PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK MENURUT HURLOCK

DAFTAR  PERTANYAAN DAN PEMBAHASAN

BERDASARKAN BUKU WAJIB

E. B. Hurlock, E. B. (1988). Perkembangan Anak.Jilid 1.

Jakarta: Penerbit Erlangga.

BAB 9: Perkembangan Sosial

 

1. Orang yang bagaimanakah oranag yang disebut: a. introvert? b. Ekstrovert?

    Pembahasan:

    a. Orang introvert adalah orang yang lebih banyak merenungi diri dan lebih suka menyendiri daripada bersama-sama dengan orang lain.

    b. Orang ekstrovert adalah orang yang bersifat sosial dan yang pikirannya lebih banyak tertuju pada hal-hal di luar dirinya.

2. Setujukah Anda kalau dikatakan bahwa “ orang dilahirkan dalam keadaan sudah bersifat sosial, tidak sosial, atau antisosial”? Jelaskan alasannya!

    Pembahasan:

     Tidak setuju, sebab orang bersifat sosial, tidak sosial, atau antisosial bukan pembawaan sejak lahir, melainkan karena hasil belajar.

3. Apa yang dimaksud dengan perkembangan sosial?

     Pembahasan:

     Perkembangan sosial adalah kemampuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial.

4. Menjadi orang yang bermasyarakat (socialized) memerlukan tiga proses, yang meskipun terpisah dan dapat dibedakan satu sama lain, tetapi saling berkaitan, sehingga kegagalan dalam satu proses akan merendahkan tingkat sosialisasi individu. Jelaskanlah ketiga proses yang dimaksudkan!

     Pembahasan:

     Ketiga proses itu disebut proses sosialisasi. Adapun tiga proses sosialisasi tersebut yaitu sebagai berikut:

     a. Belajar berperilaku yang dapat diterima secara sosial

        Setiap kelompok sosial mempunyai standar bagi para anggotanya tentang perilaku yang dapat diterima. Untuk dapat bermasyarakat anak tidak hanya harus mengetahui perilaku yang dapat diterima, tetapi mereka juga harus menyesuaikan perilaku dengan patokan yang dapat diterima.

   b. Memainkan peranan sosial yang dapat diterima.

        Setiap kelompok sosial mempunyai pola kebiasaan yang telah ditentukan dengan seksama oleh para anggotanya dan dituntut untuk dipatuhi. Ebagai contoh, ada peran yang telah disetujui bersama bagi orang tua dan anak serta bagi guru dan murid.

    c. Perkembangan sikap sosial.

        Untuk bermasyarakat/ bergaul dengan baik anak-anak harus menyukai orang dan aktivitas sosial. Jika mereka dapat melakukannya, mereka akan berhasil dalam penyesuaian sosial yang baik dan diterima sebagai anggota kelompok sosial tempat mereka menggabungkan diri.   

5. Berikanlah definisi dari:

     a. Orang yang sosial!

     b. Orang yang suka hidup berkelompok (gregarious)!

     c. Orang yang nonsosial (nonsocial)!

     d. Orang yang tidak Sosial (unsosial)!

     e. Orang yang antisosial (antisocial)!

Pembahasan:

a. Orang sosial ialah mereka yang perilakunya mencerminkan keberhasilan di dalam tiga proses sosialisasi, sehingga mereka cocok dengan kelompok tempat mereka menggabungkan diri dan diterima sebagai anggota kelompok.

b. Orang yang suka hidup berkelompok (gregarious) adalah orang yang menghasratkan kehadiran orang lain dan merasa kesepian jika berada seorang diri. Mereka puas semata-mata karena berada bersama orang lain, terlepas dari sifat hubungannya.

c. Orang yang nonsosial adalah orang perilakuknya tidak mencerminkan keberhasilan dalam ketiga yang menjadi ciri khas seorang yang mempunyai sifat sosial.

d. Orang yang tidak sosial (unsocial) adalah orang nonsosial yang tidak mengetahui apa yang dituntut oleh kelompok sosial sehingga berperilaku yang tidak memenuhi tuntutan sosial. Oleh karena itu, mereka tidak diterima oleh kelompok dan terpaksa menggunakan sebagaian besar waktu mereka untuk berada seorang diri.

e. Orang yang antisosial adalah orang nonsosial yang mengetahui hal-hal yang dituntut kelompok, tetapi karena sikap permusuhan terhadap orang lain maka mereka melawan norma kelompok. Akibatnya mereka diabaikan dan ditolak oleh kelompok.

