan latar( bagian cerita yang mulai memunculkan konflik/ permasalahan)

Klimaks : puncak konflik/ ketegangan

Falling action: penyelesaian

Simbol

Simbol digunakan untuk mewakili sesuatu yang abstrak. Contoh: burung gagak (kematian)

Sudut pandang

Sudut pandang yang dipilih penulis untuk menyampaikan ceritanya.

 Orang pertama: penulis berlaku sebagai karakter utama cerita, ini ditandai dengan

 penggunaan kata ―aku‖. Penggunaan teknik ini menyebabkan pembaca t idak mengetahui

segala hal yang tidak diungkapkan oleh sang narator. Keuntungan dari teknik ini adalah pembaca merasa menjadi bagian dari cerita.

   Orang kedua: teknik yang banyak menggunakan kata ‗kamu‘ atau ‗Anda.‘ Teknik ini jarang

dipakai karena memaksa pembaca untuk mampu berperan serta dalam cerita.

 Orang ketiga: cerita dikisahkan menggunakan kata ganti orang ketiga, seperti: mereka dan dia.

Teknik penggunaan bahasa

Dalam menuangkan idenya, penulis biasa memilih kata-kata yang dipakainya sedemikian rupa

sehingga segala pesannya sampai kepada pembaca. Selain itu, teknik penggunaan bahasa

yang baik juga membuat tulisan menjadi indah dan mudah dikenang. Teknik berbahasa ini

misalnya penggunaan majas, idiom dan peribahasa.

Ciri-ciri karya sastra

KESUSASTRAAN; berasal dari bahasa sansekerta yaitu susastra yang berarti indah.

Jenis karya sastra dapat dibagi menjadi tiga; puisi, prosa dan drama.

PUISI : Salah satu jenis karya sastra yang memiliki unsur sajak, bait, baris dan tipografi.

Ciri-ciri puisi :

Terdiri dari beberapa bait

1.Memiliki pencitraan

2.Memiliki sajak/rima

3.Memiliki tipografi

4.Memakai konotasi

5.Bahasa lebih padat

PROSA : Salah satu jenis karya sastra yang berupa karangan yang mencritakan tentang

kehidupan manusia dan tidak terikat oleh unsur-unsur dalam puisi.

Ciri-ciri prosa :

1.Berbentuk bebas dalam susunan paragraf

2.Tidak terikat pada bentuk puisi

3.Memiliki unsur intrinsik

DRAMA : Salah satu jenis karya sastra yang dimainkan sekelompok orang kemudian dipentaskan di atas panggung.

Ciri-ciri drama :

1.Terdapat pemeran tokoh cerita

2.Dialog lebih dominan dan ditampilkan dalam bentuk lisan

3.Dopentaskan berupa gerak, mimik dan suara

4.Terdapat babak dan adegan

5.Terdapat gambaran panggung

6.Memiliki properti

1.4.2.Menyusun langkah-langkah membuat parafrase puisi ke prosa

Adalah mengubah puisi dalam bentuk prosa/memprosakan puisi/mengartikan (menceritakan)

dalam prosa

Ada dua metode parafrase puisi, yaitu

a.Parafrase terikat

yaitu mengubah puisi menjadi prosa dengan cara menambahkan sejumlah kata pada puisi sehingga kalimat-kalimat puisi mudah dipahami. Seluruh kata dalam puisi masih tetap digunakan dalam parafrase tersebut.

b.Parafrase bebas

,yaitu mengubah puisi menjadi prosa dengan kata-kata sendiri. Kata-kata yang terdap

1.4.4.                   Mengapresiasi drama

Tingkat apresiasi dalam pengertian ini dilihat dari daya tanggap, pemahaman, pengkhayalan,dan ketrampilan. Dengan demikian menyangkut pula pengertian tingkat kesiapan dalam

menanggapi, memahami, menghayati, dan keterampilan dalam tingkat apresiasi sastra. Menurut Mio (1991:19) tingkat-tingkat apresiasi sastra drama, khususnya pembacaan drama dan prosa

dapat dibagi atas empat, yaitu:

1.Pembaca yang telah dapat merasakan karya sastra itu sesuatu yang hidup, dengan pelaku-pelakunya yang mengagumkan. Mereka telah dapat terbawa dalam cerita atau drama yang sedang dibacanya, yang sering diiringi oleh ketawa, menangis, membenci

seorang pelaku, dan sebagainya.

2.Pembaca yang telah dapat melihat dalamnya perasaan atau jika mereka telah dapat mengungkapkan rahasia kepribadian para pelaku satu drama berarti selangkah lebih maju

dari pembaca di atas, Pada tingkat ini pembaca drama tidak saja menikmati kejadian- kejadian dalam drama secara badaniah, tetapi lebih banyak pada apa yang terjadi dalam pikiran pelaku.

3.Pembaca drama yang telah dapat membandingkan satu drama dengan yang lain dan dapat memberikan pendapatnya mengenai satu karya, juga telah dapat membaca karya yang lebih sukar dengan kenikmatan.

4.Pembaca yang telah dapat melihat keindahan susunan dialog, setting simbolis, pemakaian kata-kata yang berirana yang disajikan oleh sastrawan, telah mampu memberi respons pada daya sastra yang merangsang mereka berpikir dan memberi respons pada seni yang disajikan sastrawan.

Tingkatan Apresiasi Sastra

Adapun tingkatan apresiasi sastra, Wardani (1981) membagi tingkatan apresiasi sastra ke dalam empat tingkatan sebagai berikut. (1) Tingkat menggemari, yang ditandai oleh adanya

rasa tertarik kepada buku- buku sastra serta keinginan membacanya dengan sungguh-sungguh, anak melakukan kegiatan

kliping sastra secara rapi, atau membuat koleksi pustaka mini tentang karya sastra dari berbagai bentuk.

(2) Tingkat menikmati, yaitu mulai dapat menikmati cipta sastra karena mulai tumbuh

pengertian, anak dapat merasakan nilai estetis saat membaca puisi anak-anak, atau mendengarakan deklamasi puisi/prosa anak-anak, atau menonton drama anak-anak.

(3) Tingkat mereaksi yaitu mulai ada keinginan utuk menyatakan pendapat tentang cipta sastra yang dinikmati misalnya menulis sebuah resensi, atau berdebat dalam suatu diskusi sastra

secara sederhana. Dalam tingkat ini juga termasuk keinginan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sastra.

(4)Tingkat produktif, yaitu mulai ikut menghasilkan ciptasastra di berbagai media masa seperti koran, majalah atau majalah dinding sekolah yang tersedia, baik dalam bentuk puisi, prosa atau

drama.Hasyim (1981) mengemukakan bahwa cerita yang diberikan kepada anak sebagai bahan belajar di Sekolah Dasar hendaknya memiliki ciri sebagai berikut. (a) Bahasa yang digunakan

haruslah sesuai dengan tingkat perkembangan bahasa anak. (b) Isi ceritanya haruslah sesuai dengan tingkat umur dan perhatian anak. Pada tahap pertama (kelas 1-3 SD) , bacaan untuk anak laki-laki dan wanita dapat disamakan. Untuk selanjutnya ( kelas 4-6 SD) secara berangsurangsur akan kelihatan bahwa anak laki-laki lebih

menyenangi cerita petualangan, olahraga, dan teknik, sedangkan anak wanita lebih menyenangi

cerita yang bersifat kekeluargaan dan sosial. (c) Hendaknya jangan diberikan cerita yang bersendikan politik tetapi mengutamakan pendidikan moral dan pembentukan watak.

Apa yang dikemukakan oleh Hasyim sejalan dengan Pramuki (2000) bahwa hendaknya cerita yang diberikan kepada anak adalah cerita yang sesua dengan tingkat perkembangan usia anak-anak, yakni:

usia 6-9 tahun lebih menyenangi cerita yang bertema kehidupan sehari-hari sampai termasuk dongeng hewan dan cerita lucu, usia 9-12 tahun menyukai cerita yang

bertema tentang kehidupan keluarga yang dilukiskan secara realistis, cerita fantastis, dan cerita

petualangan.

2.Memiliki kompetensi pedagogik pembelajaran PKn

2.1.Penilaian proses belajar PKn.

PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn SD

audara mahasiswa, pertemuan kali ini akan dibahas tentang penilaian

pembelajaran PKn SD. Penilaian memiliki tujuan untuk mengukur keberhasilan

pembelajaran, sehingga bermanfaat bagi siswa yaitu untuk mengukur sejauh mana

siswa mampu menyerap materi yang telah disampaikan. Sedangkan bagi guru untuk

umpan balik dari hasil pembelajaran yang telah disampaikan, dan untuk laporan pada

orang tua siswa dan guru setiap akhir semester yang dikemas dalam buku raport.

Buku unit tiga ini terdiri dari dua subunit yaitu: Subunit 1. Pengeritian,

tujuan, fungsi serta prinsip penilaian PKn S. Subunit 2. Pengembangan model

penilaian kognitif, afektif dan psikomotor dalam pembelajaran PKn SD

Pada akhir pembelajaran Unit empat ini diharapkan bermanfaat bagi Anda

sehingga Anda dapat mempunyai kemampuan sebagai berikut: (1) menjelaskan

pengertian, tujuan, fungsi, dan prinsip penilaian dalam pembelajaran PKn SD, (2)

membedakan antara penilaian dengan tes dan nontes, baik dalam penilain proses

maupun hasil dalam pembelajaran PKn SD, (3) mengembangkan model alat

penilaian kognitif dari taksonomi Bloom dalam pembelajaran PKn SD, (4)

mengembangkan model alat penilaian afektif dari taksonomi Bloom dalam

pembelajaran PKn SD, (5) mengembangkan model alat penilaian psikomotor dari

taksonomi Bloom dalam pembelajaran PKn SD.

Subunit 1.Pengertian, Tujuan, Fungsi, Dan Prinsip Penilai Pkn Sd

A. Pengertian Penilaian

Penilaian adalah suatu kegiatan untuk membuat keputusan tentang hasil

pembelajaran dari masing-masing siswa, serta keberhasilan siswa dalam kelas secara

keseluruhan. Penilaian juga merupakan indikator keberhasilan guru dalam proses

pembelajaran (Supratiningsih dan Suharja, 2006). Pengukuran dalam kegiatan

pembelajaran adalah suatu proses membandingkan tingkat keberhasilan dengan

ukuran keberhasilan dalam pembelajaran yang telah ditentukan. Sedangkan penilaian

dalam pembelajaran adalah proses pembuatan keputusan nilai keberhasilan dalam

pembelajaran melalui kegiatan pengukuran atau pembandingan dengan kriteriakriteria

yang berlaku. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa

S

2 Inisiasi Pendidikan Kewarganegaraan

penilaian dapat diartikan sebagai proses sistematis untuk menentukan nilai sesuatu

(tujuan, kegiatan, keputusan, unjuk-kerja, proses, orang, objek, dan yang lain).

Alat penilaian yang baik adalah yang mampu mengukur keberhasilan proses

pendidikan secara tepat dan akurat. Berikut ini dipaparkan syarat-syarat alat

penilaian yang baik.

1. Kesahihan (validity)

Kesahihan (validity) adalah ketepatan alat penilaian dalam mengukur

tingkat keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran. Kesahihan suatu alat

penilaian dapat ditinjau dari empat sisi, yaitu (a) kesahihan isi (content

validation), (b) kesahihan konstruksi (construction validity), (c) kesahihan yang

ada sekarang (concurrent validity), dan (d) kesahihan prediksi (prediction

validity) (Arikunto, 1990). Penentuan kesahihan suatu alat penilaian juga

dipengaruhi oleh faktor penskoran, faktor respon siswa, dan faktor

pengadministrasiannya.

2. Keterandalan (reliability)

Keterandalan (reliability) biasanya disebut juga dengan keajegan atau

konsistensi. Keterandalan suatu alat penilaian penting untuk diperhatikan. Faktor

yang mempengaruhi tingkat reliabilitas suatu alat penilaian: (1) jika alat

penilaian yang diberikan kepada siswa terlalu mudah, terlalu sukar, atau tidak

jelas, maka akan berpeluang memberikan skor yang tidak handal, (2) jika siswa

peserta penilaian tersebut memiliki karakteristik yang terlalu beragam, maka hal

ini juga berpeluang memberikan skor yang tidak handal, (3) jika standar

penilaian yang digunakan guru pada masing-masing pelaksanaan kegiatan

penilaian tidak seragam, maka skor yang dihasilkan pun tidak handal, (4) jika

jumlah soal yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa terlalu sedikit,

maka hal ini berpeluang memberikan skor yang tidak handal. Alasannya, jumlah

soal yang tersedia tidak mampu menjaring secara lengkap pengetahuan siswa.

3. Kepraktisan

Kepraktisan dalam menyusun suatu alat penilaian penting untuk

diperhatikan. Alat penilaian yang praktis dapat membantu guru dalam

menyiapkan, menggunakan, dan menginterpretasikan hasil penilaian. Kepraktisan

ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, yaitu penskoran, kemudahan dalam

mengadministrasikan, waktu, dan bentuk alat penilaian.

Inisiasi Pendidikan Kewarganegaraan 3

B. Tujuan Penilaian

1. Mengetahui kedudukan siswa dalam kelompok di kelasnya

2. Sebagai balikan bagi guru untuk mengetahui ketepatan pemilihan metode dan

program yang digunakan

• Mendiagnosa kendala yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran

• Mendapatkan informasi yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk

menempatkan dan menentukan langkah berikutnya terhadap siswa

C. Fungsi Penilaian

1. Sebagai bahan diagnostik dan pengembangan

2. Sebagai bahan seleksi

3. Sebagai bahan pertimbangan kenaikan kelas

4. Sebagai bahan pertimbangan untuk penempatan

D. Prinsip-Prinsip Penilaian

Penilaian merupakan langkah terakhir untuk menentukan sejauh mana tujuan

pembelajaran bisa tercapai. Melalui penilaian, keberhasilan anak dan guru dalam

melaksanakan proses pembelajaran dapat diukur.

1. Penilaian hendaknya memiliki prinsip objektif, artinya dalam melakukan suatu

penilaian, hendaknya guru bertindak adil dan tidak pandang buluPenilaian

hendaknya memiliki prinsip kejelasan, artinya dalam melakukan penilaian

hendaknya guru memahami semuanya dengan jelas.

2. Penilaian hendaknya dikerjakan dengan seksama, artinya semua komponen untuk

menilai siswa sudah disiapkan oleh guru secara cermat dan seksama.

3. Penilaian hendaknya menggunakan prinsip representatif, artinya dalam menilai

hendaknya guru mampu melakukannya secara menyeluruh. Semua materi yang

telah disampaikan dalam kegiatan pembelajaran di kelas harus dapat dinilai

secara representatif.

Penilaian hendaknya dilaksanakan dengan menggunakan prinsip terbuka,

artinya apa pun bentuk soal yang dibagikan kepada siswa, hendaknya model

penilaiannya diinformasikan secara terbuka kepada siswa. Model penilaian yang

dimaksud antara lain meliputi bobot skor masing-masing soal, kejelasan maksud

soal, serta hal-hal lain yang perlu mendapat perhatian dari siswa ketika menjelang

pelaksanaan penilaian.

4 Inisiasi Pendidikan Kewarganegaraan

Penugasan

1. Penilaian tidak selalu dilakukan melalui proses pengukuran. Jelaskan maksud

dari pernyataan tersebut!

2. Pengukuran dalam pembelajaran berbeda dengan penilaian dalam

pembelajaran. Jelaskan perbedaan keduanya!

3. Transformasi merupakan salah satu unsur dari proses pendidikan. Jelaskan

maksud dan tujuan dari transformasi tersebut!

4. Alat penilaian yang baik harus memperhatikan syarat kesahihan. Alat penilaian

yang bagaimanakah yang dapat dikategorikan memenuhi syarat sahih?

5. Adakah hubungan antara kesahihan dan keterhandalan? Jelaskan jawaban Anda!

Tindak Lanjut

Untuk memudahkan anda dalam mempelajari bahasan ini lakukanlah langkah

berikut.

1. Baca dan pahamilah uraian materi yang ada dalam topik bacaanbacaan

yang dianjurkan

2. Buatlah rangkuman materi bahasan dari sejumlah topik bacaan yang

dianjurkan, catatlah konsep-konsep utama dan kata-kata kunci yang

ada dalam bacaan tersebut.

3. Kerjakan soal-soal latihan yang disediakan. Perhatikan bahwa

petunjuk jawaban latihan hanya digunakan sebagai rambu-rambu

dalam menjawab soal, selanjutnya jabarkan jawaban anda sesuai

dengan uraian materi yang ada dalam topik yang dianjurkan.

4. Bila anda telah menjawab seluruh soal latihan sesuai dengan soal

latihan sesai dengan bacaan tersebut silahkan lanjutkan ke unit

berikutnya.

Subunit 2. Pengembangan Model Penilaian Pkn Sd

Saudara mahasiswa yang kami cintaoi, setelah saudara mempelajari

pengertian, tujuan, fungsi, dan prinsip-prinsip penilaian, marilah kita lanjutkan

pembelajaran kita dengan pengembangan model penilaian PKn SD. Dalam bagian

ini, Anda diajak belajar mengembangkan model-model penilaian matapelajaran PKn

SD dengan memperhatikan tiga domain dari taksonomi Bloom. Masih ingatkah

Anda, apa tiga domain tersebut? Ya, seperti yang telah saya jelaskan di muka, tiga

domain dari taksonomi Bloom itu adalah (1) pengetahuan (kognitif), (2) sikap

(afektif), dan (3) ketrampilan (psikomotor). Di samping tiga taksonomi Bloom,

Inisiasi Pendidikan Kewarganegaraan 5

penilaian PKn untuk anak usia sekolah dasar perlu memperhatikan aspek psikologis,

sosiokultural, spiritual. Bahkan, menurut Lickona, 1996 evaluasi pembelajaran nilai

moral, hendaknya mencakup dimensi-dimensi moral knowing, moral feeling, dan

moral action.( Akbar, dkk,2002)

Agar lebih jelas hal yang akan kita bahas lebih lanjut, perhatikan bagan yang

menggambarkan garis besar pengembangan model alat penilaian PKn SD di bawah

ini!

Bagan 3.2 Pengembangan Alat Penilaian PKn SD

A. Pengembangan Alat Penilaian dalam Bentuk Tes dan Non-Tes

Matapelajara PKn, dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan teknik tes

dan teknik non-tes. Pembahasan mengenai pengembangan alat penilaian pada kedua

teknik tersebut dapat Anda baca pada berikut.

1. Pengembangan Alat Penilaian dengan Teknik Tes

Teknik tes merupakan salah satu alat, cara, dan langkah-langkah yang

sistematik untuk digunakan dalam mengukur sejumlah perilaku tertentu siswa.

Berdasarkan cara pelaksanaannya, teknik tes dikelompokkan sebagai berikut.

Tes tertulis, yaitu alat penilaian yang bentuk dan pelaksanaanya dilakukan

secara tertulis. Tes lisan, yaitu alat penilaian yang bentuk dan pelaksanaanya

dilakukan secara lisan. Tes perbuatan, yaitu alat penilaian yang baik

pertanyaan maupun jawabannya dilakukan secara tertulis maupun lisan, seperti

praktek di laboratorium, praktik kesenian, simulasi, dan deklamasi.

PENGEMBANGAN ALAT

PENILAIAN

Pengembangan alat penilaian

dengan teknik tes

Pengembangan alat penilaian

dengan teknik non-tes

Pengembangan alat penilaian

kognitif dan non-kognitif

􀂃 Pengembangan alat penilaian

kognitif

􀂃 Pengembangan alat penilaian

afektif

􀂃 Pengembangan alat penilaian

psikomotor

6 Inisiasi Pendidikan Kewarganegaraan

2. Pengembangan Alat Penilaian dengan Teknik Non-Tes

Teknik non-tes adalah alat penilaian yang prosedurnya tidak sistematis

sebagaimana teknik tes. Akan tetapi, teknik non tes ini dapat dilakukan untuk

memperoleh gambaran mengenai karakteristik minat, sikap, atau kepribadian

siswa. Berdasarkan cara pelaksanaannya, teknik non-tes dikelompokkan sebagai

berikut.

a. Skala sikap, yaitu alat penilaian yang digunakan untuk mengungkapkan

sikap siswa melalui tugas tertulis. Sikap artinya pendirin seseorang terhadap

suatu peristiwa atas obyek. Skala sikap alat penialain yang mengukur

pendirian seseorang seperti sangat setuju, ragu-ragu, setuju dan sangat tidak

setuju

b. Check list, yaitu alat penilaian yang pengisiannya dilakukan oleh guru atas

dasar pengamatan terhadap perilaku siswa. Dalam tes pengamatan, siswa

tidak perlu selalu diberitahu sebelumnya bahwa perilaku mereka sedang

diamati. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kealamiahan perilaku siswa

c. Quesioner, yaitu alat penilaian yang penyajian maupun pengerjaannya

dilakukan dengan cara tertulis. Penyusunan angket diarahkan untuk

menyaring infomasi mengenai berbagai faktor yang berpengaruh terhadap

prestasi belajar.

d. Catatan harian, yaitu suatu catatan mengenai perilaku siswa yang dipandang

mempunyai kaitan dengan perkembangan kepribadiannya. Misalnya, catatan

mengenai siswa yang memperlihatkan perilaku khusus seperti, suka

terlambat, mengambil milik teman, suka mengganggu, atau membuat gaduh

e. Portofolio, yaitu penilaian berdasarkan koleksi atau kumpulan bahan pilihan

yang dikembangkan oleh siswa/guru, berfungsi untuk menelaah proses,

usaha, perbaikan, dan pencapaian kinerja siswa secara objektif. Ada beberapa

prinsip yang perlu Anda perhatikan dalam penggunaan portofolio, yaitu (1)

saling percaya antara guru dan siswa (mutual trust), (2) milik bersama antara

guru dan siswa (joint ownership), (3) keberhasilan bersama antara guru dan

siswa (confidentiality), (4) kepuasan (satisfaction), serta (5) kesesuaian

(relevance).

B. Pengembangan Alat Penilaian Kognitif dan Non-Kognitif

Saudara, anda selaku guru SD, apakah Anda sudah melaksanakan dua

kegiatan penilaian, kognitif dan non-kognitif,? Dalam taksonomi Bloom, penilaian

non-kognitif meliputi penilaian afektif dan penilaian psikomotor.

Inisiasi Pendidikan Kewarganegaraan 7

1.Pengembangan Alat Penilaian Kognitif

Tes kognitif terdiri dari tes objektif dan tes esai. Baik tes objektif maupun

tes esai yang berbentuk tertulis dan bermanfaat untuk mengukur semua tujuan

pembelajaran. Kedua bentuk tes tersebut dapat mendorong siswa untuk

mempelajari konsep dasar dan untuk mencari solusi permasalahan. Di samping

itu, bentuk tes tersebut dapat menghasilkan skor yang nilainya tergantung pada

objektivitas dan keterhandalan (reliability) tes tersebut (Gronlund, 1996).