6. Apakah anak akan belajar menysuaikan diri dengan tuntutan sosial (harapan sosial) dan menjadi pribadi yang dapat bermasyarakat bergantung pada empat faktor. Jelaskanlah faktor-faktor yang dimaksud!

     Pembahasan:

     Empat faktor itu disebut esensi sosialisasi (Essential of socialization). Keempat faktor yang dimaksud adalah sebagai berikut:

a.       Kesempatan yang penuh untuk sosialisasi adalah penting karena anak-anak tidak dapat belajar hidup bermasyarakat dengan orang lain jika sebagian besar waktu mereka dipergunakan seorang diri. Tahun demi tahun mereka semakin membutuhkan kesempatan untuk bergaul tidak hanya dengan anak yang umur dan tingkat perkembangannya sama, tetapi juga dengan orang dewasa yang umur dan lingkungannya berbeda.

b.      Dalam keadaan bersama-sama anak-anak tidak hanya harus mampu berkomunikasi dalam kata-kata yang dapat dimengerti orang lain, tetapi juga harus mampu berbicara tentang topik yang dapa dipahami dan menarik bagi orang lain. Pembicaraan yang bersifat sosial, merupakan penunjang yang penting bagi sosialisasi, tetapi pembicaraan yang egosentrik menghalangi sosialisasi.

c.       Anak akan belajar sosialisasi hanya apabila mereka mempunyai motivasi untuk melakukannya. Motivasi sebagian besar bergantung pada timgkat kepuasan yang dapat diberikan oleh aktivitas sosial kepada anak.Jika mereka memperoleh kesenangan dari hubungan dengan orang lain, mereka akan mengulangi hubungan tersebut. Sebaliknya, jika hubungan sosial hanya memberikan kegembiraan sedikit, mereka akan menghindarinya apabila mungkin.

d.      Metode belajar yang efektif dengan bimbingan adalah penting. Dengan metode coba alat anak mempelajari beberapa beberapa pola perilaku yang penting bagi penyesuaian sosial yang baik. Mereka juga belajar dengan mempraktikkan peran yaitu dengan menirukan orang yang dijadikan tujuan identifikasi dirinya. Akan tetapi mereka akan belajar lebih cepat dengan hasil akhir yang lebih baik jika mereka diajar oleh seseorang yang dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar dan memilih teman sejawat sehingga mereka akan mempunyai contoh yang baik untuk ditiru.      

7. a. Ketika anak memasuki sekolah dasar (SD), siapakah yang lebih berpengaruh pada keputusan anak: orang tua, guru atau temansebaya?

     b. Apa sebabnya pengaruh teman sebaya pada masa kanak-kanak kuat?

     Pembahasan:

    a. Ketika anak memasuki sekolah dasar (SD), yang lebih berpengaruh pada keputusan anak adalah teman sebaya. Dengan meningkatnya umur anak, jika nasihat orang tua dan guru berbeda maka anak cenderung lebih terpengaruh oleh teman sebaya.

     b. Pengaruh teman sebaya pada masa kanak-kanak kuat karena:

         1. dari keinginan anak itu sendiri untuk dapat diterima oleh kelompok;

        2. dari kenyataan bahwa anak menggunakan waktu lebih banyak dengan       teman sebaya. 

8. Pengaruh kelompok sosial poada anak berbeda-beda (bervariasi). Jelaskanlah faktor-faktor yang ikut mempengaruhi adanya variasi dalam pengaruh kelompok sosial!

     Pembahasan:

     Faktor yang ikut mempengaruhi perbedaan pengaruh kelompok sosial adalah:

     a. Kemampuan untuk dapat diterima kelompok.

        Anak-anak yang populer dan melihat kemungkinan memperoleh penerimaan kelompok lebih dipengaruhi kelompok dan kurang dipengaruhi keluarga dibandingkan dibandingkan dengan anak-anak yang pergaulannya dengan kelompok tidak begitu akrab. Anak-anak yang hanya melihat adanya kesempatan kecil untuk dapat diterima kelompok mempunyai motivasi yang kecil pula untuk menyesuaikan diri denganstandar kelompok.

     b. Keamanan karena status dalam kelompok.