Menurut Bloom, penilaian ranah kognitif ada enam gradasi. Keenam

gradasi tersebut dijelaskan pada bagian berikut.

a. Pengetahuan, mencakup kemampuan ingatan dari apa yang telah dipelajari,

berkaitan dengan fakta, peristiwa, pengertian

b. Pemahaman, mencakup kemampuan menerima arti dan makna dari apa yang

telah diterima.

c. Penerapan, mencakup kemampuan menerapkan pada masalah yang nyata.

d. Analisis, mencakup kemampuan menganalisa apa yang dapat dimengerti

menjadi lebih paham lagi.

e. Sintesis, mencakup kemampuan membentuk pola baru yang dianggap lebih

tepat.

f. Evaluasi, mencakup kemampuan untuk menilai hasil ujian atu hal lain sesuai

dengan standart yang telah ada.

Adapun kata kerja yang digunakan dalam domain kognitif dideskripsikan pada

tabel berikut.

No. Jenis Hasil Belajar Indikator-indikator Cara Pengungkapan

1 Pengetahuan Dapat menyebutkan/

menunjukkan lagi.

Pertanyaan/tugas/tes

2 Pemahaman Dapat menjelaskan/

mendefinisikan.

Pertanyaan/soal/tugas

3 Penerapan Dapat memberi contoh/

memecahkan masalah.

Tugas/persoalan/tes

4 Analisis Dapat menguraikan/

mengklasifikasikan

Tugas/menganalisis

masalah

5 Sintesis Dapat menyimpulkan

kembali,

menggeneralisasikan

Tugas/persoalan

6

Evaluasi Dapat menginterpretasikan/

memberikan pertimbangan/

penilaian

Tugas/permasalahan.

8 Inisiasi Pendidikan Kewarganegaraan

Keenam jenis perilaku ini bersifat runtut. Sebagai contoh, pengetahuan

termasuk perilaku yang paling rendah, sedangkan evaluasi tergolong perilaku

tertinggi. Perlu Anda ketahui bahwa perilaku yang gradasinya paling tinggi

menurut Bloom selalu diawali dari yang terendah lebih dahulu baru ke yang lebih

tinggi.

Selanjutnya, setelah menentukan kisi-kisi soal PKn SD, dilakukan

penyusunan model tes. Bentuk soal tes esei dan tes objektif aspek kognitif pada

matapelajaran PKn di SD dideskripsikan pada bagian berikut.

Mata pelajaran : PKn

Standar Kompetensi : Demokrasi

Kelas/Semester : 2/2………..

Model Soal : Esai

SOAL

Jawab pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan benar!

Dengarkan dengan baik apabila guru kalian membacakan pertanyaan di bawah

ini!

1) Kemarin bu guru bercerita tentang demokrasi, masih ingatkah anak-anak

apa demokrasi ?

2) Pemilihan ketua kelas di kelas dua yang terpilih siapa?

3) Anak-anak memilih Krisna jadi ketua kelas, karena dipaksa atau tidak?

4) Memilih ketua kelas tidak dipaksa, berarti Krisna terpilih secara …………….

KUNCI JAWABAN

1) Demokrasi adalah bebas memilih ketua kelas tanpa dipaksa siapa pun.

2) Ketua kelas yang terpilih adalah Krisna.

3) Anak-anak memilih Krisna menjadi ketua kelas tanpa dipaksa.

4) Krisna dipilih secara demokratis.

Inisiasi Pendidikan Kewarganegaraan 9

Model alat penilaian diatas sekedar contoh, sehingga Anda silakan

mengembangkan sendiri dengan menyesuaikan dengan kondisi sekolah Anda

masing-masing.

3. Pengembangan Alat Penilaian Afektif

Alat penilaian afektif, atau disebut juga dengan tes afektif, merupakan

salah satu bagian dari tes non-kognitif. Domain afektif ini mencakup nilai, sikap,

minat, dan perasaan. Penilaian untuk domain ini relatif sulit. Perlu Anda ketahui

bahwa Bloom menggradasikan ranah afektif menjadi lima tingkatan sebagai

berikut.

a. Penerimaaan, berhubungan dengan kesensitifan. Sebagai contoh,

kemampuan mengakui adanya perbedaan-perbedaan.

b. Partisipasi, berhubungan dengan kesediaan memperhatikan. Misalnya, ikut

berpartisipasi dalam suatu kegiatan.

c. Penilaian dan penentuan sikap, mencakup penerimaan yang mengakui

penilaian atu pendapat orang lain.

d. Organisasi, mencakup sistem nilai sebagai pedoman dan pegangan hidup.

Misalnya, menganggap nilai dalam suatu skala penilaian yang digunakan

sebagai pedoman untuk bertindak.

e. Pembentukan pola hidup, mencakup kehidupan pribadi. Sebagai contoh,

mempertimbangkan sesuatu dengan detil.

Mata pelajaran : PKn

Standar Kompetensi : Sumpah Pemuda

Kelas/Semester : 3/1

Model Soal : Pilihan Ganda/Objektif Tes

SOAL

Pilih salah satu jawaban yang dianggap paling benar!

1. Hari sumpah pemuda diperingati setiap tanggal….

a) 28 September

b) 28 Oktober

c) 28 Nopember

d) 28 Desember

2. Para pemuda yang mengikuti ikrar sumpah pemuda adalah….

a) Yong dari Jawa dan Sumatra

b) Yong dari Sulawesi dan Kalimantan

c) Yong dari Nusa tenggara dan Irian

d) Yong dari seluruh pelosok tanah air

10 Inisiasi Pendidikan Kewarganegaraan

Dari kelima gradasi di atas juga dilaksanakan secara hierarkis, artinya gradasi

kelima bisa dilakukan dengan baik apabila yang sebelumnya sudah.

Kata kerja yang digunakan dalam domain afektif dapat Anda lihat pada tabel

berikut.

No

Jenis Hasil Belajar Indikator-indikator Cara Pengungkapan

1

Penerimaan Bersikap menerima menyetujui

atau sebaliknya

Pernyataan/tes/

skala sikap

2 Partisipasi Bersedia terlibat/partisipasi

memanfaatkan atau sebaliknya

Tugas/observasi/tes

3 Penilaian sikap Memandang penting/bernilai

berfaedah/ indah/harmonis/

kagum atau sebaliknya

Skala sikap/

Pernyataan

4 Organisasi Mengakui/mempercayai/

meyakinkan atau sebaliknya

Skala sikap/

tugas/ekspresif

5 Pembentukan pola Melembagakan/membiasakan/

menjelmakan dalam pribadi dan

perilaku sehari-hari

Skala sikap/

tugas/ekspresif

Tabel 3.3 Kata Kerja dalam Domain Afektif dari Taksonomi Bloom

Inisiasi Pendidikan Kewarganegaraan 11

Kelima jenis perilaku dalam domain afektif ini bersifat runtut.

Berikut contoh model tes afektif dengan bentuk skala sikap/bertingkat

(rating scale) pada mata pelajaran PKn di SD.

Mata pelajaran : PKn

Standar Kompetensi : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Kelas/Semester : 5/1

Model Soal : Skala sikap/bertingkat (Rating Scale)

SOAL

Baca soal ini dengan teliti, kemudian pilih salah satu jawaban yang paling tepat!

1) NKRI cocok untuk Negara kepulauan seperti Indonesia, maka perlu

dipertahankan.

2) NKRI tidak perlu karena bertentangan dengan OTODA.

3) NKRI tidak perlu karena tidak mendidik bangsa tidak mandiri.

4) NKRI perlu karena sesuai dengan Sila tiga Pancasila.

5) NKRI perlu bangsa Indonesia krisis jati diri.

KUNCI JAWABAN

No. Sangat

Tidak Suka

Tidak

Suka

Biasa Suka Sangat

Suka

1 V

2 V

3 V

4 V

5 V

Tabel 3.2 model penilaian skala sikap PKn SD

12 Inisiasi Pendidikan Kewarganegaraan

Tabel 3.3 model penilaian skala bertingkat (rating scale)

4. Pengembangan Alat Penilaian Psikomotor

Ranah psikomotor terdiri dari tujuh jenis perilaku. Ketujuh jenis perilaku

tersebut dapat Anda cermati pada ulasan berikut ini.

a. Persepsi, mencakup kemampuan memilah-milah hal-hal secara khas setelah

menyadari adanya perbedaan. Misalnya, pemilahan anak yang rajin dengan

yang tidak rajin, yang nilai rapornya baik dengan yang kurang.

b. Kesiapan, mencakup kemampuan penempatan diri dalam gerakan jasmani

dengan rohani. Dalam PKn misalnya mengamati perilaku seseorang.

c. Gerakan terbimbing, mencakup kemampuan melakukan gerakan sesuai

dengan contoh dari guru. Dalam pembelajaran PKn misalnya guru memberi

contoh/ suri tauladan cara mengucap salam yang baik jika ketemu saudara

yang lebih tua, teman, bertamu ke rumah orang.

Mata pelajaran : PKn

Standar Kompetensi : Menghargai Keputusan Bersama

Kelas/Semester : 5/2

Model Soal : Skala sikap/bertingkat (Rating Scale)

SOAL

Pilih salah satu jawaban yang cocok dengan pilihanmu, dan beri tanda cek (V).

Perilaku Aminah dalam mematuhi keputusan bersama menjalankan peraturan

sekolah.

No. Perilaku Sedang Baik Baik

sekali

1 Datang ke sekolah sebelum bel berbunyi

2 Membuat surat jika tidak masuk sekolah

3 Tidak menyontek waktu tes berlangsung

4 Mengucap salam setiap ketemu guru

5 Bermain di halaman sekolah

KUNCI JAWABAN

No. Perilaku Sedang Baik Baik

sekali

1 Datang ke sekolah sebelum bel berbunyi V

2 Membuat surat jika tidak masuk sekolah V

3 Tidak menyontek waktu tes berlangsung V

4 Mengucap salam setiap ketemu guru V

5 Bermain di halaman sekolah V

Inisiasi Pendidikan Kewarganegaraan 13

d. Gerakan yang terbiasa, mencakup kemampuan memberi salam pada guru

sebelum masuk kelas, ini sudah tidak usah dibimbing sudah biasa dilakukan .

e. Gerakan kompleks, mencakup kemampuan melakukan sikap moral cara

membantu teman yang membutuhkan bantuan dengan sikap yang

menyenangkan, trampil dan cekatan.

f. Penyesuaian pola gerakan, mencakup kemampuan mengadakan

penyesuaian dengan lingkungan, menyesuaikan diri dengan hal-hal yang

baru.

g. Kreativitas, mencakup kemampuan berperilaku yang disesuaikan dengan

sikap dasar yang dimilikinya sendiri. Misal cara bergaul dengan teman yang

menyenangkan, cara menolong teman yang sakit, teman jatuh dengan sikap

yang penuh keiklasan dan menyenangkan.

Kata kerja yang digunakan dalam domain afektif dapat Anda lihat pada tabel

berikut.

No

Jenis Hasil

Belajar

Indikator-indikator Cara Pengungkapan

1 Persepsi Dapat menyiapkan diri Tugas/observasi/tindakan

2 Kesiapan Dapat menirukan Tugas/observasi/tes/tindakan

3 Gerakan terbimbingDapat berpegang pada pola Tugas/observasi

4 Gerakan terbiasa Menjadi lincah dan lancar Tugas/tes/tindakan

5 Gerakan kompleks Dapat mengatur kembali Tugas/tindakan

6 Penyesuaian Dapat menciptakan pola Tugas/observasi

7 Kreativitas Menjadi kreatif dan cekatan Tugas/observasi

Tabel 3.4 Kata Kerja dalam Domain Psikomotor dari Taksonomi Bloom

Dalam pembelajaran PKn SD tabel tersebut disesuaikan dengan karakteristik

dan tujuan dari PKn sendiri, yaitu menanamkan nilai, norma dan moral untuk

membentuk karakter warga negara yang baik yaitu warga negara yang tahu mau dan

sadar akan hak dan kewajibannya.

Ketujuh jenis perilaku tersebut mengandung urutan taraf keterampilan yang

berangkaian dan bersifat runtut. Perilaku persepsi bergradasi paling rendah,

sedangkan perilaku kreativitas paling tinggi. Perlu Anda ketahui bahwa perilaku

yang gradasinya paling tinggi, menurut Bloom, akan tercapai setelah siswa

melalui perilaku-perilaku rendah di bawahnya terlebih dulu. Siswa akan mampu

berkreativitas kalau ia telah mampu melalui gradasi pertama (perilaku persepsi)

sampai gradasi keenam (penyesuaian pola gerakan) dengan baik.

14 Inisiasi Pendidikan Kewarganegaraan

Berikut contoh model tes psikomotor dengan bentuk tes unjuk kerja

(performance) pada matapelajaran PKn di SD.

Latihan Soal

Untuk memantapkan pemahaman Anda terhadap materi pengembangan model

penilaian PKn SD coba kerjakan latihan di bawah ini!

1. Nilai rapor di SD/MI pada umumnya lebih menekankan pada hasil tes kognitif

Jelaskan mengapa nilai kognitif dan psikomotor tidak dijadikan bahan

pertimbangan?

2. Ada beberapa prisip penilaian dalam menyusun tugas portofolio, Sebut dan

jelaskan bagaimana prinsip-prinsip penilaian portofolio dalam pembelajaran PKn

SD!

3. Mengukur sikap murid SD ternyata cukup sulit. Susunlah satu contoh model tes

afektif yang dapat untuk mengukur perubahan sikap/tingkah laku anak!

4. Setiap guru kelas selalu dihadapkan pada penyusunan soal di kelasnya. Sebut dan

jelaskan bagaimana cara menyusun tes kelas yang baik menurut pendapat

Gronlund!

Rambu-Rambu Jawaban

1. Menurut hasil penelitian sebagian besar guru-guru kurang paham dengan cara

mengaplikasikan model penilaian afektif dan psikomotor, sehingga nilai rapor

hanya diambilkan dari aspek kognitif saja. Oleh karena itu model- model

penilaian dari tiga domain tersebut perlu segera dikembangkan dan di aplikasikan

dalam pembelajaran PKn di SD, agar tidak over kognitif.

2. Ada lima prinsip yang perlu diperhatikan dalam penggunaan portofolio, yaitu (a)

saling mempercayai antara guru dengan siswa (mutual trust), (b) keberhasilan

bersama dalam mengumpulkan bahan dan hasil penilaian (confidentiality), (c)

milik bersama antara guru dan siswa (joint ownership), (d) kepuasan terhadap

bukti prestasi (satisfaction), dan (e)sesuai dengan bahan yang dihimpun

(relevance)

3. Contoh soal: Jika ada seorang anak tertabrak mobil, padahal saat itu Anda harus

segera masuk ke kelas untuk melaksanakan UAS, apa yang akan Anda lakukan?

A. Lari cepat karena takut terlambat UAS.

B. Lari cepat karena mencari kendaraan untuk dipasrahkan pada orang agar

dibawa ke dokter.

C. Lari cepat untuk mengantarkan ke rumah sakit.

D. Lari cepat untuk menghubungi polisi

Inisiasi Pendidikan Kewarganegaraan 15

4. Cara menyusun tes yang baik menurut Gronlund adalah…..

A. Menyusun kisi-kisi soal

B. Menentukan langkah-langkah dasar seperti di jelaskan dalam buku ajar

C. Berorientasi pada tujuan yang diinginkan

D. Bahasanya bahasa baku.

Rangkuman

• Penilaian PKn tidak hanya ditekankan pada domain kognitif saja, melainkan lebih

ditekankan pada domain afektif tanpa meninggalkan domain kognitif dan

psikomotor. Penyusunan model penilaian PKn ini kiranya perlu disosialisasikan

kepada guru-guru SD dan guru-guru MIS, karena pada umumnya guru-guru

tersebut masih melaporkan nilai PKn dalam buku rapot dengan sekedar

menekankan pada nilai rata-rata tes formatif, sub-sumatif, dan sumatif dengan titik

tekan pada domain kognitif saja.

• Penilaian PKn di sekolah dasar hendaknya ditekankan pada nilai rata-rata afektif,

kognitif, dan psikomotor secara menyeluruh sehingga sesuai dengan tujuan PKn

itu sendiri. Dengan model penilaian seperti tersebut, diharapkan warga negara

Indonesia menjadi warga negara yang baik, yaitu warga negara yang tahu, mau,

dan sadar akan hak dan kewajibannya. Di samping itu, diharapkan kelak menjadi

warga negara yang cerdas, terampil, dan berbudi pekerti luhur.

16 Inisiasi Pendidikan Kewarganegaraan

Penugasan

1. Ambil tes buatan guru mata pelajaran PKn, coba analisis soal tersebut dan

kelompokkan soal-aoal yang mengukur kemampuan kognitif, afektif dan

psikomotor.

2. Coba rancang alat penilaian matapelajaran PKn SD untuk kelas I sampai 6 yang

berisi tentang penilaian Kognitif, afektif dan psikomotor

Tindak Lanjut

Untuk memudahkan anda dalam mempelajari bahasan ini lakukanlah langkah

berikut.

1. Baca dan pahamilah uraian materi yang ada dalam topik bacaan-bacaan yang

dianjurkan

2. Buatlah rangkuman materi bahasan dari sejumlah topik bacaan yang dianjurkan,

catatlah konsep-konsep utama dan kata-kata kunci yang ada dalam bacaan

tersebut.

3. Kerjakan soal-soal latihan yang disediakan. Perhatikan bahwa petunjuk jawaban

latihan hanya digunakan sebagai rambu-rambu dalam menjawab soal, selanjutnya

jabarkan jawaban anda sesuai dengan uraian materi yang ada dalam topik yang

dianjurkan.

4. Bila anda telah menjawab seluruh soal latihan sesuai dengan soal latihan sesai

dengan bacaan tersebut silahkan lanjutkan ke unit berikutnya

2.1.1.Merumuskan proses belajar PKn tentang konsep kejujuran

MATERI PEMBELAJARAN PKn

 

2.1.1 Merumuskan proses belajar PKn tentang konsep kejujuran

Konsep pembelajaran tentang kejujuran adalah masuk dalam ranah sikaf. Sikaf dapat tercermin dalam sebuah tingkah laku atau prilaku siswa itu sendiri. Atas dasar tersebut, maka rumusan proses pembelajaran konsep kejujuran harus dirancang dalam bentuk proses prilaku baik secara perorangan maupun kelompok diskusi. Misalnya diskusi kelombok, depat, musyawarah dan lain-lain.

 

2.1.2 Membuat tes proses pembelajaran tentang sikap nasionalisme

Tes tentang pembelajaran sikaf nasionalisme dapat dirumuskan dalam tes sekala sikaf dengan menggunakan media angket tentang sikaf siswa secara pribadi terhadap rasa nasionalisme terhadap Bangsa dan Negara.

Test sekala sikaf merupakan test subjektif bersisikan sikaf-sikaf yang diharapkan dimilki siswa yang dituangkan dalam pertanyaan-pertanyaan dengan alternative jawaban (setuju, kurang setuju, sangat setuju) atau alternative lain yang disesuaikan dengan pertanyaanya.

 

2.2.1 Membuat contoh sangsi  pelanggaran norma yang berlaku di sekolah

Sanksi-sanksi yang diberlakukan di sekolah merupakan hasil rumusan kesepakatan antara, pihak sekolah, komite dan orang tua siswa yang dituangkan dalam tata tertib sekolah. Semua bentuk sanksi yang nantinya diberlakukan harus bersifat mendidik dan menanamkan sikaf taat hokum. Misalnya jika siswa tidak membuang sampah pada tempatnya, maka hukumannya harus membuat dia mau membuang sampah. Siswa yang bolos sekolah, hukumannya harus mengacu kepada sikaf agar dia tidak mengulangi prilaku bolosnya itu.

 

2.3.1 Menelaah  prinsip-prinsip demokrasi.

Demokrasi adalah sebuah sistem pemerintahan di mana  kedaulatan ada di tangan rakyat. Artinya, dalam negara demokrasi rakyatlah pemegang kekuasaan tertinggi. Namun, bukan berarti rakyatlah yang menjalankan roda pemerintahan. Rakyat diberikan kesempatan untuk ikut serta menentukan jalannya pemerintahan. Kekuasaan ini terwujud dalam suatu sistem pemilihan wakil rakyat. Rakyat menyerahkan kekuasaannya kepada para wakil yang duduk di pemerintahan. Dengan demikian, pemerintah sesungguhnya memegang amanat rakyat.

 

2.3.2 Mengkategorikan Peraturan perundang- undangan di tingkat pusat dan daerah.

Dilihat dari wilayah pemberlakuannya, peraturan perundang-undangan dibagi menjadi dua jenis. Pertama, peraturan perundang-undangan tingkat pusat. Kedua, peraturan perundang-undangan tingkat daerah.

Peraturan perundang-undangan tingkat pusat dibuat oleh pemerintah tingkat pusat. Paraturan perundang-undangan tingkat pusat diberlakukan bagi seluruh rakyat Indonesia. (Contohnya UUD 45, PP, Permen)

Perundanga-undangan tingkat daerah dibuat oleh pemerintahan daerah dan hanya berlaku bagi daerah tersebut.(contohnya Perda)

 

2.4.1 Mengemukakan sejarah terbentuknya Pancasila sebagai pandangan hidup dan sejarah Pancasila sebagai dasar negara.

Pancasila sebagai dasar negara berfungsi penting dalam kehidupan bernegara. Pancasila menjadi penentu arah dan cita-cita luhur bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai pandangan hidup artinya bahwa pancasila harus dijadikan tuntunan untuk menjalankan kehidupan bernegara. Segenap warga Indonesia harus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Bila semua dapat melakukannya maka cita-cita luhur bangsa Indonesia akan terwujud. Cita-cita luhur yang dimaksud yaitu masyarakat adil dan makmur.

Sejarah perumusanPancasila sangatlah panjang, namun berkat kebersamaan para tokoh bangsa yang diantaranya beberapa rumusan yang diajukan oleh :

 

Mohammad Yamin.

1.      Peri Kebangsaan 2. Peri Kemanusiaan 3. Peri Ketuhanan 4. Peri Kerakyatan 5. Kesejahteraan Rakyat

 

Soepomo.

1.      Persatuan 2. Kekeluargaan 3. Keseimbangan Lahir dan Batin 4. Musyawarah 5. Keadilan Rakyat

Soekarno.

1.      Kebangsaan Indonesia atau Nasionalisme 2. Peri Kemanusiaan atau Internasionalisme 3. Mufakat atau Demokrasi 4. Kesejahteraan Sosial 5. Ketuhanan Yang Maha Esa

 

2.4.2 Menyimpulkan nilai-nilai Pancasila,sebagai idiologi negara.

Pancasila yang merupakan rakuman tatanan nilai-nilai luhur segenap Bangsa dan Negara Indonesia menjadi idiologi dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Semua lapisan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali, wajib metaati semua nilai yang terkandung di dalamnya.

 

2.5.1 Menganalisis  pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Pasal 1  UUD tahun 1945 (ayat1) Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik

Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah menjadi harga mati, artinya baik pemerintah pusat, daerah dan segenap rakyat Indonesia berkewajiban untuk menjaga keutuhan NIKRI, dengan meciptkan kehidupan yang damai, tolerasi, utuh, demokratis, saling menghargai dan menghormati keragaman suku, budaya, bahasa, dan agama sebagai kesatuan saling melengkapi.

 

2.5.2 Menelaah bentuk-bentuk manifestasi nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.

Benruk-bentuk mansifestasi nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya:

1.      Prilaku Cinta tanah air dan bangsa

2.      Menghormati keragam suku bangsa sebagai keutuhan bangsa

3.      Perduli terhadap sesama

4.      Menjaga dan memelihara pasilitas-pasilitas umum

5.      Menjaga dan mengembangkan kelestarian budaya bangsa

 

2.6.1 Menelaah setiap lembaga-lembaga pemerintahan di tingkat desa, kabupaten/kota, provinsi, dan pusat.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebut bahwa desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(Yang termasuk lembaga-lembaga di Desa adalah; Kepala Desa, BPD,Perangkat Desa,)

 

Kabupaten adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah provinsi. Pemerintahan kabupaten terdiri atas pemerintah kabupaten dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten. Pemerintah kabupaten terdiri atas bupati dan perangkatnya.

Hak dan kewajiban pemerintah kabupaten/kota diatur dalam pasal 21 dan 22 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Hak pemerintah kabupaten/kota sendiri antara lain:

a. Mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya.

b. Memilih pimpinan daerah.

c. Mengelola aparatur daerah.

d. Mengelola kekayaan daerah.

e. Memungut pajak daerah dan retribusi daerah.

f. Mendapatkan bagi hasil dari pengelolaan sumber daya alam dan

sumber  daya lainnya yang berada di daerah.

g. Mendapatkan sumber-sumber pendapatan lain yang sah.

h. Mendapatkan hak lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-

undangan.

Lembaga-lembaga daerah di tingkat Kabupaten Kota yaitu; Bupati/Wali Kota, DPRD,Polres, Kodim, Pengadilan negeri, Kejaksaan negeri)

 

Provinsi adalah nama sebuah pembagian wilayah administratif dibawah wilayah nasional. Kata ini merupakan kata pungutan dari bahasa Belanda provincie yang berasal dari bahasa Latin dan pertama kalinya digunakan di kekaisaran Romawi. Mereka membagi wilayah kekuasaan mereka atas provincie.Dalam pembagian administratif, Indonesia terdiri atas 33 provinsi yang masing-masing provinsi dikepalai oleh seorang gubernur.(Lembaga-lembaga tingkat Provinsi: Gubernur, DPRD, Sekda, Sekertariat DPRD, Pamongpraja,

 

Pemerintahan Pusat adalah Presiden. Sedangkan Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Kedaulatan ada di tangan rakyat: MPR, DPR, DPD, Presiden, MA (lembaga kehakiman), MK (Kekuasaan kehakiman), Komisi Yudisial, BPK,

 

2.6.2. Menelaah system Pemilu dan Pilkada yang ada di Indonesia

Pemilu dan Pilkada di Indonesia dilaksanakan dengan sitem langsung oleh rakyat dengan prinsip LUBER (Langsung Umum Bebas dan Rahasia)

 

2.7.1 Menelaah prinsip politik luar negeri dan dalam negeri ASEAN.

Prinsip politik Indonesia adalah bebas aktif,

Prinsif politik luar negeri Indonesia adalah menerapkan system politik bebas aktif. Rumusan yang ada pada alinea I dan alinea IV Pembukaan UUD 1945 merupakan dasar hukum yang sangat kuat bagi politik luar negeri RI. Namun dari rumusan tersebut, kita belum mendapatkan gambaran mengenai makna politik luar negeri yang bebas aktif.

Menurut Mochtar Kusumaatmaja rumusan bebas aktif sebagai  berikut : Bebas, dalam pengertian bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa sebagaimana dicerminkan dalam Pancasila. Aktif, berarti bahwa di dalam menjalankan kebijaksanaan luar negerinya, Indonesia tidak bersifat pasif-reaktif atas kejadiankejadian internasionalnya, melainkan bersifat aktif.

2.1.2.Membuat tes proses pembelajaran tentang sikap nasionalisme

Membuat tes proses pembelajaran tentang sikap nasionalisme

Tes tentang pembelajaran sikaf nasionalisme dapat dirumuskan dalam tes sekala sikaf dengan menggunakan media angket tentang sikaf siswa secara pribadi terhadap rasa nasionalisme terhadap Bangsa dan Negara.

Test sekala sikaf merupakan test subjektif bersisikan sikaf-sikaf yang diharapkan dimilki siswa yang dituangkan dalam pertanyaan-pertanyaan dengan alternative jawaban (setuju, kurang setuju, sangat setuju) atau alternative lain yang disesuaikan dengan pertanyaanya.

2.2.Menilai berbagai norma dalam kehidupan

Nilai Dan Norma Dalam Kehidupan Masyarakat

 

 

Nilai adalah sesuatu yang berguna dan baik yang dicita-citakan dan dianggap penting oleh masyarakat oleh masyarakat.sesuatu dikatakan mempunyai nilai,apabila mempunyai /kegunaan,kebenaran,kebaikan,keindahan dan religiositas.sedangkan Norma merupakan ketentuan yang berisi perintah-perintah atau larangan-larangan yang harus dipatuhi warga masyarakat demi terwujudnya nilai-nilai.

Nilai dan norma merupakan dua hal yang saling berhubungan dan sangat penting bagi terwujudnya suatu keteraturan masyarakat.nilai dalam hal ini adalah ukuran,patokan,anggapan dan keyakinan yang dianut orang banyak dalam suatu masyarakat.keteraturan ini bisa terwujud apabila anggota masyarakat bersikap dan berperilaku sesuai dan selaras dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku.seseorang yang ingin memenuhi kebutuhan  sosial seperti,kegiatan bersama harus memerhatikan dan melaksanakan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.apabila dalam memenuhi kebutuhan tersebut mengabaikan nilai dan norma sosial yang berlaku,tentunya ketertiban dan keteraturan sosial tidak akan terwujud.

Beberapa pandangan tentang nilai:

a.       Nilai bersifat Objektif

   Pandangan ini menganggap bahwa nilai suatu objek itu melekat pada objeknya dan tidak tergantung pada subjek yang menilai.maksudnya,setiap objek itu memiliki nilai sendiri,meskipun tidak diberi nilai oleh seseorang/subjek.

b.       Nilai bersifat Subjektif.

Pandangan ini beranggapan bahwa nilai dari sesuatu itu tergantung pada orang/subjek yang menilainya.suatu objek yang sama dapat mempunyai nilai yang berbeda bahkan bertentangan bagi orang yang satu dengan orang lain.suatu objek yang sama dapat dinilai baik atau buruk,benar atau salah,serta berguna atau tidak berguna tergantung pada subjek yang menilainya.

 

Nilai  dibagi menjadi empat antara lain:

                1.Nilai Etika merupakan nilai untuk manusia sebagai pribadi yang utuh,misalnya kejujuran.nilai tersebut saling berhubungan dengan akhlak,nilai ini juga berkaitan dengan benar atau salah yang dianut oleh golongan atau masyarakat.nilai etik atau etis sering disebut sebagai nilai moral,akhlak,atau budi pekerti.selain kejujuran,perilaku suka menolong,adil,pengasih,penyayang,ramah dan sopan termasuk juga ke dalam nilai ini.sanksinya berupa teguran,caci maki,pengucilan,atau pengusiran dari masyarakat.

                2.Nilai Estetika atau nilai keindahan sering dikaitkan dengan benda,orang,dan peristiwa yang dapat menyenangkan hati(perasaan).nilai estetika juga dikaitkan dengan karya seni.meskipun sebenarnya semua ciptaan tuhan juga memiliki keindahan alami yang tak tertandingi. 

                3.Nilai Agama berhubungan antara manusia dengan tuhan,kaitannya dengan pelaksanaan perintah dan larangannya.Nilai agama diwujudkan dalam bentuk amal perbuatan yang bermanfaat baik didunia maupun di akhirat,seperti rajin beribadah,berbakti kepada orangtua,menjaga kebersihan,tidak berjudi dan tidak meminum-minuman keras,dan sebagainnya.bila seseorang melanggar norma/kaidah agama,ia akan mendapatkan sanksi dari Tuhan sesuai  dengan keyakinan agamanya masing-masing.oleh karena itu,tujuan norma agama adalah menciptakan insan-insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,dalam pengertian mampu melaksanakan apa  yang menjadi perintah dan meninggalkan apa yang dilarangannya.adapun kegunaan norma agama,yaitu untuk mengendalikan sikap dan perilaku setiap manusia dalam kehidupannya agar selamat di dunia dan di akhirat.

                4.Nilai sosial berkaitan dengan perhatian dan perlakuan kita terhadap sesama manusia di lingkungan kita.nilai ini tercipta karena manusia sebagai mahkluk sosial.manusia harus menjaga hubungan diantara sesamannya,hubungan ini akan menciptakan sebuah keharmonisan dan sikap saling membantu.kepedulian terhadap persoalan lingkungan,seperti kegiatan gotong-royong dan menjaga keserasian hidup bertetangga,merupakan contoh nilai sosial.

berdasarkan proses terbentuknya,nilai dapat diklasifikasikan menjadi enam macam:

  a.Nilai teori

     Kegiatan untuk mengetahui identitas benda serta kejadian yang ada disekitarnya akan melahirkan nilai teori.teori ini muncul dengan diawali fenomena yang terjadi,kemudian dilakukan sebuah pengamatan.untuk mengetahui identitas mahkluk hidup maka hasilnya adalah pengetahuan tentang mahkluk hidup,seperti kehidupan flora dan fauna.

 

  b.Nilai Ekonomi                      

     Kegiatan untuk menilai kegunaan benda-benda untuk memenuhi kebutuhan akan melahirkan nilai ekonomi.nilai ekonomi berkaitan dengan ketersediaan,kecukupan sarana pemenuhan kebutuhan hidup.

 

  c.Nilai Religi

     Kepercayaan yang manusia anut atau agama

 

  d.Nilai Estetis

     Nilai estetis terbentuk bila manusia memahami yang indah melalui intuisi dan imajinasinya.

 

  e.Nilai Sosial

      Nilai sosial terbentuk bila orientasi(arah)penilaian tertuju pada hubungan antarmanusia,yang menekankan pada segi-segi kemanusiaan yang luhur.

 

  f.Nilai Politik

     apabila tujuan penilaian berpusat pada kekuasaan dan pengaruh yang terdapat dalam kehidupan masyarakat,akan terbentuk nilai politik.

 

 

 

     Norma merupakan suatu aturan-aturan yang berisi perintah,larangan,dan sanksi-sanksi bagi yang melanggarnya.pada dasarnya norma merupakan nilai,tetapi disertai dengan sanksi yang tegas terhadap pelanggarnya.norma merupakan aturan-aturan dengan sanksi-sanksi yang dimaksudkan untuk mendorong bahkan menekan perorangan,kelompok,atau masyarakat secara keseluruhan untuk mencapai nilai-nilai sosial.

    Norma sosial adalah aturan,standar(patokan) yang dipergunakan oleh anggota masyarakat sebagai petunjuk,perintah,anjuran,dan larangan.Dalam perkembangannya,suatu norma sosial akan menjadi bagian tertentu dari lembaga kemasyarakatan.Norma-norma sosial tersebut oleh masyarakat dikenal,diakui,dihargai,dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari.Tujuan dari diberlakukannnya suatu norma  pada dasarnya adalah untuk menjamin terciptannya ketertiban dalam masyarakat.

Secara umum kita dapat membedakan norma menjadi dua norma yaitu:

a.Norma khusus adalah aturan yang berlaku dalam kegiatan atau kehidupan khusus ,misalnya aturan olahraga,aturan pendidikan,atau aturan sekolah,dan sebagainnya.

b.Norma umum,adalah norma yang bersifat umum atau universal.

Didalam kehidupan masyarakat terdapat norma-norma (aturan-aturan)yang mengatur perilaku anggota masyarakat,yaitu sebagai berikut.

a.Norma Agama

   Norma agama merupakan atuaran-aturan yang mutlak kebenarannya karena aturan-aturan tersebut berasal dari Tuhan Yang Mahakuasa.Kebenaran norma adalah mutlak.hal ini disebabkan oleh aturan dan sanksinya diciptakan  oleh Tuhan Yang Mahakuasa.Norma agama berisi petunjuk Tuhan yang berupa perintah(kewajiban dan anjuran),larangan dan sanksinya bagi yang melanngar adalah di akhirat.

b.Norma Kesusilaan

    Norma kesusilaan merupakan aturan-aturan yang bersumber dari suara hati nurani manusia berupa perintah dan larangan hati nurani manusaia.contohnya kita harus jujur,mencintai sesama manusia,tidak boleh berbohong,dan tidak boleh menyakiti hati orang lain.Seorang yang melanggar norma ini akan menerima sanksi berupa perasaan tidak tentram,resah,gelisah dan sebagainya.

c.Norma Kesopanan

   Norma kesopanan adalah peraturan hidup yang mengatur sikap dan tingkah laku manusia dalam masyarakat.norma ini berisi perintah masyarakat yang harus dilaksanakan dan larangan masyarakat tidak boleh dilakukan.contohnya antara lain:

1).Jangan meludah sembarangan tempat.

2).Berbicara dengan orangtua berbahasa halus dan sopan.

3).Mengucapkan salam bila bertemu orang lain.

Pelanggarannya terhadap norma kesopanan akan menimbulkan sanksi dari masyarakat yang terwujud dalam bentuk teguran,caci maki,cemooh,diasingkan dari pergaulan,dan sebagainnya.

d.Norma Hukum

  Norma hukum adalah seperangkat peraturan yang dibuat oleh negara atau badan yang berwenang.norma hukum berisi perintah negara yang dilaksanakan dan larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan oleh warga negara.sifat dari norma ini adalah tegas dan memaksa.

Sifat”memaksa”dengan sanksinya yang tegas inilah yang merupakan kelebihan dari norma hukum,jika dibandingkan dengan norma-norma yang lainnya.demi tegaknya hukum,negara mempunyai lembaga beserta aparat-apratnya di bidang penegakan hukum seperti polisi,jaksa,dan hakim.bila seseorang melanggar hukum,ia akan menerima sanksinya berupa hukuman misalnya hukuman mati,penjara,kurungan,dan denda.

  Adapun unsur-unsur atau  ciri-ciri norma hukum adalah:

1).peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat.

2).peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib

3).peraturan yang bersifat memaksa

4).sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut adalah tegas

5).berisi perintah dan larangan

6).peraturan itu harus dipatuhi dan ditaati oleh setiap orang.

Timbulnya norma hukum dalam masyarakat suatu negara,karena norma adat,norma agama,dan norma kesusilaan,dan dirasakan belum cukup untuk menjamin adanya suatu ketertiban dalam hidup bermasyarakat.selain itu,dalam norma tersebut tidak adanya suatu paksaan dari alat-alat negara.akibatnya seringkali orang mengabaikan norma agama,kesusilaan,dan kesopanan.Jadi,norma diadakan agar ditaati oleh masyarakat.

Berdasarkan kekuataan daya pengikatnya,norma-norma sosial dibagi menjadi tata cara(usage),kebiasaan(folkways),tata kelakuan(mores),adat-istiadat(customs),dan hukum(laws).

a.Tata Cara(usage)

   proses interaksi yang terus-menerus akan melahirkan pola-pola tertentu yang dinamakan tata  cara(usage).tata cara merupakan norma yang menunjukan pada suatu bentuk perbuatan dengan sanksinya ringan terhadap pelanggarnya dibandingkan norma lainnya.misalnya,pada waktu makan bersendawa atau mendecak,tidak mencuci tangan sebelum makan,dan sebagainya.pelanggaran terhadap norma ini tidak akan mengakibatkan sanksi berat,melainkan hanya sekedar celaan atau dinyatakan tidak sopan oleh orang lain.

b.Kebiasaan(folkways)

kebiasaan adalah perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama.kebiasaan memiliki kekutan yang  lebih besar daripada tata cara,misalnya memberikan salam pada waktu bertemu,membungkukan badan sebagai tanda penghormatan kepada orang yang lebih tua,membuang sampah pada tempatnya ,berterima kasih atas pemberian orang lain,dan sebagainya.sanksinya  yang akan diterima bagi pelanggarannya dapat berupa teguran,sindiran,digunjingkan,dan dicemooh.

c.Tata Kelakuan(mores)

  tata kelakuan merupakan norma yang bersumber pada ajaran agama,filsafat,nilai kebudayaan atau ideologi yang dianut oleh masyarakat.tata kelakuan adalah aturan yang berlandaskan pada apa yang baik dan seharusnya dilakukan manusia.apabila orang melanggar kebiasaan akan dianggap aneh,tetapi kalau melanggar tata kelakuan akan disebut jahat.contohnya adalah larangan berzinah,berjudi,minum-minuman keras ,penggunaan narkoba,dan mencuri.pelanggaran terhadap tata kelakuan ini mengakibatkan sanksi yang berat,misalnya diusir dari kampungnya sehingga mores juga disebut norma berat.

  Fungsi tata kelakuan yaitu:                                                      

1.memberikan batas-batas pada kelakuan individu berupa perintah dan larangan

2.mengidentifikasikan  individu dan kelompoknya  memaksa individu untuk menyesuaikan perilakunya dengan norma yang berlaku.

3.menjaga solidaritas antaranggota masyarakat

d.Adat-Istiadat(customs)

   adat istiadat merupakan norma yang tidak tertulis namun sangat kuat mengikatnya sehingga anggota-anggota masyarakat yang melanggar adat-istiadat akan menderita yang kadang-kadang secara tidak langsung dikenakan.contohnya adat istiadat yang berlaku di masyarakat lampung,seorang suami tidak boleh menceraikan istrinya apabila terjadi perceraian maka tidak hanya bersangkutan yang tercemar namanya,tetapi seluruh keluarganya bahkan sukunya.sanksinya berupa pengucilan,dikeluarkan dari masyarakat/sukunya  atau harus memenuhi persyaratan  tertentu,seperti upacara adat.menurut adat istiadat mereka suatu perkawinan dinilai sebagai kehidupan bersama yang sifatnya abadi yang terputus apabila salah satu meninggal dunia.untuk menghilangkan pencemaran nama baik diperlukan upacara adat.

e.Hukum(laws)                                                                                                             

hukum merupakan norma yang bersifat formal,berupa aturan tertulis yang dibuat oleh lembaga yang berwenang dan memiliki sanksi yang tegas dan memaksa. 

 Sumber-sumber hukum antara lain:

a.Undang-Undang

   Undang-undang mempunyai dua pengertian,yaitu dalam arti formal dan material.undang-undang dalam arti formal,atau kebiasaan disebut juga undang-undang dalam arti sempit ialah setiap peraturan dan ketetapan yang dibentuk oleh alat kelengkapan negara yang diberi kekuasaan membentuk undang-undang.

Undang-undang dalam arti material atau disebut juga undang-undang dalam arti luas,yaitu setiap peraturan atau ketetapan yang isinya berlaku mengikat umum(setiap orang tanpa membedakan).biasanya undang-undang yang bersifat formal atau material,baik karena bentuknya  maupun karena isinya mengikat umum.akan tetapi,tidak setiap undang-undang mempunyai dua arti mungkin hanya mempunyai arti formal atau hanya mempunyai arti material saja,misalnya undang-undang tentang naturalisasi hanya merupakan undang-undang dalam arti formal saja,sebab meskipun bentuknya dibuat oleh pemerintah dengan persetujuan DPR namun isinya hanya mengikat kepada orang yang bersangkutan,yaitu orang yang di naturalisasikan.Sebaliknya,peraturan pemerintah yang merupakan undang-undang dalam arti material,namun tidak mempunyai arti formal karena tidak dibuat oleh pemerintah dengan persetujuan DPR.agar suatu undang-undang mempunyai kekuatan berlaku mengikat,syaratnya harus diundangkan dalam Lembaran Negara oleh Menteri Sekretaris Negara.setiap undang-undang yang telah diundangkan dalam Lembaran Negara,berlakulah “fictie hukum”,yaitu setiap orang dianggap telah mengetahui adanya suatu undang-undang.

Berakhirnya suatu undang-undang jika:

1).jangka waktu yang telah ditentukan oleh undang-undang telah lampau

2).keadaan atau hal dimana undang-undang itu diadakan sudah tidak ada lagi

3). Undang-undang itu dengan tegas dicabut oleh instansi yang membuat atau instansi yang lebih tinggi.

4).telah diadakan undang-undang yang baru isinya bertentangan dengan undang-undang yang dulu berlaku.

b.Kebiasaan

   Hukum kebiasaan adalah himpunan kaidah yang meskipun tidak ditentukan oleh badan-badan perundangan tetap ditaati juga.suatu hukum kebiasaan agar dapat ditaati,harus memenuhi syarat-syarat,yaitu:

1).adanya perbuatan yang tetap dilakukan orang

2).adanya keyakinan bahwa perbuatan itu harus dilakukan karena merupakan kewajiban.

c.Keputusan Hakim(Yurisprudensi)

   Yurisprudensi adalah keputusan hakim yang terdahulu yang sering diikuti dan dijadikan dasar keputusan oleh hakim mengenai masalah yang sama. Ada 3 alasan mengapa seorang hakim mengikuti keputusan hakim lain yaitu:

1).keputusan hakim yang mempunyai kekuasaan,terutama bila keputusan itu dibuat oleh Mahkamah Agung atau Pengadilan Tinggi,karena secara psikologis,seorang hakim akan menuruti keputusan hakim lain yang kedudukannya lebih tinggi.

2).alasan praktis

3).hakim mengikuti keputusan hakim lain karena ia menyetujui keputusan hakim lain itu,yaitu karena adanya persamaan pendapat.

d.Traktat

   Traktat atau treaty adalah perjanjian yang diadakan antara dua atau lebih negara.bila traktat diadakan hanya dua negara saja,perjanjian itu adalah perjanjian bilateral,sedangkan apabila perjanijian itu diikuti oleh banyak negara,perjanjian itu disebut perjanjian multilateral.kita mengenal dua perjanjian yaitu traktat dan agreement.traktat dibuat oleh presiden dengan persetujuan DPR,sedangkan agreement dibuat dengan keputusan Presiden dan biasanya hanya menyangkut masalah politik saja.

 Suatu traktat berlaku dan mengikat dan mengikat keras karena didasarkan pada asas”Pacta Sunt Servanda”,traktat itu mengikat dan berlaku sebagai peraturan hukum terhadap warga negara dari masing-masing negara yang mengadakan traktat tersebut.

e.Pendapat Para Sarjana(Doktrin)

   pendapat para sarjana yang ternama juga mempunyai kekuasaan dan berpengaruh dalam pengambilan keputusan oleh hakim.dalam yurisprudensi dapat kita ketahui bahwa seorang hakim sering berpegang pada pendapat seseorang atau beberapa sarjana hukum yang terkenal.Jadi pendapat para sarjana ini dapat menjadi sumber hukum melalui Yurisprudensi.