        Anak-anak yang merasa aman di dalam kelompok akan merasa bebas mengekspresikan ketidakcocokan mereka dengan pendapat anggota lainnya. Sebaliknya, mereka yang merasa tidak aman akan menyesuaikan diri sebaik mungkin dan akan mengikuti anggota lainnya.

     c. Tipe kelompok.

    Pengaruh kelompok berasal dari jarak sosial yaitu derajat hubungan kasih sayang di antara para anggota kelompok. Pada kelompok primer (antara lain keluarga atau teman sebaya) ikatan hubungan dalam kelompok lebih kuat dibandingkan dengan pada kelompok sekunder (antara lain kelompok bermain yang diorganisasikan atau perkumpulan sosial) atau pada kelompok tertier (antara lain orang-orang yang behubungan dengan anak di dalam bus, kereta api, dan sebagainya). Akibatnya kelompok primer mempunyai pengaruh terkuat terhadap anak-anak.

     d. Perbedaan anggota dalam kelompok.

    Dalam sebuah kelompok, pengaruh terbesar biasanya timbul dari pimpinan kelompok dan pengaruh yang terkecil berasal dari anggota yang paling tidak populer.

     e. Kepribadian.

    Anak-anak yang merasa tak mampu atau rendah diri lebih banyak dipengaruhi oleh kelompok dibandingkan dengan mereka yang memilih kiepercayaan pada diri sendiri yang besar dan yang lebih menerima diri sendiri. Anak dengan pola kepribadian otoriter paling dipengaruhi kelompok karena mereka selalu mersa takut kalau-kalau tidak disukai teman sebaya.

     f. Motif menggabingkan diri.

Semakin kuat motif  anak-anak untuk menggabungkan diri (affiliation motive) yaitu keinginan untuk diterima semakin rentan mereka terhadap pengaruh dari mereka yang mempunyai status tinggio dalam kelompok. Semakin menarik kelompok itu bagi anak, semakin ingin mereka diterima dan bersedia dipengaruhi oleh kelomjpok tersebut.

9. Pengaruh kelompok terhadap perkembangan sosial anak terutama kuat dalam tiga bidang, yang berperanan penting dalam penyesuaian pribadi dan sosial. Jelaskanlah ketiga bidang yang dimaksudkan!

     Pembahasan:

     Ketiga bidang yang dimaksud adalah:

     a. Keinginan menyesuaikan diri dengan tuntutan sosial

    Penyesuaian diri adalah perilaku yang ditujukan untuk memenuhi tuntutan kelompok. Hal ini mencerminkan kemauan individu untuk menyesuaikan perilaku, sikap dan nilanya sesuai dengan tuntutan kelompok. Sebagian orang hanya menyesuaikan diri di depan umum dan berbuat sesukanya sendiri pada waktu sendirian. Sebagian lainnya menyesuaikan diri, baik di epan umum maupun ketika sendirian. Sebagian anak menyesuaikan diri lebih disebabkan oleh kebutuhan daripada karena memilih. Mereka menghendaki popularitas dan kasih sayang dari teman sebaya, terutama jika mereka merasa tidak mendapatkan kasih sayang di rumah. Untuk mencapai tujuan ini mereka bersedia menyesuaikan diri walaupun dengan pengorbanan. Kemauan untuk menyesuaikan diri pada anak-anak adalah kuat terutama pada masa kanak-kanak ketika keinginan untuk diterima secara sosial mencapai puncaknya.   

    b. Dengan membantu anak-anak mencapai kemandirian dari orang tua dan   menjadi dirinya sendiri.

         Melalui hubungan dengan teman sebaya anak-anak belajar berpikir secara mandiri, mengambil keputusan sendiri, menerima pandangan dan nilai-nilai yang asalnya bukan dari keluarga mereka, dan mempelajari pola perliaku yang diterima kelompok.

     c. Terhadap konsep diri anak.

         Meskipun anak belum mengetahui mengapa orang lain menerima atau menolaknya, anak menduga pendapat orang lain menyenangkan, anak juga akan menganggap dirinya sendiri menyenangkan; jika pendapat orang lain tidak menyenangkan, anak akan tidak menyukai dan menolak dirinya sendiri.