 

2.2.1.Membuat contoh sangsi pelanggaran norma yang berlaku di sekolah

Membuat contoh sangsi  pelanggaran norma yang berlaku di sekolah

Sanksi-sanksi yang diberlakukan di sekolah merupakan hasil rumusan kesepakatan antara, pihak sekolah, komite dan orang tua siswa yang dituangkan dalam tata tertib sekolah. Semua bentuk sanksi yang nantinya diberlakukan harus bersifat mendidik dan menanamkan sikaf taat hokum. Misalnya jika siswa tidak membuang sampah pada tempatnya, maka hukumannya harus membuat dia mau membuang sampah. Siswa yang bolos sekolah, hukumannya harus mengacu kepada sikaf agar dia tidak mengulangi prilaku bolosnya itu.

 

2.3.Merumuskan prinsip-prinsip demokrasi dan praktik demokrasi di Indonesia.

2.3.1 Menelaah prinsip-prinsip demokrasi

Inu Kencana Syafiie merinci prinsip-prinsip demokrasi sebagai berikut, yaitu ; adanya pembagian kekuasaan, pemilihan umum yang bebas, manajemen yang terbuka, kebebasan individu, peradilan yang bebas, pengakuan hak minoritas, pemerintahan yang berdasarkan hukum, pers yang bebas, beberapa partai politik, konsensus, persetujuan, pemerintahan yang konstitusional, ketentuan tentang pendemokrasian, pengawasan terhadap administrasi negara,perlindungan hak asasi, pemerintah yang mayoritas, persaingan keahlian, adanya mekanisme

politik, kebebasan kebijaksanaan negara, dan adanya pemerintah yang mengutamakan musyawarah.

Prinsip-prinsip negara demokrasi yang telah disebutkan di atas kemudian dituangkan ke dalam konsep yang lebih praktis sehingga dapat diukur dan dicirikan. Ciri-ciri ini yang kemudian

dijadikan parameter untuk mengukur tingkat pelaksanaan demokrasi yang berjalan di suatu negara. Parameter tersebut meliputi empat aspek, yaitu:

Pertama, masalah pembentukan negara. Proses pembentukan kekuasaan akan sangat

menentukan bagaimana kualitas, watak, dan pola hubungan yang akan terbangun.

Pemilihan umum dipercaya sebagai salah satu instrumen penting yang dapat mendukung proses pembentukan pemerintahan yang baik.

Kedua, dasar kekuasaan negara. Masalah ini menyangkut konsep legitimasi kekuasaan serta pertanggungjawabannya langsung kepada rakyat.

Ketiga, susunan kekuasaan negara. Kekuasaan negara hendaknya dijalankan secara distributif.

Hal ini dilakukan untuk menghindari pemusatan kekuasaan dalam satu tangan.

Keempat, masalah kontrol rakyat. Kontrol masyarakat dilakukan agar kebijakan yang diambil

oleh pemerintah atau negara sesuai dengan keinginan rakyat.

Beberapa karakteristik yang harus ditampilkan dari warga negara yang berkarakter dan berjiwa

demokratis, yaitu ;Memilki sikap rasa hormat dan tanggung jawab, bersikap kritis,

membuka diskusi dan dialog, bersikap terbuka, bersikap rasional, adil, dan selalu

bersikap jujur. Warga negara yang otonom harus melakukan tiga hal untuk mewujudkan

demokrasi konstitusional, yaitu menciptakan kultur taat hukum yang sehat dan aktif

(culture of law), ikut mendorong proses pembuatan hukum yang aspiratif (process of law

making), mendukung pembuatan materi-materi hukum yang responsif (content of law),

ikut menciptakan aparat penegak hukum yang jujur dan bertanggung jawab (structure of law).

PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI PANCASILA

1.Prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila

Ahmad Sanusi mengutarakan 10 pilar demokrasi konstitusional Indonesia menurut

Pancasila dan Undang-indang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, yang sebagai berikut:

a.Demokrasi yang Berketuhanan Yang maha Esa

b.Demokrasi dengan kecerdasan

c.Demokrasi yang berkedaulatan rakyat

d.Demokrasi dengan rule of law

e.Demokrasi dengan pemisahan kekuasaan Negara

f.Demokrasi dengan hak asasi manusia

g.Demokrasi dengan pengadilan yang merdeka

h.Demokrasi dengan otonomi daerah

i.Demokrasi dengan kemakmuran

 j.Demokrasi yang berkeadilan social

Demokrasi Pancasila mendasarkan diri pada faham kekeluargaan dan Kegotong-royongan yang ditujukan untuk:

a.Kesejahteraan rakyat

b.Mendukung unsur-unsur kesadaran hak ber-ketuhanan Yang Maha Esa  Menolak atheisme

d.Menegakkan kebenaran yang berdasarkan kepada budi pekerti yang luhur

e.Mengembangkan kepribadian Indonesia

f.Menciptakan keseimbangan perikehidupan individu dan masyarakat, kasmani dan rohani, lahir dan bathin, hubungan manusia dengan sesamanya dan hubungan manusia dengan Tuhannya.

2.Pelaksanaan demokrasi di Indonesia

Demokrasi merupakan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat,dan untuk rakyat.

Dalam perjalanan sejarah ketatanegaraan Negara kita, semua konstitusi yang pernah berlaku menganut prinsip demokrasi. Hal ini dapat dilihat misalnya:

a.Dalam UUD 1945 (sebelum diamandemen) pasal 1 ayat (2) berbunyi: ―Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan oleh  Majelis Permusyawaratan Rakyat‖.

 b.Dalam UUD 1945 (setelah diamandemen) pasal 1 ayat (2) berbunyi: ―Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut undang- undang dasar‖.

 

2.3.2.Mengkategorikan Peraturan perundang- undangan di tingkat pusat dan daerah

Pancasila adalah sumber hukum nasional. Penyusunan peraturan perundang-undangan harus bersumber pada sumber hukum. Dalam penyusunan peraturan perundang-undangan ada tata

urutannya, yaitu mulai pusat sampai daerah.

1. Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945)

 

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 adalah bentuk peraturan- perundangan yang tertinggi. Dengan demikian, semua peraturan perundangan di bawahnya

tidak boleh bertentangan dengan UUD 1945.

UUD 1945 ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945. UUD 1945 ini merupakan Konstitusi pertama yang terdiri atas pembukaan,

batang tubuh, dan penjelasan resmi. Undang-Undang Dasar 1945 telah mengalami empat kali perubahan atau amandemen yang dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Pertama pada tanggal 19 Agustus 1999. Kedua, pada tanggal 18 Agustus 2000. Ketiga, 10 November 2001. Keempat, tanggal 10 Agustus 2002.

2. Undang-Undang (UU)/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu)

Rencana penyusunan Undang-Undang dilakukan dalam suatu Program Legislasi Nasional antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama dengan pemerintah. Undang-Undang ini sebagai pelaksanaan dari UUD 1945. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang

(Perppu) dibuat oleh pemerintah dalam hal ini presiden jika ada kegentingan yang memaksa.

Untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang, presiden harus

mendapat persetujuan dari DPR. Jika tidak mendapat persetujuan dari DPR, maka peraturan itu harus dicabut.

3. Peraturan Pemerintah (PP)

 Peraturan Pemerintah (PP) adalah peraturan yang dibuat oleh pemerintah, dalam hal ini presiden. Peraturan Pemerintah (PP) memuat aturan-aturan umum dalam melaksanakan undang-undang.

4. Peraturan Presiden (Perpres)

 Peraturan Presiden dibuat oleh presiden untuk mengatur masalah-masalah tertentu.

Peraturan Presiden (Perpres) berisi materi yang bersifat khusus untuk melaksanakan ketentuan undang-undang atau untuk melaksanakan Peraturan Pemerintah.

5. Peraturan Daerah (Perda)

 Peraturan Daerah merupakan peraturan yang disusun dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah. Peraturan daerah ditetapkan oleh kepala daerah setelah mendapat persetujuan

bersama DPRD. Peraturan Daerah merupakan penjabaran lebih lanjut dari peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dengan

memperhatikan ciri khas masing-masing daerah.

Peraturan Daerah meliputi:

a. Peraturan Daerah provinsi dibuat oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsi bersama dengan gubernur;

b. Peraturan Daerah kabupaten/kota dibuat oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kota bersama bupati/walikota

c. Peraturan Desa/peraturan yang setingkat, dibuat oleh badan perwakilan desa atau nama lainnya bersama dengan kepala desa atau nama lainnya.

2.4.Mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.

2.4.1.Mengemukakan sejarah terbentuknya Pancasila sebagai pandangan hidup dan sejarah

Pancasila sebagai dasar negara

Penjajahan Belanda berakhir pada tahun 1942, tepatnya tanggal 8 Maret. Sejak saat itu Indonesia diduduki oleh bala tentara Jepang. Namun Jepang tidak terlalu lama menduduki Indonesia. Mulai tahun 1944, tentara Jepang mulai kalah dalam melawan tentara

Sekutu. Untuk menarik simpati bangsa Indonesia agar bersedia membantu Jepang dalam melawan tentara Sekutu, Jepang memberikan janji kemerdekaan di kelak kemudian hari. Janji

ini diucapkan oleh Perdana Menteri Kaiso pada tanggal 7 September 1944. Oleh karena terus menerus terdesak, maka pada tanggal 29 April 1945 Jepang memberikan janji kemerdekaan

yang kedua kepada bangsa Indonesia, yaitu janji kemerdekaan tanpa syarat yang dituangkan dalam Maklumat Gunseikan (Pembesar Tertinggi Sipil dari Pemerintah Militer Jepang di Jawa

dan Madura)

Dalam maklumat itu sekaligus dimuat dasar pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tugas badan ini adalah menyelidiki dan mengumpulkan usul-usul untuk selanjutnya dikemukakan kepada pemerintah Jepang untuk dapat dipertimbangkan bagi kemerdekaan Indonesia.

Keanggotaan badan ini dilantik pada tanggal 28 Mei 1945, dan mengadakan sidang pertama pada tanggal 29 Mei 1945

1 Juni 1945. Dalam sidang pertama ini yang dibicarakan khusus

mengenai calon dasar negara untuk Indonesia merdeka nanti. Pada sidang pertama itu,banyak anggota yang berbicara, dua di antaranya adalah Muhammad Yamin dan Bung Karno,

yang masing-masing mengusulkan calon dasar negara untuk Indonesia merdeka. Muhammad

Yamin mengajukan usul mengenai dasar negara secara lisan yang terdiri atas lima hal, yaitu:

1.Peri Kebangsaan

2.Peri Kemanusiaan

3.Peri Ketuhanan

4.Peri Kerakyatan

5.Kesejahteraan Rakyat

Selain itu Muhammad Yamin juga mengajukan usul secara tertulis yang juga terdiri atas limahal, yaitu:

1.Ketuhanan Yang Maha Esa

2.Persatuan Indonesia

3.Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

4.Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ Perwakilan

5.Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Usulan ini diajukan pada tanggal 29 Mei 1945, kemudian pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mengajukan usul mengenai calon dasar negara yang terdiri atas lima hal, yaitu:

1.Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia)

2.Internasionalisme (Perikemanusiaan)

3.Mufakat atau Demokrasi

4.Kesejahteraan Sosial

5.Ketuhanan yang Berkebudayaan

Kelima hal ini oleh Bung Karno diberi nama Pancasila. Lebih lanjut Bung Karno mengemukakan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas menjadi Trisila, yaitu:

1.Sosio nasionalisme

2.Sosio demokrasi

3.Ketuhanan

Berikutnya tiga hal ini menurutnya juga dapat diperas menjadi Ekasila yaitu Gotong Royong.

Selesai sidang pertama, pada tanggal 1 Juni 1945 para anggota BPUPKI sepakat untuk membentuk sebuah panitia kecil yang tugasnya adalah menampung usul-usul yang masuk dan

memeriksanya serta melaporkan kepada sidang pleno BPUPKI. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan mengajukan usul secara tertulis paling lambat sampai dengan tanggal 20 Juni

1945. Adapun anggota panitia kecil ini terdiri atas delapan orang, yaitu:

1.Ir. Soekarno

2.Ki Bagus Hadikusumo

3.K.H. Wachid Hasjim

4.Mr. Muh. Yamin

5.M. Sutardjo Kartohadikusumo

6.Mr. A.A. Maramis

7.R. Otto Iskandar Dinata

8.Drs. Muh. Hatta

Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara Panitia Kecil, dengan para anggota BPUPKI yang berdomisili di Jakarta. Hasil yang dicapai antara lain disetujuinya dibentuknya sebuah Panitia Kecil Penyelidik Usul-Usul/Perumus Dasar Negara, yang terdiri atas

sembilan orang, yaitu:

1.Ir. Soekarno

2.Drs. Muh. Hatta

3.Mr. A.A. Maramis

4.K.H. Wachid Hasyim

5.Abdul Kahar Muzakkir

6.Abikusno Tjokrosujoso

7.H. Agus Salim

8.Mr. Ahmad Subardjo

9.Mr. Muh. Yamin

Panitia Kecil yang beranggotakan sembilan orang ini pada tanggal itu juga melanjutkan sidang dan berhasil merumuskan calon Mukadimah Hukum Dasar, yang kemudian lebih dikenal

dengan sebutan ―Piagam Jakarta‖.

Dalam sidang BPUPKI kedua, tanggal 10-16 juli 1945, hasil yang dicapai adalah merumuskan

rancangan Hukum Dasar. Sejarah berjalan terus. Pada tanggal 9 Agustus dibentuk Panitia

Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, dan sejak saat itu Indonesia kosong dari kekuasaan. Keadaan tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pemimpin bangsa Indonesia, yaitu

dengan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 1945. Sehari setelah proklamasi kemerdekaan PPKI mengadakan sidang, dengan acara utama

(1) mengesahkan rancangan Hukum Dasar dengan preambulnya (Pembukaannya) dan (2)memilih Presiden dan Wakil Presiden.

Untuk pengesahan Preambul, terjadi proses yang cukup panjang. Sebelum mengesahkan Preambul, Bung Hatta terlebih dahulu mengemukakan bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945

sore hari, sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan, ada utusan dari Indonesia bagian Timur yang menemuinya.

Intinya, rakyat Indonesia bagian Timur mengusulkan agar pada alinea keempat preambul, di belakang kata ―ketuhanan‖ yang berbunyi ―dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi

pemeluk-  pemeluknya‖ dihapus. Jika tidak maka rakyat Indonesia bagian Timur lebih baik memisahkan diri dari negara RI yang baru saja diproklamasikan. Usul ini oleh Muh. Hatta disampaikan kepada sidang pleno PPKI, khususnya kepada para anggota tokoh-tokoh Islam,antara lain kepada Ki Bagus Hadikusumo, KH. Wakhid Hasyim dan Teuku Muh. Hasan. Muh.Hatta berusaha meyakinkan tokoh-tokoh Islam, demi persatuan dan kesatuan bangsa.Oleh karena pendekatan yang terus-menerus dan demi persatuan dan kesatuan,

mengingat Indonesia baru saja merdeka, akhirnya tokoh-tokoh Islam itu merelakan dicoretnya dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-  pemeluknya‖ di belakang kata

Ketuhanan dan diganti dengan ―Yang Maha Esa‖.

 2.4.2.Menyimpulkan nilai-nilai Pancasila,sebagai idiologi negara

Makna Sila-Sila Pancasila

 3.Arti dan Makna Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Manusia sebagai makhluk yang ada di dunia ini seperti halnya makhluk lain diciptakan oleh penciptanya. Pencipta itu adalah kausa prima yang mempunyai hubungan dengan yang diciptakannya. Manusiasebagai

makhluk yang dicipta wajib melaksanakan perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya.

4.Arti dan Makna Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Manusia ditempatkan sesuai dengan harkatnya. Hal ini berarti bahwa manusia mempunyai derajat yang sama dihadapan hukum. Sejalan dengan sifat universal bahwa kemanusiaan itu dimiliki oleh semua

bangsa, maka hal itupun juga kita terapkan dalam kehidupan bangsa Indonesia. Sesuai dengan hal itu, hak kebebasan dan kemerdekaan dijunjung tinggi.

5.Arti dan Makna Sila Persatuan Indonesia Makna persatuan hakekatnya adalah satu, yang artinya bulat, tidak terpecah. Jika persatuan Indonesia dikaitkan dengan pengertian modern

sekarang ini, maka disebut nasionalisme. Oleh karena rasa satu yang sedemikian kuatnya,maka timbulah rasa cinta bangsa dan tanah air.

6.Arti dan Makna Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan Perbedaan secara umum demokrasi di barat dan di Indonesia yaitu terletak pada permusyawarata. Permusyawaratan diusahakan agar dapat

menghasilkan keputusan-keputusan yang diambil secara bulat. Kebijaksaan ini merupakan suatu prinsip bahwa yang diputuskan itu memang bermanfaat bagi kepentingan rakyat banyak.

7.Arti dan Makna Sila Keadila Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Keadilan berarti adanya

persamaan dan saling menghargai karya orang lain. Jadi seseorang bertindak adil apabila

dia memberikan sesuatu kepada orang lain sesuai dengan haknya. Kemakmuran yang

merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis dan meningkat.

8.Pentingnya Paradigma dalam Pembangunan Pembangunan yang sedang digalakkan memerlukan paradigma, suatu kerangka berpikir atau suatu model mengenai bagaimana hal-hal yang sangat esensial dilakukan. Pembangunan dalam perspektif Pancasila adalah pembangunan yang sarat muatan nilai yang berfungsi menajdi dasar pengembangan visi dan menjadi referensi kritik terhadap pelaksanaan pembangunan.

9.Pancasila sebagai Orientasi dan Kerangka Acuan

a.Pancasila sebagai Orientasi Pembangunan Pada saat ini Pancasila lebih banyak dihadapkan pada tantangan berbagai varian kapitalisme daripada komunisme atau sosialisme. Ini disebabkan perkembangan kapitalisme yang bersifat global. Fungsi

Pancasila ialah memberi orientasi untuk terbentuknya struktur kehidupan social-politik dan ekonomi yang manusiawi, demokratis dan adil bagi seluruh rakyat.

b.Pancasila sebagai Kerangka Acuan Pembangunan

Pancasila diharapkan dapat menjadi matriks atau kerangka referensi untuk membangun suatu model masyarakat atau untuk memperbaharui tatanan social budaya.

2.5.Merumuskan nilai-nilai nasionalisme.

2.5.1.Menganalisis pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

2.5.2.Menelaah bentuk-bentuk manifestasi nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari

2.6.Membagankan sistem pemerintahan kabupaten, kota, provinsi, dan pusat.

2.6.1.Menelaah setiap lembaga-lembaga pemerintahan di tingkat desa, kabupaten/kota, provinsi, dan pusat

Lembaga Legislatif

Lembaga legislatif adalah lembaga negara yang memegang kekuasaan membentuk undang-undang. Lembaga ini terdiri atas DPR, MPR, dan DPD.

 a.DPR

DPR singkatan dari Dewan Perwakilan Rakyat. Anggota DPR

dipilih dari partai politik yang berkompetisi dalam pemilihan umum legislatif. Lembaga ini setidaknya mempunyai 3 (tiga) fungsi:

1) Mengadakan dan mengesahkan undang-undang negara (fungsi legislasi).

2) Mengesahkan anggaran belanja dan pendapatan negara (fungsi anggaran).

3) Mengawasi jalannya roda pemerintahan (fungsi pengawasan).

b.DPD

DPD singkatan dari Dewan Perwakilan Daerah. Anggota DPD dipilih dari setiap provinsi melalui pemilihan umum. Di mana 4 calon anggota DPD yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan menjadi anggota DPD.

Adapun tugas DPD antara lain: 1) Mengajukan RUU (Rancangan Undang-Undang) kepada DPR.

 2) Ikut membahas RUU. 3) Melakukan pengawasan pelaksanaan RUU.

Adapun RUU yang dimaksud hanya berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya serta perimbangan keuangan pusat dan daerah.

c.MPR

MPR singkatan dari Majelis Permusyawaratan Rakyat. Anggota

MPR terdiri dari anggota DPR dan DPD. Tugas dan wewenang MPR antara lain:

1) Mengubah dan menetapkan UUD. 2) Melantik presiden dan wakil presiden.

3) Memberhentikan presiden dan wakil presiden dalam masa jabatannya menurut UUD.

2.6.2.Menelaah sistem pemilu dan pilkada yang ada di Indonesia

Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah

Salah satu wujud pelaksanaan pemerintahan oleh rakyat adalah dilaksanakannya pemilihan umum. Dalam negara demokrasi, setiap warga negara memiliki hak asasi dan kewajiban dasar

yang sama, yaitu memiliki hak untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan negara, salah satunya melalui pemilu dan pilkada. Setiap orang tidak dibedakan berdasarkan suku bangsa,

ras, agama, dan jenis kelamin.Dalam pemilihan umum tentu ada pihak yang kalah dan yang menang. Pihak yang menang

tidak boleh sombong dengan kemenangannya itu, dan yang kalah juga harus dapat menerima kekalahan. Pemilihan umum merupakan sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dalam

pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Pemilihan umum dilaksanakan berdasarkan

asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

1.Langsung berarti setiap pemilih memberikan suaranya langsung tanpa perantara.

2.Umum berarti semua warga negara yang memenuhi syarat berhak ikut pemilihan itu.

3.Bebas berarti tidak ada paksaan dari pihak mana pun dalam menggunakan haknya.

4.Rahasia berarti setiap pemilih tidak akan diketahui tentang siapa yang dipilihnya.

5.Jujur berarti semua pihak yang terlibat dalam proses pemilu itu harus bertindak jujur sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

6.Adil berarti semua pihak yang terlibat dalam proses pemilu akan mendapat perilaku yang sama dan terbebas dari tindakan curang pihak mana pun.

1.Proses Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia

Pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Berdasarkan

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden,pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) yang semula dilakukan oleh MPR,

disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat. Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada pemilu 2004.

Pada tahun 2007, pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) juga dimasukkan sebagai bagian dari pemilu. Di tengah masyarakat, istilah pemilu lebih sering merujuk kepada pemilu legislatif serta pemilu presiden dan wakil presiden yang diadakan

setiap 5 tahun sekali.

Pemilu diselenggarakan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang bersifat nasional, tetap,dan mandiri. KPU bertanggung jawab atas penyelenggaraan pemilu. Dalam melaksanakan

tugasnya, KPU menyampaikan laporan dalam tahap penyelenggaraan pemilu kepada presiden dan DPR. Keanggotaan KPU terdiri atas seorang ketua merangkap anggota,

dibantu seorang wakil ketua merangkap anggota, dan para anggota. Ketua dan wakil ketua KPU dipilih dari dan oleh anggota. Setiap anggota KPU mempunyai hak suara yang sama.

Dalam melaksanakan pemilu harus melalui tahap-tahap, antara lain:

a.Pendaftaran Peserta Pemilu

Peserta pemilu adalah partai politik dan perseorangan calon anggota DPD.

b.Penetapan Jumlah Kursi

1) Jumlah kursi DPR ditetapkan sebanyak 550 orang. Jumlah kursi anggota DPR

untuk setiap provinsi ditetapkan berdasarkan jumlah penduduk dengan memerhatikan perimbangan yang wajar.

2)Jumlah kursi anggota DPRD provinsi ditetapkan sekurang-kurangnya 35 kursi dan sebanyak-banyaknya 100 kursi.

3)Jumlah kursi anggota DPRD kabupaten/kota ditetapkan sekurang- kurangnya 20 kursi dan sebanyak-banyaknya 45 kursi.

4)Jumlah anggota DPD untuk setiap provinsi ditetapkan 4 orang.

c.Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota

Calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota harus memenuhi syarat:

1)Warga negara Republik Indonesia yang berumur 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih.

2)Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

3)Berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4)Cakap berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia.

5)Berpendidikan serendah-rendahnya SLTA atau sederajat

6)Setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar 1945, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.

7)Bukan bekas anggota organisasi terlarang Partai Komunis Indonesia termasuk organisasi massanya, atau bukan orang yang terlibat langsung ataupun tidak langsung dalam G 30 S/PKI, atau organisasi terlarang lainnya.

8)Tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

9)Tidak sedang menjalani pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.

10)Sehat jasmani dan rohani berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan dari dokter

yang berkompeten.

11)Terdaftar sebagai pemilih.Seorang calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota hanya dapat

dicalonkan dalam satu lembaga perwakilan pada satu daerah pemilihan. Calon anggota DPR,DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota selain harus memenuhi syarat tersebut di atas juga

harus terdaftar sebagai anggota partai politik peserta pemilu yang dibuktikan dengan kartu tanda anggota.

Calon anggota DPD selain harus memenuhi syarat calon anggota DPR dan DPRD, juga harus memenuhi syarat antara lain:

1)Berdomisili di provinsi yang bersangkutan sekurang-kurangnya 3 tahun secara berturut-

turut yang dihitung sampai dengan tanggal pengajuan calon atau pernah berdomisili

selama 10 tahun sejak berusia 17 tahun di provinsi yang bersangkutan.

2)Tidak menjadi pengurus partai politik sekurang-kurangnya 4 tahun yang dihitung sampai dengan tanggal pengajuan calon.

Calon anggota DPD dari pegawai negeri sipil, anggota Tentara Nasional Indonesia, atau anggota kepolisian negara Republik Indonesia selain harus memenuhi syarat tersebut di atas,

 juga harus mengundurkan diri sebagai pegawai negeri sipil, anggota Tentara Nasional Indonesia, atau anggota kepolisian negara Republik Indonesia.

Berikut tata cara pencalonan anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

1.Setiap partai politik peserta pemilu dapat mengajukan calon anggota DPR, DPRD provinsi,

dan DPRD kabupaten/kota untuk setiap daerah pemilihan dengan memerhatikan

keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30%.

2.Setiap partai politik peserta pemilu dapat mengajukan calon sebanyak-banyaknya 120%

 jumlah kursi yang ditetapkan pada setiap daerahpemilihan.

3.Pengajuan calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota sebagaimana

dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan dengan ketentuan:

a)Calon anggota DPR disampaikan kepada KPU.

b)Calon anggota DPRD provinsi disampaikan kepada KPU provinsi yang bersangkutan.

c)Calon anggota DPRD kabupaten/kota disampaikan kepada KPU kabupaten/kota yang

bersangkutan.

d)Kampanye

Kampanye pemilu adalah kegiatan peserta pemilu dan/atau calon anggota DPR,DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota untuk meyakinkan para pemilih dengan menawarkan program-programnya. Dalam kampanye pemilu, rakyat mempunyai

kebebasan untuk menghadiri kampanye. Kegiatan kampanye dilakukan oleh peserta pemilu selama 3 minggu dan berakhir 3 hari sebelum hari pemungutan suara.

Materi kampanye pemilu berisi program peserta pemilu. Penyampaian materi kampanye pemilu dilakukan dengan cara yang sopan, tertib, dan bersifat mendidik.

Pedoman dan jadwal pelaksanaan kampanye ditetapkan oleh KPU dengan memerhatikan usul dari peserta pemilu. Kampanye pemilu dilakukan melalui:

1)Pertemuan terbatas.

2)Tatap muka.

3)Penyebaran melalui media cetak dan media elektronik.

4)Penyiaran melalui radio dan/atau televisi.

5)Penyebaran bahan kampanye kepada umum.

6)Pemasangan alat peraga di tempat umum.

7)Rapat umum.

Kegiatan lain yang tidak melanggar peraturan perundang-undangan. Media elektronik dan media cetak memberikan kesempatan yang sama kepada peserta pemilu untuk menyampaikan tema dan materi kampanye pemilu. Media elektronik dan media cetak wajib memberikan kesempatan yang sama kepada peserta pemilu untuk memasang iklan pemilu

2.7.Merumuskan prinsip dan praktik politik luar negeri Indonesia.

2.7.1.Menelaah prinsip politik luar negeri dan dalam negeri ASEAN

Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ( Perbara  )

[3][4] atau lebih populer dengan

sebutan Association of Southeast Asian Nations

( ASEAN  ) merupakan sebuah organisasi geo -politik

dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara,

yang didirikan di Bangkok,8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok

oleh Indonesia,Malaysia,Filipina,Singapura,dan Thailand.

Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,

 kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya. Negara-negara anggota ASEAN mengadakan rapat umum pada setiap bulan November.Prinsip Utama ASEAN

Prinsip-prinsip utama ASEAN adalah sebagai berikut:

Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara

Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar

Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota

Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai

Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan kerjasama efektif antara anggota ASEAN didirikan oleh lima negara pemrakarsa, yaitu Indonesia,Malaysia,Filipina,Singapura dan Thailand di Bangkok melalui Deklarasi Bangkok. Menteri luar negeri penanda tangan

Deklarasi Bangkok kala itu ialah

Adam Malik (Indonesia),

Narsisco Ramos (Filipina),

Tun Abdul Razak (Malaysia),

S. Rajaratnam (Singapura), dan

Thanat Khoman (Thailand).

Isi Deklarasi Bangkok adalah sebagai berikut:

  • Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan dikawasan Asia Tenggara
  • Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional
  • Meningkatkan kerjasama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang

         ekonomi, sosial, teknik,ilmu pengetahuan, dan administrasi

  • Memelihara kerjasama yang erat di tengah – tengah organisasi regional dan internasional yang ada
  • Meningkatkan kerjasama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan asia tenggara

5.1.2 Merumuskan tujuan pembelajaran (proses, produk, dan sikap) sifat benda padat, cair dan gas sesuai dengan karakteristik peserta didik dan materi ajar.

Beberapa rumusan tujuan pembelajaran (prose, produk, dan sikaf) sifat benda padat, cair dan gas, diantaranya :

1. Melalui pengamatan siswa dapat menjelaskan sifat-sifat benda padat, cair dan gas.

2. Dengan percobaan, siswa dapat mengelompokkan benda-benda padat, cair dan gas.

3. Melalui pengamatan siswa dapat member contoh pemanfaat benda padat, cair dan gas dalam kehidupan sehari-hari.

5.1.3 Merancang kegiatan pembelajaran IPA melalui penyelidikan ilmiah agar siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan IPA

Guru menyiapkan pembelajaran IPA dengan model pembelajaran inkuri, dimana siswa melakukan penyelidikan dan pengamatan melalui observasi untuk menemukan jawaban-jawaban dari rasa ingin tahu yang dimiliki oleh siswa.

Dalam kegiatan ini guru menyiapkan lembar pengematan bagi siswa agar siswa mencatat semua proses pengamatannya sehingga mendapatkan kesimpulan akhir berkenaan dengan pembelajaran IPA.

5.1.4 Mengkombinasikan beragam pendekatan/ strategi/ metode/ teknik pembelajaran IPA untuk mencapai tujuan pembelajaran (produk, proses, dan sikap ilmiah)

 

Pembelajaran IPA berawal dari rasa ingin tahu, kemudian melakukan proses penyerapan pengetahuan dari pengetahuan berkembang menjadi ilmu pengetahuan. Perolehan di dapat melalui percobaan, didukung oleh fakta, menggunakan metode perpikir yang sitematik sehingga dapat diterima secara universal. Ilmu pengathuan yang diperoleh ini untuk selanjutnya dnamakan produk. Sedangkan langkah-langkah yang dilakukan merupakan suatu proses. Dimulai dengan adanya masalah, kemudian berupaya untuk mengumpulkan informasi yang relevan, mencari beberapa alternatif jawaban, memilih jawaban yang paling mungkin benar, melakukan percobaan, dan memperoleh kesimpulan. Tahapan akhirnya, dimana proses pembuktian ilmiah telah terselesaikan, maka timbullah sikaf ilmiah .

5.1.5 Menggabungkan beragam asessmen dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran IPA (produk, proses, dan sikap ilmiah)

Dalam mengevaluasi pembelajaran IPA perlu adanya upaya pengabungan asessmen. Asessmen adalah gabungan dari semua metode yang dikemas dan digunakan untuk menilai kinerja siswa, baik secara perseorangan maupun secara kelompok. Asessmen sistem penilaian yang merujuk pada penilaian menyeluruh meliputi beberapa asfek yang dimiliki siswa, meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikaf.

Asesmen adalah suatu kegiatan mengevaluasi pendidikan dengan cara mengumpulkan data dan informasi mengenai siswa untuk menentukan strategi pengajaran yang tepat.

6.2.1 Menganalisis proses-proses fotosintesis pada tumbuhan

Fotosintesis memerlukan cahaya matahari, klorofil, air, dan karbon dioksida. Air diserap oleh akar dari dalam tanah. Air dari akar menuju daun. Karbon dioksida diserap dari udara oleh daun melalui mulut daun atau stomata. Melalui fotosintesis, air dan karbon dioksida kemudian diubah menjadi karbohidrat dan oksigen dengan bantuan energi cahaya matahari. Apabila energi cahaya matahari

6.2.2 Menyimpulkan macam-macam pengangkutan pada tumbuhan

Macam-macam pengangkutan pada tumbuhan, yaitu :

1. Jaringan Xilem

Jaringan Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman . fungsinya menyalurkan air dari akar menuju bagian atas tanaman. Xilem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut,

- Unsur trakeal terdiri dari trakea yang sel-selnya berbentuk tabung dan

trakeid yang sel-selnya lancip panjang, dinding selnya berlubang-lubang

- Serabut Xilem yang terdiri dari sel-sel panjang dan ujungnya meruncing

- Parenkim kayu yang berisi berbagai zat seperti cadangan makanan,

tannin dan Kristal

2. Jaringan Floem

Jaringan Floem terdapat bagian kulit kayu berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut,

- Buluh tapis berbentuk tabung dengan bagian ujung berlubang-lubang

- Sel pengiring berbentuk silinder-silinder dan lebih besar daripada sel-sel tapis serta plasmanya pekat

- Serabut floem, bentuknya panjang dengan ujung-ujung berhimpit dan dindingnya tebal

- Parenkim floem, selnya hidup memiliki diding primer dengan lubang kecil yang disebut noktah halaman. Parenkim floem berisi tepung, dammar, atau Kristal.

6.2.3 Menggambarkan hubungan manusia, lingkungan dan pemeliharaannya

Manusia dan lingkungannya merupakan sebuah proses saling ketergantungan satu sama lain. Manusia dan lingkungan membentuk suatu ekosistem. Dalam ekositem yang utuh tersebut terdapat habitat-habitat yang kelestariannya harus senantiasa terjaga. Keberlangsungan hidup habitat-habitat mahluk hidup menjadi suber keseimbangan ekosistem.Untuk menjaga keseimbangan ekosistem maka ditempuh beberapa cara. Beberapa cara untuk pemeliharaan lingkungan yaitu :

1. Ek stitu (konservasi ek situ adalah upaya konservasi suatu species di luar habitat aslinya.)

2. In situ (Konservasi in situ adalah upaya konservasi suatu species di habitat aslinya)

6.3.1 Menganalisis gangguan-gangguan pencernaan makanan pada manusia.

Berbagai penyakit dan gangguan (kelainan) dapat menyerang alat pencernaan. Penyakit dan gangguan itu dapat disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Selain itu, juga karena masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh seperti bakteri dan virus. Di bawah ini beberapa penyakit yang dapat menyerang alatalat pencernaan.

 

1. Mag (Radang Lambung) Penyakit ini ditandai dengan gejala lambung terasa perih dan mual. Penyakitmag disebabkan kebiasaan makan yang tidak teratur. Jika kita tidak segera makan pada saat lapar, lambung menjadi kosong. Akibatnya, asam lambung (asam klorida) yang dihasilkan untuk mencerna makanan melukai lambung.

 

2. Apendisitis (Radang Umbai Cacing) Radang pada umbai cacing ditandai dengan sakit pada perut sebelah kananbawah dan biasanya disertai demam. Umbai cacing (apendiks) adalah tonjolan kecil pada usus buntu (sekum). Penyakit ini disebabkan adanya makanan yang masuk di apendiks dan membusuk. Pembusukan makanan di apendiks tersebut dapat mengakibatkan radang.

3. Disentri Penyakit disentri disebabkan oleh bakteri. Alat pencernaan yang diserang yaitu usus. Penyakit ini ditandai dengan muntah-muntah dan buang air besar terusmenerus. Disentri dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan makanan dan perlengkapan makan.

4. Sembelit Gejala penyakit sembelit yaitu susah buang air besar. Penyakit ini disebabkanmakanan yang kita makan kurang berserat. Makanan kurang serat dapat mengganggu proses pencernaan. Serat makanan membantu penyerapan air di usus besar. Jika kadar serat makanan berkurang, sisa makanan kurang menyerap air. Akibatnya, sisa makanan menjadi padat sehingga sulit dikeluarkan. Contoh makanan berserat yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan.

 

 

6.3.2 Menganalisis kelainan dan gangguan pada sistem pernapasan manusia

Proses pernapasan dapat terganggu jika ada salah satu alat pernapasan mengalami gangguan. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh kuman maupun polusi udara. Beberapa gangguan maupun penyakit pada alat pernapasan sebagai berikut.

a. Influenza (flu) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Orang yang terserang flu akan mengalami demam, menggigil, batuk, sakit kepala, bersin-bersin, serta nyeri punggung. Lendir yang keluar dari hidung menutup lubang hidung sehingga udara terhalang masuk dan mengganggu pernapasan.

b. Sesak napas merupakan gangguan pernapasan karena udara yang tercemar oleh asap. Asap dapat berasal dari pembakaran sampah, kendaraan bermotor, dan rokok. Selain asap, debu juga dapat mengakibatkan sesak napas.

c. Asma yaitu gangguan pernapasan karena penyempitan saluran pernapasan. Menyempitnya saluran pernapasan dapat terjadi karena beberapa hal berikut. 1) Udara yang tercemar oleh asap dan debu. 2) Udara yang terlalu dingin. 3) Keadaan jiwa penderita, misalnya stres dan tekanan emosi.

d. Radang paru-paru karena bakteri Tuberkulosis. Radang yang disebabkan oleh bakteri ini biasa disebut TBC paru-paru.

e. Bronkitis yaitu adanya peradangan pada batang tenggorok (bronkus).

f. Polip merupakan penyempitan saluran pernapasan akibat terjadinya pembengkakan kelenjar limfe.

 

 

6.3.3 Mengabstraksi ciri hewan invertebrata

 

Vertebrata adalah subfilum dari Chordata, mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang yang tersusun dari vertebra. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang, belut jeung, “lintah laut”, atau hagfish), amfibia, reptil, burung, serta hewan menyusui. Kecuali jenis-jenis ikan, vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai.Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa, dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru

6.4.1 Memilih alat ukur yang sesuai dengan besaran yang diukur

Beberapa alat ukur, yaitu :

1. Meteran/mitar (mengukur panjang)

2. Termoter (mengukur suhu)

3. Neraca (Mengukur berat)

4. Makro meter scrup.

6.5.1 Mengkategorikan penyebab perubahan sifat benda.

setiap benda mempunyai sifat tertentu yang membedakannya dengan benda lain. Sifat benda meliputi bentuk, warna, kelenturan, kekerasan, dan bau.

Sifat-sifat benda tersebut dapat berubah jika mengalami proses :

 

1. Pemanasan

2. Pembakaran

3. Pencampuran dengan air

4. Pembusukan

6.6.1 Menganalisis sifat-sifat cahaya

 

Sifat-sifat cahaya adalah :

1. Cahaya merambat lurus

2. Cahaya dapat dipantulkan (Pemantulan cahaya ada dua jenis yaitu pemantulan baur (pemantulan difus) dan pemantulan teratur)

3. Cahaya dapat dibiaskan (Peristiwa pembelokan arah rambatan cahaya setelah melewati medium rambatan yang berbeda disebut pembiasan)

4. Cahaya dapat diuraikan (Pelangi terjadi karena peristiwa penguraian cahaya (dispersi). Dispersi merupakan penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna.)

6.6.2 Menyelidiki konsep kelistrikan dan kemagnetan

Konsep kelistrikan dan kemagnetan memiliki kesamaan, listrik dan magnet sama-sama berbentuk arus yang memiliki dua kutub, yaitu kutub negative dan kutub positif.

 

6.6.3 Menganalisis jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari

 

beberapa macam gaya berdasarkan sumbernya, antara lain gaya gravitasi, gaya magnet, dan gaya gesek.

6.6.4 Memprediksi peristiwa pemuaian dalam kehidupan sehari-hari

Beberapa hal dalam kehidupan sehar-hari yang berkaitan dengan proses pemuaian benda, yaitu

1. Rel kereta pada bagian sambungannya dipasang renggang agar saat siang hari Diana sinar matahari memanasi bumi, maka rel kerata tersebut tidak melengkung/bengkok.

2. Pemasangan kaca jendela yang sengaja dibuat agak kendor, agar saat terkena panas tidak pecah.

6.6.5 Menganalisis peran kalor dalam mengubah suhu benda.

Kalor dapat mengubah suhu benda melalui proses perambatan. Perambatan kalor tersebut terjadi dengan tiga cara, yaitu :

1. Konveksi (perambatan panas diikuti dengan perpindahan zat)

2. Konduksi (Perambatan panas dengan tidak diikuti perpindahan zat)

3. Radiasi (Perambatan panas tanpa pelantara).

6.7.1 Mengelompokkan planet-planet dalam tata surya

Berdasarkan letak planet terhadap bumi, planet dikelompokkan menjadi planet dalam dan planet luar. Planet dalam terdiri terdiri dari Merkurius dan Venus karena kedua planet ini berada di dalam orbit bumi. Sedangkan Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus disebut planet luar karena berada di luar orbit bumi.

 

6.7.2 Menganalisis proses terjadinya tata surya

Perkembangan teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 terbagi dalam dua kelompok pemikiran yakni teori monistik yang menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Dan yang kedua teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda.

6.7.3 Mengidentifikasi lapisan-lapisan bumi.

Bumi tersusun atas tiga lapisan. Lapisan Bumi mulai dari lapisan terluar sampai terdalam yaitu kerak, selubung, dan inti. Inti terdiri atas inti luar dan inti dalam. Keadaan ketiga lapisan Bumi tersebut dijelaskan dalam uraian berikut.

1. Kerak

Kerak adalah lapisan terluar permukaan bumi yang berupa batuan keras dan

dingin setebal 15–60 km. Pada lapisan kerak bagian atas, batuan telah mengalami pelapukan membentuk tanah. Di permukaan lapisan kerak inilah makhluk hidup tinggal dan menjalani hidupnya. Daratan terbentuk dari kerak benua. Sebagian besar kerak benua terbentuk dari batuan yang disebut granit. Dasar samudra terbentuk dari kerak samudra. Kerak samudra sebagian terbentuk dari batuan yang disebut basal.

2. Selubung atau Mantel

Selubung atau mantel merupakan lapisan di bawah kerak yang tebalnyamencapai 2.900 kilometer. Lapisan mantel merupakan lapisan yang paling tebal. Mantel terletak di antara lapisan inti luar dengan kerak. Lapisan ini terdiri atas magma kental yang bersuhu 1.400°C–2.500°C.

3. Inti

Inti terdiri atas dua bagian, yaitu inti luar dan inti dalam. Lapisan inti luar merupakan satu-satunya lapisan cair. Inti luar terdiri atas besi, nikel, dan oksigen. Lapisan ini mempunyai tebal ±2.255 kilometer. Adapun lapisan inti dalam setebal ±1.200 kilometer. Inti dalam merupakan bola logam yang padat dan mampat, bersuhu sangat panas sekitar 4.500°C. Lapisan ini terbentuk dari besi dan nikel padat. Lapisan inti dalam merupakan pusat bumi.

 

 

 

 

 

Menguasai struktur, konsep, dan metode keilmuan IPA SD / MI

6.1.Menafsirkan struktur, fungsi dan sistem pengangkutan pada tumbuhan

6.1.1.Menganalisis proses-proses fotosintesis pada tumbuhan

Fotosintesis atau fotosintesa merupakan proses pembuatan

makanan yang terjadi pada tumbuhan hijau dengan bantuan sinar matahari dan enzim-enzim.Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan,alga, dan beberapa jenis

bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya.

Fotosintesis adalah fungsi utama dari daun.

Proses fotosintesis sangat penting bagi kehidupan di bumi karena hampir semua makhluk hidup tergantung pada proses ini.

Proses Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi .Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya)

disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara

asimilasikarbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi)menjadi gula sebagai molekul penyimpan

energi.Cara lain yang ditempuh organismeuntuk mengasimilasi

karbon adalah melalui kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang.

Fotosintesis pada tumbuhan

Tumbuhan hijau daun bersifat autotrof. Autotrof artinya dapat memasak atau mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik.Tumbuhan menyerap karbondioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya.

 Energi

untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis.Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini:

6H 2 O + 6CO 2 + cahaya → C 6 H 12 O 6 (glukosa) + 6O 2

Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar.

Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan.Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasis eluler adalah kebalikan dengan persamaan di atas. Pada respirasi,gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbondioksida,air, dan energik imia.Tumbuhan menyerap cahaya karena mempunyai pigmen yang disebut klorofil.Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan.Klorofil terdapat dalam organel yang

disebut kloroplast. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis.Sebagian besar energi fotosintesis dihasilkan di

daun tetapi juga dapat terjadi pada organ tumbuhan yangberwarna hijau. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang

transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis.Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang

berlebihan.

Beberapa faktor yang menentukan kecepatan fotosintesis:

1.Cahaya

Komponen-komponen cahaya yang mempengaruhi kecepatan laju fotosintesis adalah intensitas, kualitas danlama penyinaran. Intensitas adalah banyaknya cahaya matahari

yang diterima sedangkan kualitas adalah panjang gelombang cahaya yang efektif untuk terjadinya fotosintesis.

2.Konsentrasi karbondioksida Semakin banyak karbondioksida

di udara, makin banyak jumlah bahan yang dapat digunakan

tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.

3.Suhu

Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu

hingga batas toleransi enzim.

4.Kadar air

Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup, menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.

5.Kadar fotosintat (hasil fotosintesis)

Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis akan berkurang.

6.Tahap pertumbuhan

Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambahketimbang

tumbuhan dewasa. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan

berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh.

6.1.2.Menyimpulkan macam-macam pengangkutan padatumbuhan

Jaringan Pengangkut

 

 

Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Ada 2 macam jaringan; yakni xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh lapis/pembuluh kulit kayu.

Xilem bertugas mengangkut air dan garam-garam mineral terlarut dari akar ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Xilem ada 2 macam: trakea dan trakeid.

Floem bertugas mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan

6.1.3.Menggambarkan hubungan manusia, lingkungan dan pemeliharaannya

6.2.Menafsirkan organ, fungsi, dan sistem pada sistem tubuh hewan dan manusia

6.2.1.Menganalisis gangguan-gangguan pencernaan makanan pada manusia

Gangguan Sistem Pencernaan

 • Apendikitis

Radang usus buntu.

• Diare

Feses yang sangat cair akibat peristaltik yang terlalu cepat.

• Kontipasi (Sembelit)

Kesukaran dalam proses Defekasi (buang air besar)

• Maldigesti

Terlalu banyak makan atau makan suatu zat yang

merangsang lambung.

• Parotitis

Infeksi pada kelenjar parotis disebut juga Gondong

• Tukak Lambung/Maag

“Radang” pada dinding lambung, umumnya diakibatkan

infeksi Helicobacter pylori

•Xerostomia Produksi air liur yang sangat sedikit

Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah,infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara gangguan-gangguan ini adalah diare,

sembelit, tukak lambung, peritonitis, kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis).

Diare

 Apabila kim dari perut mengalir ke usus terlalu cepat maka defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air. Keadaan seperti ini disebut diare. Penyebab diare

antara lain ansietas (stres), makanan tertentu, atau organisme perusak yang melukai dinding usus. Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral, sehingga

terjadi dehidrasi.

Konstipasi (Sembelit)

 Sembelit terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat. Akibatnya, air terlalu banyak diserap usus, maka feses menjadi keras dan kering. Sembelit ini disebabkan karena kurang

mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi daging.

Tukak Lambung (Ulkus)

Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besartukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu.

Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut:

Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium).

Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung,seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik. Sedangkan produksi HCl yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri yang

disebut tukak lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung.

Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada lambung.

Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang disebut apendisitis.

 

6.6.1 Menganalisa sifat- sifat cahaya

6.6.1 Menganalisis sifat-sifat cahaya

 

Sifat-sifat cahaya adalah :

 

1. Cahaya merambat lurus

 

2. Cahaya dapat dipantulkan (Pemantulan cahaya ada dua jenis yaitu pemantulan baur (pemantulan difus) dan pemantulan teratur)

 

3. Cahaya dapat dibiaskan (Peristiwa pembelokan arah rambatan cahaya setelah melewati medium rambatan yang berbeda disebut pembiasan)

 

4. Cahaya dapat diuraikan (Pelangi terjadi karena peristiwa penguraian cahaya (dispersi). Dispersi merupakan penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna.)

A. Sifat-Sifat Cahaya

 

Benda-benda yang ada di sekitar kita dapat kita lihat apabila ada cahaya yang mengenai benda tersebut. Cahaya yang mengenai benda akan dipantulkan oleh benda ke mata sehingga benda tersebut dapat terlihat. Cahaya berasal dari sumber cahaya. Semua benda yang dapat memancarkan cahaya disebut sumber cahaya. Contoh sumber cahaya adalah matahari, lampu, senter, dan bintang. Cahaya memiliki sifat merambat lurus, menembus benda bening, dan dapat dipantulkan.

 1. Cahaya Merambat Lurus

Pernahkah kamu melihat cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah atau jendela yang ada di rumahmu? Bagaimana arah rambatan cahaya tersebut? Cahaya yang masuk melalui celah-celah jendela merambat lurus.

2. Cahaya Menembus Benda Bening

Mengapa kaca jendela rumahmu merupakan kaca yang bening? Bagaimana jika kaca tersebut ditutup dengan triplek atau kertas karton? Apakah cahaya matahari dapat masuk? Cahaya dapat masuk ke dalam rumahmu selain melalui celah-celah juga melalui kaca jendela yang ada di rumahmu. Kaca yang bening dapat ditembus oleh cahaya matahari. Apabila kamu menutup kaca jendela rumahmu dengan menggunakan karton maka cahaya tidak dapat masuk ke dalam rumahmu. Hal ini menunjukkan bahwa cahaya hanya dapat menembus benda yang bening.

 3. Sifat-sifat Cahaya Apabila Mengenai Cermin Datar dan Cermin Lengkung(Cekung dan Cembung)

 

Sifat-sifat cahaya yang dihasilkan oleh cermin tentunya berbeda-beda sesuai dengan bentuk permukaan cermin tersebut. Berdasarkan permukaannya, cermin dikelompokkan menjadi tiga, yaitu cermin datar, cermin cekung, dan cermin cembung. Cermin datar adalah cermin yang permukaan pantulnya datar. Contohnya cermin yang ada di meja rias. Cermin cekung adalah cermin yang pemukaan pantulnya berupa cekungan. Cekungan ini seperti bagian dalam dari bola. Contohnya bagian dalam lampu senter dan lampu mobil. Cermin cembung adalah cermin yang permukaan pantulnya berupa cembungan. Cembungan ini seperti bagian luar suatu bola. Contohnya spion pada mobil dan motor.

 a. Sifat-sifat cahaya yang mengenai cermin datar

Hampir setiap hari tentunya kamu berkaca di depan cermin yang ada di kamarmu. Untuk mengetahui sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cemin datar,

Dari kegiatan yang kamu lakukan tersebut, kita dapat mengetahui sifatsifa bayangan yang dibentuk oleh cermin datar. Sifat-sifat tersebut adalah sebagai berikut.

1) Bayangan benda tegak dan semu. Bayangan semu adalahbayangan yang dapat kita lihat dalam cermin, tetapi di tempat bayangan tersebut tidak terdapat cahaya pantul.

2) Besar dan tinggi bayangan sama dengan besar dan tinggi benda sebenarnya.

3) Jarak benda dengan cermin sama dengan jarak bayangannya.

4) Bagian kiri pada bayangan merupakan bagian kanan pada benda dan sebaliknya.

 b. Sifat-sifat cahaya yang mengenai cermin cekung

 

Pemantul cahaya pada lampu mobil danlampu senter menggunakan cermin cekung.Bagaimanakan sifat bayangan yangdibentuk oleh cermin cekung?

Image:center.jpg

 c. Sifat-sifat cahaya yang mengenai cermin cembung

Dalam kehidupan sehari-hari kita jumpai benda yang menggunakan cermin cembung, yaitu cermin pada kaca spion kendaraan bermotor baik mobil ataupun motor. Pada kendaraan bermotor, kaca spionnya menggunakan cermin cembung dengan tujuan agar pengemudi lebih mudah mengendarai kendaraannya, ketika melihat kendaraan dan benda lain yang ada di belakangnya. Apabila kamu memperhatikan kendaraan yang ada di belakang motor atau mobil yang sedang kamu naiki maka bayangan mobil di cermin terlihat lebih kecil dari aslinya. Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung adalah semu, tegak dan diperkecil.

Apabila kamu memperhatikan kendaraan yang ada di belakang motor atau mobil yang sedang kamu naiki maka bayangan mobil di cermin terlihat lebih kecil dari aslinya. Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung adalah semu, tegak dan diperkecil. Dari hasil kegiatan yang dilkukan olehmu, pensil yang berada di gelas yang beisi air terlihat bengkok. Selain itu, uang logam yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air terlihat lebih dangkal. Kedua peristiwa ini merupakan contoh peristiwa pembiasan cahaya. Apabila cahaya merambat melalui dua medium yang berbeda kerapatannya maka cahaya akan mengalami pembelokan atau pembiasan.

Image:gelas.jpg

Udara memiliki kerapatan yang lebih kecil daripada air. Bila cahaya merambat dari zat yang kurang rapat ke zat yang lebih rapat maka cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal. Akan tetapi apabila cahaya merambat dari zat yang lebih rapat ke zat yang kurang rapat maka cahaya akan dibiaskan menjauhi garis normal. Garis normal merupakan garis yang tegak lurus pada bidang batas kedua permukaan.

 B. Cahaya Putih Terdiri Atas Berbagai Warna

Tahukah kamu warna dari cahaya matahari yang setiap hari dipancarkan ke bumi? Apakah cahaya matahari berwarna putih? Bagaimana dengan sumber cahaya lainnya? Cahaya matahari yang kita lihat seperti warna putih sebenarnya terdiri dari berbagai macam warna. Agar lebih jelas, pehatikan uraian berikut ini!

 1. Peristiwa Penguraian Cahaya dalam Kehidupan Sehari-hari

 Kalian tentu penah melihat pelangi di langit. Pelangi merupakan salah satu peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan penguraian cahaya. Pelangi biasanya dapat kita lihat pada saat hujan turun rintik-rintik. Warnapelangi sama halnya seperti warna spektrum cahaya yang terbentuk pada kegiatan yang telah kamu lakukan sebelumnya. Warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu pada pelangi berasal dari pembiasan dan penguraian cahaya putih matahari oleh bintik-bintik air hujan. Pelangi yang memilki warna dan bentuk yang indah dapat kita buat melalui percobaan sederhana berikut ini.

 

Materi Soal UKG dan Hasil Ujian

Aspek Kompetensi yang diujikan

Kompetensi Pedagogik

—  Mengenal karakteristik dan potensi peserta didik;

—  Menguasasi teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang efektif;

—  Merencanakan dan mengembangkan kurikulum;

—  Melaksanakan pembelajaran yang efektif;

—  Menilai dan mengevaluasi pembelajaran;

Kompetensi Pedagogik

Mengenal karakteristik dan potensi peserta didik;

Menguasasi teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang efektif;

Merencanakan dan mengembangkan kurikulum;

Melaksanakan pembelajaran yang efektif;

Menilai dan mengevaluasi pemb

 

PROSES KEPUTUSAN INOVASI PENDIDIKAN

 

A. Pengertian Proses Keputusan Inovasi

 

Proses keputusan inovasi adalah proses yang dilalui (dialami) oleh individu (unit pengambil keputusan yang lain) mulai dari pertama kali tahu adanya inovasi kemudian dilanjutkan dengan keputusan sikap terhadap inovasi, penetapan menerima atau menolak inovasi. Implementasi inovasi, dan konfirmasi terhadap keputusan iovasi yang telah diambil. Proses keputusan inovasi bukan kegiatan yang dapat berlangsung seketika, tetapi serangkaian kegiatan yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu, sehingga individu atau organisasai dapat menilai gagasan yang baru itu. Ciri pokok keputusan inovasi perbedaanya dengan tipe keputusan yang laian ialah dimulai dengan adanya ketidak tentuan (uncertainly)tentang suatu inovasi.

 

B. Model Proses Keputusan Inovasi

 

1. Tahap pengetahuan (knowladle), tahap ini berlangsung bia seseorang atau unit pengambil keputusan yang lain membuka diri tehadap adanya suatu inovasi serta ingain mengetahui bagaimana fungsi inovasi tersebut.

 

2. Tahap bujukan (persuasion), tahap ini berlangsung ketika seseorang atau unit pengambil keputusan yang lain mulai membentuk sikap menyenangi terhadap inovasi.

 

3. Tahap keputusan (decision), tahap ini berlangsung ketika seseoarng atau unit pengambilan keputusan yang lain melakukan aktivitas yang mengarah ke penetanpan untuk menerima atau menolak inovasi.

 

4. Tahap implemntasi (implemenntasion) , tahap ini berlangsung ketika seseorang atau unit pengambilan keputusan yang lain, menerpakan atau menggunakan inovasi.

 

5. Tahap konfirmasi (confirmation), tahap ini berlangsung ketika seseorang atau unit pengambilan keputusan yanglain, mencari penguatan terhadap keputusan inovasi yang telah dibuatnya. Pengambil keputusan dapat menarik kembali keputusannya jika ternyata diperolah informasi tentang inovasi yang bertentangan dengan informasi yang dierima terdahulu.

 

 

BAB I

 

KONSEP DASAR INOVASI PENDIDIKAN

 

A. Pengertian Diskoveri (Discoveria), Invensi (Invetion) Dan Inovasi (Innovation)

 

Kata’’ inovation’’(bahasa indonesia) sering diterjemahkan segala hal yang baru atau pembaharuan ( s. wojowosito,1972) tetapi ada yang menjadikan kata inovation menjadi kata indonesia. inovasi kadang-kadang juga di pakai untuk menyatakan temuan karena hal hal baru penemuan.

 

‘’Discovery’’,’’Invention” dan “Innovation ‘’dapat di artikan dalam bahasa indonesia penemuan , maksud ketiga kata tersebut mengandung arti di temukan ya sesuatu yang baru baik sebenarya barang itu sendiri sudah ada lama kemudian baru di ketahui atau memang benar-benar baru dalam arti sebenarya tidak ada.

 

Discoveri (discovery) adalah suatu penemuan sesuatu yang sebenarya benda atau hal yang ditemukan itu sudah ada,tetapi belum di ketahui orang .misalya penemuan benua amerika.sebenarya benua amerika sudah lama ada tetapi baru di temukan oleh columbus pada tahun 1492, maka di katakan columbus menemukan benua amerika artiya orang eropa yang pertama kali menjumpai benua amerika .(donald p,ely,1982 seminar on education chage)

 

Invensi (invention) adalah suatu penemuan suatu yang benar-benar berarti hasil kreasi manusia .benda atau hal yang di temukan itu benar-benar sebelumya belum ada kemudian di adakan hasil kreasi baru misalnya penemuan teori belajar , teori pendidikan, teknik pembuatan barang dari plastik, mode pakaian dan sebagainya

 

Inovasi (innovation) ialah suatu ide barang, kejadian, metode yang di rasakan atau di amati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) industri yang sudah modern di antara tanda – tanda masyarakat baik itu berupa hasil invensi maupun discoveri. Inovasi di adakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan masalah tertentu.

 

Discovery adalah penyingkapan tentang suatu sifat baru dari suatu material atau benda yang sudah dikenal atau sebelumnya sudah ada secara alami.

 

Invensi (Invention) adalah penemuan berupa ide yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi, yang dapat berupa proses atau hasil produksi atau penyempurnaan dan pengembangan proses atau hasil produksi. Invensi dapat dipatenkan, sedangkan discovery tidak. Inovasi : “proses” dan/atau “hasil” pengembangan atau pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan dan pengalaman untuk menciptakan (memperbaiki) produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru yang memberikan nilai (terutama ekonomi dan sosial) yang berarti (signifikan).

 

 

B. Inovasi dan Moderenisasi

 

Moderenisasi adalah proses perubahan sosial dari masyarakat tradisional ke masyarakat yang lebih maju di antara tanda-tanda masyarakat yang sudah maju (moderen) ialah di bidang ekonomi telah makmur ,bidang politik sudah stabil,terpenuhiya pelayanan kebutuhan pendidikan dan kesehatan. Inkelas mengemukakan secara detail tentang cirri-ciri manusia moderen ,berdasarkan penelitian pada masyarakat industri yang sudah maju ada 12 aspek yang menjadi tanda (krateristik) manusia moderen ,yaitu :

 

1. Bersifat terbuka terhadap pengalaman baru artiya jika menghadapi tawaran atau ajakan hal-hal yang baru yang lebih menguntungkan untuk kehidupan akan selalu mau memikirkan dan kemudian mau menerimaya tidak menuntut diri terhadap perubahan

 

2. Selalu siap menghadapi perubahan sosial, artiya siap untuk menerima perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat

 

3. Berpandangan yang luas artiya pendapat-pendapat tidak hanya berdasarkan apa yang ada pada diriya tetapi mau menerima pendapat yang datang dari luar diriya serta serta dapat memahami adaya perbedaan pandangan dengan orang lain

 

4. Mempuyai dorongan ingin tau yang kuat artinya setiap ada sesuatu hal yang baru membuat ingin mengetahui hal tersebut

 

5. Manusia yang moderen lebih beorentasi pada masa sekarang dan masa yang akan datangdari pada masa lampau

 

6. Manusia moderen berorientasi dan juga percaya pada hasil penghitungan baik jangka panjang maupun jangka pendek

 

7. Manusia moderen lebih percaya pada hasil perhitungan manusia dan pemikiran manusia dari pada takdir atau pembawaan.

 

8. Manusia moderen menghargai keterampilan teknik dan juga menggunakan sebagai dasar pemberian imbalan.

 

9. Wawasan pendidikan dan pekerjaan artinya manusia modern cenderung memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi serta mempunyai pekerjaan yang jelas.

 

10. Manusia moderen menyadari dan menghargai kemuliaan orang lain terutama orang yang lemah.

 

11. Memahami perluya produksi

 

Inovasi menekankan pada ciri adaya sesuatu yang di amati sebagai sesuatu yang baru pada individu atau masyarakat ,sedangkan moderelisasi menekankan pada adanya proses perubahan dari tradisional ke moderen atau yang dari yang belum maju ke yang sudah maju.

 

 

 

C. Krateristik Inovasi

 

Roger mengemukakan krateristik inovasi yang dapat mempengaruhi cepat lambatya penerimaan inovasi ,sebagai berikut : (Everett M,Rogers,1983,hal.14-16)

 

1. Keuntungan relatif yaitu sejauh mana inovasi di anggap menguntungkan bagi penerimanya

 

2. Kompatibel (compability) ialah tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai (value) pengalaman lalu dan kebutuhan dari penerimanya

 

3. Kompleksitas (complexity) ialah tingkat kesukaran untuk memahami dan mengunakan inovasi bagi penerimaya

 

4. Trialabilitas (trialability) ialah dapat di coba atau tidaknya inovasi oleh penerima

 

5. Dapat di amati (observability) ialah mudah tidakya di amati suatu hasil inovasi

 

Zaltman ,ductan dan holbek mengemukakan bahwa cepat lambat diterimanya inovasi di pengaruhi atribut sendiri. Suatu inovasi dapat merupakan kombinasi dari berbagai macam atribut, adapun atribut inovasi yang di kemukakan oleh zatman yaitu:

 

a. Pembiayaan (cost)

 

Cepat lambatya penerimaan inovasi akan di pengaruhi oleh pembiayaan pada awal (pengadaan) maupun pembiayaan untuk pembinaan

 

b. Balik modal (returns to investment)

 

Atribut ini haya ada pada inovasi di bidang perusahaan atau industry

 

c. Efesiensi

 

Menggunakan waktu yang relative singkat

 

d. Resiko dan ketidak pastian

 

Artinya harus siap menerima segala resiko baik diterima maupun ditolak

 

e. Mudah di komunikasikan

 

Setiap inovasi haruslah mudah dikomunikasikan sehingga mudah diterima dengan baik oleh masyarakat luas.

 

f. Kompabilitas

 

Yaitu tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai (value) pengalaman lalu dan kebutuhan dari penerimanya

 

g. Kompeksitas

 

Yaitu tingkat kesukaran untuk memahami dan mengunakan inovasi bagi penerimanya.

 

 

h. Status ilmiah

 

Artinya telah teruji secara ilmiah

 

i. Kadar keaslian

 

Yaitu tingkat keaslian suatu inovasi

 

j. Dapat di lihat kemanpaatanya

 

Yaitu seberapa besar manfaat keberadaan inovasi tersebut

 

k. Dapat dilihat batas sebelumya

 

Yaitu dapat diperbandingkan dengan bentuk perkembangan pengaruh inovasi, dari sebelum inovasi itu ada dengan saat inovasi itu diberlakukan.

 

l. Keterlibatan

 

Yaitu tingkat keterlibatan komponen – komponen yang berpengaruh terhadap proses penerimaan inovasi tersebut.

 

m. Hubungan interpersonal

 

Yaitu hubungan antar sesama personal yang tergabung dalam proses inovasi tersebut

 

n. Kepentingan umum

 

Yaitu seberapa besar pengaruh inovasi tersebut bagi kepentingan umum

 

o. Peyuluh inovasi

 

Yaitu tingkat keahlian yang dimiliki penyuluh inovasi.

 

 

D. Pengertian Inovasi Pendidikan

 

Inovasi pendidikan ialah suatu ide, barang, metode yang di rasakan atau di amati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang ( masyarakat) baik berupa hasil invensi atau discovery yang di gunakan untuk mencapai tujuan pendidikan untuk memecahkan masalah pendidikan

 

Berikut ini contoh inovasi pendidikan dalam setiap komponen pendidikan atau komponen sistem sosial sesuai dengan pola yang di kemukakan oleh B.miles ,dengan perubahan isi sesuai dengan perkembangan pendidikan dewasa ini:

 

1. Pembiayaan personalia

 

Yaitu menambah suntikan pembiayaan personalia sehingga lebih efektif

 

2. Banyaknya personal dan wilayah kerja

 

Yaitu menambah personal dan wilayah kerja dalam rangka mensukseskan diberlakukannya inovasi tersebut

 

3. Fasilitas fisik

 

Yaitu menambah fasilitas fisik yang mendukung berlangsungnya inovasi

 

4. Penggunaan waktu

 

Yaitu menambah efisiensi waktu

 

5. Perumusan tujuan

 

Yaitu mengubah struktur tujuan untuk lebih terperinci dan lebih mendalam

 

6. Prosedur

 

Yaitu Membuat proseduran yang lebih terperinci

 

7. Peran yang di perlukan

 

Yaitu Menambah beberapa peran yang diperlukan

 

8. Wawasan dan perasaaan

 

Yaitu menambah wawasan dengan tidak mengabaikan perasaan

 

9. Bentuk hubungan antar (mekanisme kerja)

 

Yaitu membangun hubungan yang lebih baik sehingga mekanisme kerja berjalan dengan lancer.

 

10. Hubungan dengan sistem lainya

 

 

 

BAB I

 

KONSEP DASAR INOVASI PENDIDIKAN

 

 

 

 

A. Pengertian Diskoveri (Discoveria), Invensi (Invetion) Dan Inovasi (Innovation)

 

Kata’’ inovation’’(bahasa indonesia) sering diterjemahkan segala hal yang baru atau pembaharuan ( s. wojowosito,1972) tetapi ada yang menjadikan kata inovation menjadi kata indonesia. inovasi kadang-kadang juga di pakai untuk menyatakan temuan karena hal hal baru penemuan.

 

‘’Discovery’’,’’Invention” dan “Innovation ‘’dapat di artikan dalam bahasa indonesia penemuan , maksud ketiga kata tersebut mengandung arti di temukan ya sesuatu yang baru baik sebenarya barang itu sendiri sudah ada lama kemudian baru di ketahui atau memang benar-benar baru dalam arti sebenarya tidak ada.

 

Discoveri (discovery) adalah suatu penemuan sesuatu yang sebenarya benda atau hal yang ditemukan itu sudah ada,tetapi belum di ketahui orang .misalya penemuan benua amerika.sebenarya benua amerika sudah lama ada tetapi baru di temukan oleh columbus pada tahun 1492, maka di katakan columbus menemukan benua amerika artiya orang eropa yang pertama kali menjumpai benua amerika .(donald p,ely,1982 seminar on education chage)

 

Invensi (invention) adalah suatu penemuan suatu yang benar-benar berarti hasil kreasi manusia .benda atau hal yang di temukan itu benar-benar sebelumya belum ada kemudian di adakan hasil kreasi baru misalnya penemuan teori belajar , teori pendidikan, teknik pembuatan barang dari plastik, mode pakaian dan sebagainya

 

Inovasi (innovation) ialah suatu ide barang, kejadian, metode yang di rasakan atau di amati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) industri yang sudah modern di antara tanda – tanda masyarakat baik itu berupa hasil invensi maupun discoveri. Inovasi di adakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan masalah tertentu.

 

Discovery adalah penyingkapan tentang suatu sifat baru dari suatu material atau benda yang sudah dikenal atau sebelumnya sudah ada secara alami.

 

Invensi (Invention) adalah penemuan berupa ide yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi, yang dapat berupa proses atau hasil produksi atau penyempurnaan dan pengembangan proses atau hasil produksi. Invensi dapat dipatenkan, sedangkan discovery tidak. Inovasi : “proses” dan/atau “hasil” pengembangan atau pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan dan pengalaman untuk menciptakan (memperbaiki) produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru yang memberikan nilai (terutama ekonomi dan sosial) yang berarti (signifikan).

 

 

B. Inovasi dan Moderenisasi

 

Moderenisasi adalah proses perubahan sosial dari masyarakat tradisional ke masyarakat yang lebih maju di antara tanda-tanda masyarakat yang sudah maju (moderen) ialah di bidang ekonomi telah makmur ,bidang politik sudah stabil,terpenuhiya pelayanan kebutuhan pendidikan dan kesehatan. Inkelas mengemukakan secara detail tentang cirri-ciri manusia moderen ,berdasarkan penelitian pada masyarakat industri yang sudah maju ada 12 aspek yang menjadi tanda (krateristik) manusia moderen ,yaitu :

 

1. Bersifat terbuka terhadap pengalaman baru artiya jika menghadapi tawaran atau ajakan hal-hal yang baru yang lebih menguntungkan untuk kehidupan akan selalu mau memikirkan dan kemudian mau menerimaya tidak menuntut diri terhadap perubahan

 

2. Selalu siap menghadapi perubahan sosial, artiya siap untuk menerima perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat

 

3. Berpandangan yang luas artiya pendapat-pendapat tidak hanya berdasarkan apa yang ada pada diriya tetapi mau menerima pendapat yang datang dari luar diriya serta serta dapat memahami adaya perbedaan pandangan dengan orang lain

 

4. Mempuyai dorongan ingin tau yang kuat artinya setiap ada sesuatu hal yang baru membuat ingin mengetahui hal tersebut

 

5. Manusia yang moderen lebih beorentasi pada masa sekarang dan masa yang akan datangdari pada masa lampau

 

6. Manusia moderen berorientasi dan juga percaya pada hasil penghitungan baik jangka panjang maupun jangka pendek

 

7. Manusia moderen lebih percaya pada hasil perhitungan manusia dan pemikiran manusia dari pada takdir atau pembawaan.

 

8. Manusia moderen menghargai keterampilan teknik dan juga menggunakan sebagai dasar pemberian imbalan.

 

9. Wawasan pendidikan dan pekerjaan artinya manusia modern cenderung memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi serta mempunyai pekerjaan yang jelas.

 

10. Manusia moderen menyadari dan menghargai kemuliaan orang lain terutama orang yang lemah.

 

11. Memahami perluya produksi

 

Inovasi menekankan pada ciri adaya sesuatu yang di amati sebagai sesuatu yang baru pada individu atau masyarakat ,sedangkan moderelisasi menekankan pada adanya proses perubahan dari tradisional ke moderen atau yang dari yang belum maju ke yang sudah maju.

 

 

 

C. Krateristik Inovasi

 

Roger mengemukakan krateristik inovasi yang dapat mempengaruhi cepat lambatya penerimaan inovasi ,sebagai berikut : (Everett M,Rogers,1983,hal.14-16)

 

1. Keuntungan relatif yaitu sejauh mana inovasi di anggap menguntungkan bagi penerimanya

 

2. Kompatibel (compability) ialah tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai (value) pengalaman lalu dan kebutuhan dari penerimanya

 

3. Kompleksitas (complexity) ialah tingkat kesukaran untuk memahami dan mengunakan inovasi bagi penerimaya

 

4. Trialabilitas (trialability) ialah dapat di coba atau tidaknya inovasi oleh penerima

 

5. Dapat di amati (observability) ialah mudah tidakya di amati suatu hasil inovasi

 

Zaltman ,ductan dan holbek mengemukakan bahwa cepat lambat diterimanya inovasi di pengaruhi atribut sendiri. Suatu inovasi dapat merupakan kombinasi dari berbagai macam atribut, adapun atribut inovasi yang di kemukakan oleh zatman yaitu:

 

a. Pembiayaan (cost)

 

Cepat lambatya penerimaan inovasi akan di pengaruhi oleh pembiayaan pada awal (pengadaan) maupun pembiayaan untuk pembinaan

 

b. Balik modal (returns to investment)

 

Atribut ini haya ada pada inovasi di bidang perusahaan atau industry

 

c. Efesiensi

 

Menggunakan waktu yang relative singkat

 

d. Resiko dan ketidak pastian

 

Artinya harus siap menerima segala resiko baik diterima maupun ditolak

 

e. Mudah di komunikasikan

 

Setiap inovasi haruslah mudah dikomunikasikan sehingga mudah diterima dengan baik oleh masyarakat luas.

 

f. Kompabilitas

 

Yaitu tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai (value) pengalaman lalu dan kebutuhan dari penerimanya

 

g. Kompeksitas

 

Yaitu tingkat kesukaran untuk memahami dan mengunakan inovasi bagi penerimanya.

 

 

h. Status ilmiah

 

Artinya telah teruji secara ilmiah

 

i. Kadar keaslian

 

Yaitu tingkat keaslian suatu inovasi

 

j. Dapat di lihat kemanpaatanya

 

Yaitu seberapa besar manfaat keberadaan inovasi tersebut

 

k. Dapat dilihat batas sebelumya

 

Yaitu dapat diperbandingkan dengan bentuk perkembangan pengaruh inovasi, dari sebelum inovasi itu ada dengan saat inovasi itu diberlakukan.

 

l. Keterlibatan

 

Yaitu tingkat keterlibatan komponen – komponen yang berpengaruh terhadap proses penerimaan inovasi tersebut.

 

m. Hubungan interpersonal

 

Yaitu hubungan antar sesama personal yang tergabung dalam proses inovasi tersebut

 

n. Kepentingan umum

 

Yaitu seberapa besar pengaruh inovasi tersebut bagi kepentingan umum

 

o. Peyuluh inovasi

 

Yaitu tingkat keahlian yang dimiliki penyuluh inovasi.

 

 

D. Pengertian Inovasi Pendidikan

 

Inovasi pendidikan ialah suatu ide, barang, metode yang di rasakan atau di amati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang ( masyarakat) baik berupa hasil invensi atau discovery yang di gunakan untuk mencapai tujuan pendidikan untuk memecahkan masalah pendidikan

 

Berikut ini contoh inovasi pendidikan dalam setiap komponen pendidikan atau komponen sistem sosial sesuai dengan pola yang di kemukakan oleh B.miles ,dengan perubahan isi sesuai dengan perkembangan pendidikan dewasa ini:

 

1. Pembiayaan personalia

 

Yaitu menambah suntikan pembiayaan personalia sehingga lebih efektif

 

2. Banyaknya personal dan wilayah kerja

 

Yaitu menambah personal dan wilayah kerja dalam rangka mensukseskan diberlakukannya inovasi tersebut

 

3. Fasilitas fisik

 

Yaitu menambah fasilitas fisik yang mendukung berlangsungnya inovasi

 

4. Penggunaan waktu

 

Yaitu menambah efisiensi waktu

 

5. Perumusan tujuan

 

Yaitu mengubah struktur tujuan untuk lebih terperinci dan lebih mendalam

 

6. Prosedur

 

Yaitu Membuat proseduran yang lebih terperinci

 

7. Peran yang di perlukan

 

Yaitu Menambah beberapa peran yang diperlukan

 

8. Wawasan dan perasaaan

 

Yaitu menambah wawasan dengan tidak mengabaikan perasaan

 

9. Bentuk hubungan antar (mekanisme kerja)

 

Yaitu membangun hubungan yang lebih baik sehingga mekanisme kerja berjalan dengan lancer.

 

10. Hubungan dengan sistem lainya

BAB II

 

DIFUSI INOVASI PENDIDIKAN

 

 

 

 

A. Pengertian Difusi Dan Diseminasi

 

Konsep dasar difusi inovasi yaitu suatu proses dimana suatu inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu selama jangka waktu tertentu terhadap anggota suatu sistem sosial. Dalam difusi suatu inovasi, mesti ada inovasinya itu sendiri apa, melalui saluran komunikasi apa saja inovasi tersebut diperkenalkan, kepada siapa, dalam jangka waktu tertentu..

 

Difusi adalah proses komunikasi inovasi antara warga masyarakat (anggota system sosial), dengan menggunakan saluran tertentu dan dalam waktu tertentu. Komunikasi dalam definisi ini di tekankan dalam arti, terjadinya saling tukar informasi (hubungan timbal balik), antar beberapa individu baik secara memusat (konvergen ) maupun memencar ( divergen), yang berlangsung secara spontan.

 

Jadi difusi dapat juga merupakan salah satu tipe komunikasi, yakni komunikasi yang mempunyai ciri pokok, pesan yang di komunikasikan adalah hal yang baru( inovasi)

 

Rogers membedakan antara sistem difusi sentralisasi dan system difusi desentralisasi. Dalam system difusi sentralisasi, peraturan tentang berbagai hal seperti: kapan dimulainya difusi inovasi, dengan saluran apa, siapa yang akan menilai hasilnya (dilakukan oleh sekelompak kecil orang tertentu atau pimpinan agen pembaharu. Sedangkan dalam sistem difusi desentralisasi, penentuan itu dilakukan oleh klien (warga masyarakat) bekerja sama dengan beberapa orang yang telah menerima inovasi.

 

Diseminasi adalah proses penyebaran inovasi yang direncanakan, diarahkan dan dikelolah. Jadi kalau difusi terjadi secara sepontan, maka diseminasi dengan perencanaan.

 

 

B. Elemen Difusi Inovasi

 

Rogers mengemukakan ada 4 elemen pokok difusi inovasi, yaitu:

 

1. Inovasi

 

Inovasi adalah suatu ide, barang, kejadian, metode yang diamati sebagai suatu yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang. Baru disini diartikan sesuatu yang mengandung ketidak tentuan, sesuatu yang masih mengandung berbagai alternatif. Dengan adanya informasi yang diterima seseorang akan mengurangi ketidak tentuan tersebut, artinya makin jelas apa dan bagaimana hal yang baru itu.

 

2. Komunikasi dengan Saluran Tertentu

 

Komunikasi yaitu komunikasi yang menggunakan hal yang baru sebagai bahan informasi. Saluran komunikasi merupakan alat untuk menyampaikan informasi dari seseoarang ke orang lain. Kondisi kedua pihak yang berkomunikasi akan mempengaruhi pemilihan atau penggunaan saluran yang tepat untuk mengefektifkan proses komunikasi. Misalnya saluran media masa seperti radio, televisi, surat kabar dan sebagainya tepat digunakan untuk menyampaikan informasi dari seseorang atau sekelompok orang kepada orang banyak (massa).

 

Biasanya media massa digunakan untuk menyampaikan informasi kepada audien dengan maksud agar audien (penerima informasi) mengetahui dan menyadari adanya inovasi. Proses komunikasi akan lebih efektif jika memenuhi prinsip homophily (kesamaan), dan sebaliknya akan kurang efektif jika heterophily. Kesukaran komunikasi yang disebabkan adanya hererophily dapat dikurangi dengan emphatic (emphaty). Kegiatan komunikasi dalam proses difusi mencakup hal- hal sebagai berikut : (1) suatu inovasi (2) Individu atau kelompok yang telah mengetahui dan berpengalaman dengan inovasi (3) individu atau kelompok yang lain yang belum mengenal inovasi, (4) saluran komunikasi yang menggabungkan antar kedua pihak tersebut.

 

3. Waktu

 

Waktu adalah elemen yang penting dalam proses difusi, karena waktu merupakan aspek utama dalam proses komunikasi. Peranan dimensi waktu dalam proses difusi terdapat pada tiga hal sebagai berikut:

 

a. Proses kebutuhan inovasi

 

Yaitu seberapa lama inovasi itu dibutuhkan

 

b. Kepekaan seseorang terhadap inovasi.

 

Yaitu berapa lama waktu yang dibutuhkan seseorang dalam menanggapi inovasi tersebut

 

c. Kepekaan penerimaan inovasi.

 

Yaitu berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam penerimaan inovasi

 

4. Sistem Sosial (warga masyarakat)

 

Sistem sosial ialah hubungan (interaksi) antara individu atau unit dengan bekerja sama untuk memecahkan masalah guna mencapai tujuan tertentu. Contoh sistem sosial: petani di pedesaan, dosen dan pegawai di pergurua tinggi, kelompok dokter dirumah sakit, dan sebagainya. Semuan anggota sistem sosial berkerja sama untuk memecahkan masalah guna mencapai tujuan bersama.

 

 

 

Berikut ini akan dibicarakan hal-hal yang berkaitan dengan sistem sosial dan pengaruhnya terhadap proses difusi inovasi, dengan topik-topik: bagaimana bentuk sistem sosial mempengaruhi difusi, pengaruh norma dalam difusi, pengaruh pimpinan (pemuka) pendapat dan agen pembaharu, tipe keputusan inovasi, dan konsekuensi inovasi. Semua hal-hal tersebut, berperan dalam hubungan antara kesepakatan untuk bekerja sama mencapai suatu tujuan tertentu atau sistem sosial dengan proses difusi inovasi yang terjadi didalam sistem sosial.

 

a. Stuktur sosial dan difusi.

 

Struktur dalam hal ini diartikan sebagai pedoman peraturan unit dalam suatu sistem. Struktur sosial bukan hanya berlaku dalam organisasi formal tetapi juga dalam struktur informal, yaitu hubungan antara sesame warga masyarakat atau antara anggota sistem sosial secara informal, dengan ciri utama adanya kejelasan siapa berhubungan dengan siapa dan dalam situasi yang bagaimana. Misalnya dalam suatu sistem sosial timbul kelompok (beberapa orang) yang mengadakan ada beberapa orang yang bersahabat karena bersama-sama berusaha memecahkan suatu masalah yang dihadapi bersama (klique).

 

b. Norma sistem sosial dan difusi.

 

Norma yang berlaku pada suatu sistem social merupakan pedoman tinggkah laku anggota system social yang ditaati. Norma yang berlaku pada suatu sistem sosial berpengaruh terhadap kecepatan penerimaan inovasi.

 

c. Pemuka pendapat dan agen pembaharu

 

Pemuka pendapat ialah orang yang mampu mempengaruhi orang – orang lain agar mengubah sikap atau tingkah lakunya secara informal, kearah sesuatu perubahan yang dikehendaki.

 

Agen pembeharu adalah seorang professional yang bertugas untuk mempengaruhi klien (sasaran inovasi), untuk mengambil keputusan mengikuti inovasi, sesuai dengan tujuan yang akan di capai oleh lembaga atau organisasi tempat agen pembaharu itu bekerja.

 

d. Tipe keputusan inovasi.

 

1) Keputusan inovasi opsional, yaitu pemilihan menerima atau menolak inovasi, berdasarkan keputusan yang telah ditentukan oleh individu ( seseorang) secara mandiri tanpa tergangtung atau terpengaruhi dorongan anggota system social yang lain.

 

2) Keputusan inovasi kolektif, ialah pemilihan untuk menerima atau menolak inovasi, berdasarkan keputusan yang di buat secara bersama sama berdasarkan kespakatan antar anggota sistem sosial.

 

3) Keputusan inovasi otoritas, ialah pemilihan untuk menerima atau menolak inovasi, berdasrkan keputusan yang dibuat oleh seseorang atau kelompok orang yang mempunyai kedudukan, status, wewenang atau kemampuan yang lebih tinggi daripada anggota yang lain dalam suatu sistem sosial.

 

4) Keputusan inovasi kontingen (contingen) yaitu pemilihan meneriama atau menolak sesuatu inovasi, baru dapat dilakukan hanya setelah ada keputusan inovasi yang mendahului.

 

e. Konsekuensi inovasi.

 

Konsekuensi inovasi ialah perubahan yang terjadi dalam sistem sosial sebagai hasil dari penerimaan atau penolakan dari suatu inovasi. Konsekuensi inovasi dapat diklarisifikasikan menjadi tiga macam yaitu :

 

1) Konsekuensi yang bermanfaat dengan yang tidak bermanfaat, hal ini tergantung dari hasil inovasi di dalam sistem sosial itu fungsioanal atau tidak funsional.

 

2) Konsekuensi langsung dengan tidak langsung, tergantung dari perubahan yang terjadi pada individu atau sistem sosial berupa respon yang segera atau pertama terjadi terhadap iunovasi atau respon yang kedua,yang terjadi setelah adanya konsekuensi langsung.

 

3) Konsekuensi yang diharapkan dengan tidak diharapkan, tergantung dari bagaiman perubahan itu, diketaui dan direncanakan oleh anggota sistem sosial atau tidak

 

Dasar Hukum

 

Dasar hukum yang digunakan sebagai acuan pelaksanaan UKG adalah sebagai berikut.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;

Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/PB/2010, Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kredit.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 36 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Nasional.

KURIKULUM TERPADU, KBK DAN KTSP

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Saat ini perbincangan mengenai Kurikulum masih merupakan topik terhangat dalam dinamika pendidikan di Tanah Air. Diujicobakannya konsep baru Kurikulum Terpadu, Kurikulum Berbasis Kompetensi KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sedikit mengagetkan dan menyita perhatian para guru, termasuk pengamat dan pemerhati pendidikan. Seminar, diskusi, dan berbagai bentuk penataran berkaitan akan diberlakukannya konsep ini ramai dilakukan banyak kalangan. Dari sejumlah kegiatan itu muncul satu kesimpulan bahwa alasan utama lahirnya konsep ini karena selama ini guru dipandang tidak memiliki kompetensi, tidak profesional, dan tidak memenuhi kriteria sebagai guru (digugu lan ditiru) termasuk menjadi penyebab rendahnya mutu pendidikan. Dengan konsep ini, ada setitik harapan untuk terjadinya peningkatan mutu pendidikan di Tanah Air pada masa yang akan datang.

Sebagai bagian dari Kurikulum Terpadu, KBK dinilai oleh sebagian guru sebagai konsep yang tidak menyentuh persoalan dasar para guru sebagai pelaksana pendidikan di lapangan, sehingga belum tentu akan mengangkat citra pendidikan. Dari sejumlah kegiatan yang diikuti para guru selama ini, seperti melalui Kelompok Kerja Guru (KKG), justru “menggiring” para guru untuk terus terbentur pada hal-hal yang keliru, yaitu bagaimana menyiapkan dan mengerjakan administrasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang baik dan lengkap.

Memperhatikan hal tersebut serta mengacu pada berbagai usulan mengenai usaha perbaikan sistem pendidikan nasional, Pusat Kurikulum Balitbang Diknas melakukan pilot study pengembangan model pendidikan hak asasi manusia khusus di tingkat SD di Sektor pendidikan pun tak luput dari gerakan reformasi. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan berbagai praktik pendidikan dikritik tajam dan dituntut untuk direformasi. Salah satu tuntutan menonjol yaitu kurikulum 1994 dan suplemennya harus ditinjau kembali. Pelajaran Budi Pekerti dipertanyakan mengapa dihilangkan. Kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa Orde Baru yang sentralistis, tertutup dan represif harus direformasi menjadi pendidikan yang demokratis, terbuka dan memberikan otonomi yang luas bagi daerah.

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, setiap sekolah/madrasah harus mengembangkan kurikulum tersebut berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) dan berpedoman kepada panduan yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Satuan Pendidikan yang telah melakukan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh diperkirakan mampu secara mandiri mengembangkan kurikulumnya berdasarkan SKL, SI dan Panduan  Umum. Panduan Umum yang diterbitkan oleh Depdiknas, dalam hal ini Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) memungkinkan satuan pendidikan tersebut, dan juga sekolah/madrasah lain yang mempunyai kemampuan, untuk  mengembangkan kurikulum mulai tahun ajaran 2006/2007.

Kenyataan di lapangan pemberlakuan KTSP tidak seperti yang diharapkan oleh pemerintah, banyak kendala dan permasalahan-permasalahan yang ditemui oleh para guru dan pelaku pendidikan di sekolah. Sejak kemunculannya, KTSP telah mengundang pro dan kontra di kalangan akademisi dan praktisi pendidikan. Menurut pengamatan penulis, pemberakuan KTSP merupakan paling banyak mengundang perhatian masyarakat Indonesia dibanding kurikulum-kurikulum yang lain.

 

B. RUMUSAN MASALAH

                 Berdasarkan uraian-uraian ermasalahan di atas, penulis dapat merumskan beberapa masalah, sebagai berikut:

     1. Apakah Kurikulum Terpadu untuk Pendidikan Dasar?

2. Apa dan bagaimana pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Pendidikan Dasar?

3. Apa dan bagaimana pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan    (KTSP) Pendidikan Dasar?

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.    KURIKULUM TERPADU
    1. 1.      Pengertian dan latar belakang kurikulum terpadu.

     Siswa di sekolah dasar khususnya di kelas-kelas rendah menghayati pengalaman belajarnya secara holistik. Siswa mengalami kesulitan dengan adanya pemisahan pengalaman belajar seperti penyajian pelajaran dalam bentuk mata pelajaran terpisah-pisah.

     Hal ini sesuai dengan konsep belajar Gestalt yang mengutamakan pengetahuan yang dimiliki siswa dimulai dari keseluruhan baru kemudian menuju bagian-bagian. Artinya dimata siswa melihat dirinya sebagai pusat lingkungan yang merupakan keseluruhan yang belum jelas unsur-unsurnya dengan pemaknaan secara holistik yang berangkat dari yang bersifat konkrit.

     Kurikulum terpadu merupakan bentuk kurikulum yang meniadakan batas-batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan (Hamalik, l993:32).

 

  1. Komponen-komponen kurikulum terpadu

     Kurikulum terpadu menyediakan kesempatan dan kemungkinan belajar bagi para siswa. Kesempatan belajar tersebut dirancang dan dilaksanakan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan hal-hal yang berpengaruh,oleh karena itu diperlukan pengaturan, kontrol, bimbingan agar proses belajar terarah ketercapaian tujuan-tujuan kemampuan yang diharapkan. Kurikulum dirancang berdasarkan sistem keterpaduan yang mempertimbangkan komponen-komponen masukan, proses dan produk secara seimbang dan setaraf.

     Pada komponen masukan, kurikulum dititikberatkan pada mata mata pelajaran logis dan sistematis agar siswa menguasai struktur pengetahuan tertentu.Pada komponen proses, kurikulum dititikberatkan pada pembentukan konsp berfikir dan cara belajar yang diarahkan kepada pengembangan peta kognitif. Pada komponen produk, kurikulum dititikberatkan pada pembentukan tingkah laku spesifik.

     Ketiga komponen tersebut berinteraksi dalam kurikulum secara terpadu, sehingga tujuan kurikulum terpadu untuk mengembangkan kemampuan yang merupakan gejala tingkah laku berkat pengalaman belajar. Tingkah laku yang diterapkan adalah integrasi atau behavior is the better integrated, terjadi dikarenakan pengalaman-pengalaman dalam situasi tertentu, bukan karena kecenderungan alami atau kematangan kondisi temporer, sehingga perubahan tingkah laku bersifat permanen dan bertalian dengan situasi tertentu (Hilgard & Bower, l977:17).

     Untuk mencapai perubahan-perubahan perilaku, sistem keterpaduan dikembangkan berdasarkan prisip-prinsip sebagai berikut: suasana lapangan (field setting) yang memungkinkan siswa menampilkan kemampuannya di dalam kelas, pengembangan diri sendiri (self development), pengembangan potensi yang dimiliki masing-masing individu (self actualization), proses belajar secara kelompok (social learning), pengulangan dan penguatan (reinforcement), pemecahan masalah-masalah (heuristik learning), dan sikap percaya diri sendiri (self confidence).

 

  1. Karakteristik kurikulum terpadu

     Ciri-ciri bentuk organisasi kurikulum terpadu (Integrated Curriculum) diantaranya adalah: (a) berdasarkan filsafat pendidikan demokrasi Pancasila, (b) berdasarkan psikologi belajar Gestalt dan field theory (c) berdasarkan landasan sosiologis dan sosiokultural, (d) berdasarkan kebutuhan, minat dan tingkat perkembangan pertumbuhan peserta didik, (e) ditunjang oleh semua mata pelajaran atau bidang studi yang ada, (f) sistem penyampaiannya dengan menggunakan sistem pengajaran unit yakni unit pengalaman dan unit mata pelajaran dan (g) peran guru sama aktifnya dengan peran peserta didik, bahkan peran siswa lebih menonjol dan guru cenderung berperan sebagai pembimbing atau fasilitator.

                 Keunggulan atau manfaat kurikulum terpadu diantaranya, adalah:

(a) segala sesuatu yang dipelajari dalam unit bertalian erat, (b) kurikulum ini sesuai denganpendapat-pendapat modern tentang belajar, (c) memungkinkan hubungan yang erat kaitannya antara sekolah dengan masyarakat, (d) sesuai dengan faham domakratis, (e)mudah disesuaikan dengan minat, kesanggupan, dan kematangan pesera didik.

 

  1. Model pembelajaran terpadu.

     Ditinjau dari cara memadukan konsep, keterampilan, topik, dan unit tematisnya, menurut seorang ahli yang bernama Robin Fogarty (1991) terdapat sepuluh cara atau model dalam merencanakan pembelajaran terpadu. Kesepuluh cara atau model tersebut adalah: (1) fragmented, (2) connected, (3) nested, (4) sequenced, (5) shared, (6) webbed, (7) threaded, (8) integrated, (9) immersed, dan (10) networked.

     Secara singkat kesepuluh cara atau model tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. Gambar atau ilustrasi digunakan untuk memebantu memehami uraian dari setiap model.

1.Model Penggalan (Fragmented)

 

 

 

 

     Model fragmented ditandai oleh ciri pemaduan yang hanya terbatas pada satu mata pelajaran saja. Misalnya, dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, materi pembelajaran tentang menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dapat dipadukan dalam materi pembelajaran keterampilan berbahasa. Dalam proses pembelajarannya, butir-butir materi tersebut dilaksanakan secara terpisah-pisah pada jam yang berbeda-beda.

2. Model Keterhubungan (Connected)

 

 

 

 

 

     Model connected dilandasi oleh anggapan bahwa butir-butir pembelajaran dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu.

     Butir-butir pembelajaran kosakata, struktur, membaca dan mengarang misalnya, dapat dipayungkan pada mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penguasaan butir-butir pembelajaran tersebut merupakan keutuhan dalam membentuk kemampuan berbahasa dan bersastra. Hanya saja pembentukan pemahaman, keterampilan dan pengalaman secara utuh tersebut tidak berlangsung secara otomatis. Karena itu, guru harus menata butir-butir pembelajaran dan proses pembelajarannya secara terpadu.

3. Model Sarang (Nested)

 

 

 

 

 

     Model nested merupakan pemaduan berbagai bentuk penguasaan konsep keterampilan melalui sebuah kegiatan pembelajaran. Misalnya, pada satuan jam tertentu seorang guru memfokuskan kegiatan pembelajaran pada pemahaman tata bentuk kata, makna kata, dan ungkapan dengan saran pembuahan keterampilan dalam mengembangkan daya imajinasi, daya berpikir logis, menentukan ciri bentuk dan makna kata-kata dalam puisi, membuat ungkapan dan menulis puisi. Pembelajaran berbagai bentuk penguasaan konsep dan keterampilan tersebut keseluruhannya tidak harus dirumuskan dalam tujuan pembelajaran. Keterampilan dalam mengembangkan daya imajinasi dan berpikir logis dalam hal ini disikapi sebagai bentuk keterampilan yang tergarap saat siswa memakai kata-kata, membuat ungkapan dan mengarang puisi. Penanda terkuasainya keterampilan tersebut dalam hal ini ditunjukkan oleh kemampuan mereka dalam membuat ungkapan dan mengarang puisi.

4. Model Urutan/Rangkaian (Sequenced)

 

 

 

 

     Model sequenced merupakan model pemaduan topik-topik antarmata pelajaran yang berbeda secara paralel. Isi cerita dalam roman sejarah misalnya, topik pembahasannya secara paralel atau dalam jam yang sama dapat dipadukan dengan ikhwal sejarah perjuangan bangsa, karakteristik kehidupan sosial masyarakat pada periode tertentu maupun topik yang menyangkut perubahan makna kata. Topik-topik tersebut dapat dipadukan pembelajarannya pada alokasi jam yang sama.

5. Model Bagian (Shared)

 

 

 

     Model shared merupakan bentuk pemaduan pembelajaran akibat adanya “overlapping” konsep atau ide pada dua mata pelajaran atau lebih. Butir-butir pembelajaran tentang kewarganegaraan dalam PPKN misalnya, dapat bertumpang tindih dengan butir pembelajaran dalam Tata Negara, PSPB, dan sebagainya.

6. Model Jaring Laba-laba (Webbed)

 

 

 

 

     Selanjutnya, model yang paling populer adalah model webbed. Model ini bertolak dari pendekatan tematis sebagai pemadu bahan dan kegiatan pembelajaran. Dalam hubungan ini tema dapat mengikat kegiatan pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran.

7. Model Galur (Threaded)

 

 

 

 

     Model threaded merupakan model pemaduan bentuk keterampilan misalnya, melakukan prediksi dan estimasi dalam matematika, ramalan terhadap kejadian-kejadian, antisipasi terhadap cerita dalam novel, dan sebagainya. Bentuk threaded ini berfokus pada apa yang diesbut meta-curriculum.

8. Model Keterpaduan (Integrated)

 

 

     Model integrated merupakan pemaduan sejumlah topik dari mata pelajaran yang berbeda, tetapi esensinya sama dalam sebuah topik tertentu. Topik evidensi yang semula terdapat dalam mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Pengetahuan Alam, dan Pengetahuan Sosial, agar tidak membuat muatan kurikulum berlebihan cukup diletakkan dalam mata pelajaran tertentu, misalnya Pengetahuan Alam. Contoh lain, dalam teks membaca yang merupakan bagian mata pelajaran. Bahasa Indonesia, dapat dimasukkan butir pembelajaran yang dapat dihubungkan dengan Matematika, Pengetahuan Alam, dan sebagainya. Dalam hal ini diperlukan penataan area isi bacaan yang lengkap sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai butir pembelajaran dari berbagai mata pelajaran yang berbeda tersebut.

 

9. Model Celupan (Immersed)

 

 

 

     Model immersed dirancang untuk membantu siswa dalam menyaring dan memadukan berbagai pengalaman dan pengetahuan dihubungkan dengan medan pemakaiannya. Dalam hal ini tukar pengalaman dan pemanfaatan pengalaman sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.

10. Model Jaringan (Networked)

 

 

 

     Terakhir, model networked merupakan model pemaduan pembelajaran yang mengandaikan kemungkinan pengubahan konsepsi, bentuk pemecahan masalah, maupun tuntutan bentuk keterampilan baru setelah siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi, kondisi, maupun konteks yang berbeda-beda. Belajar disikapi sebagai proses yang berlangsung secara terus-menerus karena adanya hubungan timbal balik antara pemahaman dan kenyataan yang dihadapi siswa.

  1. B.     KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK 2004)

1. Pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi

            Pusat kurikulum, Balitbang Depdiknas (2002) mendefinisikan bahwa kurikulum berbasis kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah.

Kurikulum ini berorientasi pada: (1) hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna, dan (2) keberagaman yang dapat diwujudkan sesuai dengan kebutuhannya.

           

2. Ciri-Ciri Kurikulum Berbasis Kompetensi

            KBK berupaya mengkondisikan setiap peserta didik agar memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Penyampaiannya harus bersifat kontekstual dengan mempertimbangkan faktor kemampuan, lingkungan, sumber daya, norma, integrasi dan aplikasi berbagai kecakapan kinerja. Dengan demikian  KBK berorientasi pada pendekatan konstruktivisme.  Hal ini terlihat dari ciri-ciri KBK sebagai berikut:
a) Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa, baik secara individual maupun klasikal
b) Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman
c) Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi
d) Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar yang lain yang memenuhi unsur edukasi
e) Penilaian menekankan pada proses dan hasil dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.

 

 

 

3. Prinsip – Prinsip KBK

             Dalam Pelayanan Profesional Kurikulum 2004 “Kurikulum Berbasis Kompetensi” (KBK) yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional (2003) dijelaskan bahwa prinsip-prinsip implementasi meliputi:

1) kegiatan belajar mengajar,

2) penilaian berbasis kelas, dan

3) pengelolaan kurikulum berbasis.sekolah.

            Pengembangan kurikulum 2004 harus berkaitan dengan tuntutan standar kompetensi, organisasi pengalaman belajar, dan aktivitas untuk mengembangkan dan menguasai kompetensi seefektif mungkin. Proses pengembangan kurikulum berbasis kompetensi juga menggunakan asumsi bahwa siswa yang akan belajar telah memiliki pengetahuan dan keterampilan awal yang dibutuhkan untuk menguasai kompetensi tertentu. Oleh karenanya pengembangan Kurikulum 2004 perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut:
1. Berorientasi pada pencapaian hasil dan dampaknya (outcome oriented)
2. Berbasis pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
3. Bertolak dari Kompetensi Lulusan
4. Memperhatikan prinsip pengembangan kurikulum yang berdifferensiasi
5. Mengembangkan aspek belajar secara utuh dan menyeluruh (holistik), serta
6. Menerapkan prinsip ketuntasan belajar (mastery learning).

4. Komponen – Komponen Kurikulum Berbasis Kompetensi

1) Kurikulum Hasil Belajar (KHB)

2) Penilaian Berbasis Kelas (PBK)

3) Kegiatan Belajar Mengajar

4) Pengelolaan Kurikulum Berbasis sekolah

 

5. Kelebihan dan Kelemahan Kurikulum Berbasis Kompetensi

     a. Kelebihan KBK

  1. Mengembangkan kompetensi siswa pada setiap aspek mata pelajaran

  2. Mengembangakan pembelajaran berpusat pada siswa (student oriented).
  3. Guru berwenang  menyusun silabus yan sesuai dengan kondisi sekolah
  4. Bentuk pelaporan hasil belajar yang memaparkan setiap aspek
  5. Penilaian yang menekankan pada proses

 

b. Kelemahan KBK

1. Paradigma guru dalam pembelajaran KBK masih teacher oriented.
2. Kualitas SDM urutan 109 dari 179 negara Human Development Index.
3.Tidak bisa diimplementasikan secara komprehensif karena kurang sarana
4. Tidak ada payung hukum tentang pelaksanaan KBK

5. Dalam kurikulum dan hasil belajar indikator sudah disusun.
6. Urutan standar kompetensi dan kompetensi dasar berubah-ubah.

           

 

  1. C.    KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP 2006)

 

  1. 1.      Pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Selain dari itu, penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005.

Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menyusun Panduan Penyusunan KTSP yang terdiri dari dua bagian pertama, Panduan Umum yang memuat ketentuan umum pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan pada satuan pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam SI dan SKL.Termasuk dalam ketentuan umum adalah penjabaran amanat dalam UU 20/2003 dan ketentuan PP 19/2005 serta prinsip dan langkah yang harus diacu dalam pengembangan KTSP, kedua, model KTSP sebagai salah satu contoh hasil akhir pengembangan KTSP dengan mengacu pada SI dan SKL dengan berpedoman pada Panduan Umum yang dikembangkan BSNP. Sebagai model KTSP, tentu tidak dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan hendaknya digunakan sebagai referensi.

Panduan pengembangan kurikulum tersebut disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :

  1. belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
  2. belajar untuk memahami dan menghayati,
  3. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
  4. belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
  5. belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

 

  1. 2.      LANDASAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

Landasan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah :

1)     Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Ketentuan dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP, adalah  Pasal 1 ayat (19); Pasal 18 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 32 ayat (1), (2), (3); Pasal 35 ayat (2);  Pasal 36 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 37 ayat (1), (2), (3); Pasal 38 ayat (1), (2).

2)     Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Ketentuan di dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (5), (13), (14), (15); Pasal 5 ayat (1), (2); Pasal 6 ayat (6); Pasal 7 ayat  (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8);  Pasal 8 ayat (1), (2), (3); Pasal 10 ayat (1), (2), (3); Pasal 11 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 13 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 14 ayat (1), (2), (3); Pasal 16 ayat (1), (2), (3), (4), (5); Pasal 17 ayat (1), (2); Pasal 18 ayat (1), (2), (3); Pasal 20.

3)   Standar Isi

      SI mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam SI adalah : kerangka dasar dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 22 Tahun 2006.

4)   Standar Kompetensi Lulusan

SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 23 Tahun 2006.

 

  1. 3.                  Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah.

Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. Penyusunan KTSP untuk pendidikan khusus dikoordinasi dan disupervisi oleh dinas pendidikan provinsi, dan berpedoman pada SI dan SKL serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP.

KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:

1) Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.

2)      Beragam dan terpadu

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

3)      Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

4)      Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan  kemasyarakatan, dunia usaha dan  dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi,  keterampilan  berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.

5)      Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi,   bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.

6)        Belajar sepanjang hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal  dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

7)      Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

  1. 4.      Acuan Operasional Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

KTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

1)        Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia

Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.

2)        Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik

Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif, kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu,  kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional dan sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik.

3)        Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan

Daerah memiliki potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah. 

4)        Tuntutan pembangunan daerah dan nasional

Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, keduanya harus ditampung secara berimbang dan saling mengisi.

5)        Tuntutan dunia kerja

Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan  dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

6)        Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni

Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. 

7)        Agama

Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut mendukung peningkatan iman, taqwa dan akhlak mulia.

8)        Dinamika perkembangan global

Pendidikan harus menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antarbangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain.

9)        Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan

Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh karena itu, kurikulum harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam  wilayah NKRI.

10)     Kondisi sosial budaya masyarakat setempat

Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain.

11)   Kesetaraan Jender

Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender.

  1. 12.   Karakteristik satuan pendidikan

Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan.

 

  1. 5.      Komponen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

1)        Tujuan Pendikan Tingkat Satuan Pendidikan

Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dirumuskan mengacu kepada tujuan umum pendidikan berikut.

  1. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
  2. Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
  3. Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

 

 

 

2)      Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam SI meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut.

  1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
  2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
  3. Kelompok mata pelajaran  ilmu pengetahuan dan teknologi
  4. Kelompok mata pelajaran estetika
  5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

Kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pembelajaran sebagaimana diuraikan dalam PP 19/2005 Pasal 7.

Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.

  1. a.      Mata pelajaran

Mata pelajaran beserta alokasi waktu masing-masing tingkat satuan pendidikan berpedoman pada struktur kurikulum yang tercantum dalam SI

  1. b.      Muatan lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. Muatan lokal merupakan mata pelajaran, sehingga satuan pendidikan harus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan. Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester. Ini berarti bahwa dalam satua tahun satuan pendidikan dapat menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan lokal.

  1. c.         Kegiatan pengembangan diri

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik serta kegiatan keparamukaan, kepemimpinan, dan kelompok ilmiah remaja.

Khusus untuk sekolah menengah kejuruan pengembangan diri terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karier.

Pengembangan diri untuk satuan pendidikan khusus menekankan pada peningkatan kecakapan hidup dan kemandirian sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran. Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada mata pelajaran.

  1. d.        Pengaturan beban belajar

1)    Beban belajar dalam sistem paket digunakan oleh tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, baik katagori standar maupun mandiri.

2)  Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Pengaturan  alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, di samping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi.

3)  Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk SD/MI/SDLB 0% – 40%, SMP/MTs/SMPLB 0% – 50% dan SMA/MA/SMALB/SMK/MAK 0% -  60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.

4)  Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka.

  1. e.         Ketuntasan belajar

Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.

  1. f.         Kenaikan kelas dan kelulusan

Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria kenaikan kelas diatur oleh masing-masing direktorat teknis terkait.

Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah:

1)    menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

2)    memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan;

3)    lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan

4)    lulus Ujian Nasional.

  1. g.        Penjurusan

Penjurusan dilakukan pada kelas XI dan XII SMA/MA dengan kriteria tertentu, sedangkan di sekolah dasar tidak ada penjurusan

  1. h.        Pendidikan kecakapan hidup

                                    1)    Kurikulum untuk SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/ SMALB, SMK/MAK dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik dan/atau kecakapan vokasional.

                                    2)    Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian integral dari pendidikan semua mata pelajaran dan/atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus.

                                    3)    Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan dan/atau dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal.

  1. i.          Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global

1)     Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam  aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik.

2)     Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.

3)     Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan juga dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal.

4)     Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal yang sudah memperoleh akreditasi.

 

  1. 6.      Pelaksanaan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

1)   Analisis Konteks

  1. Mengidentifikasi SI dan SKL sebagai acuan dalam penyusunan KTSP.
  2. Menganalisis kondisi yang ada di satuan pendidikan yang meliputi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, biaya, dan program-program.
  3. Menganalisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar:  komite sekolah, dewan pendidikan, dinas pendidikan, asosiasi  profesi, dunia industri dan dunia kerja, sumber daya alam dan sosial budaya.

 

2)   Mekanisme Penyusunan

  1. a.      Tim Penyusun

Tim penyusun KTSP pada  SD, SMP, SMA dan SMK terdiri atas guru, konselor, dan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota. Di dalam kegiatan tim penyusun melibatkan komite sekolah, dan nara sumber, serta pihak lain yang terkait.  di Supervisi dilakukan oleh dinas yang bertanggung jawab di bidang pendidikan tingkat kabupaten/kota untuk SD dan SMP dan tingkat provinsi untuk SMA dan SMK.

Tim penyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan MI, MTs, MA dan MAK terdiri atas guru, konselor, dan kepala madrasah sebagai ketua merangkap anggota. Di dalam kegiatan tim penyusun melibatkan komite sekolah, dan nara sumber, serta pihak lain yang terkait. Supervisi dilakukan oleh departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama. 

Tim penyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan khusus (SDLB,SMPLB, dan SMALB)  terdiri atas guru, konselor, kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota. Di dalam kegiatan tim penyusun melibatkan komite sekolah, dan nara sumber, serta pihak lain yang terkait. Supervisi dilakukan oleh dinas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan.

  1. b.      Kegiatan

Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan/atau lokakarya sekolah/madrasah dan/atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. 

Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draf, reviu dan revisi, serta finalisasi, pemantapan dan penilaian. Langkah yang lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun.  

  1. c.       Pemberlakuan

Dokumen KTSP pada SD, SMP, SMA, dan SMK dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah setelah mendapat pertimbangan dari komite sekolah dan diketahui oleh dinas tingkat kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD dan SMP, dan tingkat propinsi untuk SMA dan SMK.

Dokumen KTSP pada MI, MTs, MA, dan MAK dinyatakan berlaku oleh kepala madrasah setelah mendapat pertimbangan dari komite madrasah dan diketahui oleh departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama.

Dokumen kurikulum tingkat satuan pendidikan SDLB, SMPLB, dan SMALB dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah serta mendapat pertimbangan dari komite sekolah dan diketahui dinas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan.

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. A.    KESIMPULAN
    1. 1.  Kurikulum terpadu merupakan bentuk kurikulum yang meniadakan batas-batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan.

2. Ada tiga macam komponen dalam kurikulum terpadu yaitu, komponen masukan, proses dan produk yang dilaksanakan secara seimbang dan setaraf

3. Ciri-ciri kurikulum terpadu yaitu, berdasarkan (a) berdasarkan filsafat pendidikan demokrasi Pancasila, (b) psikologi belajar Gestalt dan field theory (c) landasan sosiologis dan sosiokultural, (d) kebutuhan, minat dan tingkat perkembangan pertumbuhan peserta didik, (e) ditunjang oleh semua mata pelajaran, (f) menggunakan sistem pengajaran, (g) peran guru sama aktifnya dengan peran peserta didik.

4. Kurikulum Berbasis Kompetensi ( KBK) mengemukakan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1) Pemberdayaan sekolah dan daerah
2) Memuat Standar Kompetensi
3) Kegiatan pembiasaan perilaku terintegrasi dan terprogram
4) Pengenalan mata pelajaran TIK
5) Penilaian Berbasis Kelas (PBK)
6) Pendekatan tematik di kelas I dan II SD/MI untuk memperhatikan     

          kelompok usia
7) Kesinambungan pemeringkatan kompetensi bahan kajian dari kelas I

          sampai kelas XI.

8) Pendidikan dasar 9 tahun
9) Penekanan pada kemampuan Membaca, Menulis, dan Berhitung
10) Konsep-konsep dan materi pokok (esensial) pada setiap mata

       pelajaran untuk mencapai kompetensi
11) Adanya muatan lokal
12) Alokasi waktu setiap jam pelajaran tetap 35 menit untuk SD

  1. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
  2. Landasan KTSP adalah UU nomor 20 tahun 2003 tentang SPN, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
  3. Pengembangan KTSP harus mengikuti 7 prinsip pengembangan KTSP.
  4. KTSP mengacu pada Acuan opersional yang terdiri dari 12 butir acuan operasional.
  5. Komponen KTSP terdiri dari Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan serta Stuktur dan Muatan Kurikulum.
  6. Silabus sebagai bagian dari KTSP harus dikembangkan berdasarkan prinsip dan langkah-langkah pengembangan silabus.
  7. Pelaksanaan KTSP melalui prosedur analisis konteks dan mekanisme penyusunan yang terdiri dari pembentukan tim penyusun, kegiatan penyusunan dan pemberlakuan KTSP.

 

  1. B.     SARAN

 

Mahasiswa Program Studi S2 Pendidikan Dasar PPS yang berkecimpung langsung di dunia pendidikan, harus memahami, mampu menyusun dan melaksanakan Kurikulum yang telah diberlakukan  secara baik dan benar.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

BSNP. 2007. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta:BSNP

 

Efendi, Mohammad. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran: Penantar ke Arah Pemahaman KBK, KTSP, dan SBI. Malang. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.

 

http://file.upi.edu/direktori/ DUAL-MODES/ INOVASI PENDIDIKAN/ Modul 4 inovasi kurikulum. Diakses 11 Juli 2012

 

Puskur. 2007. Model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas

 

______________. Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sinar Grafika

 

_____________. Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

 

_____________. Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi

 

 

 

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.