10. Jelskanlah salah satu kesulitan terbesar yang dihadapi anak dalam mempelajari perilaku sosial yang dapat diterima! (Ingat perbedaan atau variasi dalam harapan sosial)

       Pembahasan:

       Salah satu kesulitan tersebut adalah bahwa setiap sub-budaya dalam masyarakat mempunyai ketentuan masing-masing tentang hal-hal yang dapat diterima. Sebagai contoh, perilaku agresif diterima oleh sementara sub-budaya tetapi ditolak oleh sub-budaya yang lain.

11. Jelaskanlah kesulitan-kesulitan yang dialami anak dalam usaha memenuhi harapan sosial!

      Pembahasan:

      Kesulitan dalam penyesuaian terhadap harapan sosial, yaitu:

      a. Kecenderungan bawaan dapat meni,bulkan kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan harapan sosial. Seorang anak laki-laki dengan tubuh yang kecil dan otot yang lemah tidak akan mampu menyesuaikan diri dalam suatu budaya yang menganggap ideal tubuh yang sempurna seperti atlet.

b. Seorang anak yang telah dibentuk untuk menyesuaikan diri dengan suatu    kelompok budaya mungkin mengalami kesulitan apabila berpindah ke kelompok lain. Seorang anak dari keluarga imigran atau keluarga yang sering berpindah tempat tinggal mungkin menghadapi masalah.

      c. Penyesuaian diri dengan harapan sosial menjadi sulit bila anak tidak menyetujui cita-cita kelompok.

      d. Anak yang telah mempelajari perilaku yang sesuai bagi suatu tingkatan umur mungkin menemukan kesulitan untuk menyesuaika diri dengan pola yang diterima untuk tingkatan umur yang lebih tua.

      e. Anak mungkin bingung tentang makna pola perilaku yang diterima secara sosial. Sebagai contoh, seorang anak perempuan mungkin tidak mengetahui bahwa ia dianggap kelompok “terlalu tua” untuk menjadi gadis yang berperilaku kelaki-lakian (tomboy)]

      f. Anak mungkin terlantar dari kesempatan mempelajari perilaku yang diterima secara sosial. Seorang laki-laki tanpa ayah mungkin tidak mempunyai contoh pria untuk ditiru.

      g. Anak yang dianggap bahwa penerimaan sosial kurang penting dibandingkan dengan memiliki kebebasan sebagai individu akan mempunyai motivasi yang kecil untuk mengikuti pola yang diterima secara sosial.   

12. Jelaskanlah beberapa aspek kehidupan keluarga yang mempengaruhi sosialisasi anak!

      Pembahasan:

      Aspek kehidupan keluarga yang mempengaruhi sosialisasi anak yaitu:

      a. Lingkungan rumah.

          Jika lingkungan keluiarga secara keseluruhan memupuk perkembangan sikap sosial yang baik, kemungkinan besar anak akan menjadi pribadi yang sosial dan sebaliknya.

      b. Hubungan antara ayah dan ibu, anak dengan saudaranya, dan anak dengan orang tua, mempunyai pengaruh yang sangat kuat.

  c. Posisi anak dalam keluarga. Anak yang lebih tua atau yang jarak umurnya dengan saudaranya terlalu jauh, atau satu-satunya anak yang jenis kelaminnya lain dari saudara-saudaranya, cenderung lebih banyak menyendiri ketika berada bersama anak-anak lain. Anak yang jenis kelaminnya sama dengan saudara-saudaranya menemukan kesukaran dalam bergaul dengan teman yang jenis kelaminnya berlainan tetapi mudah membina pergaulan dengan anak yang jenis kelaminnya sama.

      d. Ukuran keluarga

      Contoh, anak tunggal sering mendapatkan perhatian yang lebih dari semestinya. Akibatnya mereka mengharapkan perlakuan yang sama dari orang luar dan jengkel jika mereka tidaki mendapatkannya.

e. Perilaku sosial dan sikap anak mencerminkan perlakuan yang diterima di rumah. Anak yang merasa ditolak oleh orang tua, atau saudara kandungnya mungkin menganut sikap kesyahidan (attitude of martyrdom) di luar rumah dan membawa sikap ini sampai dewasa. Anak semacam itu mungkin akan suka menyendiri dan menjadi introvert. Sebaliknya penerimaan dan sikap orang tua yang poenuh cinta kasih mendorong anak bersifat ekstrovert.

f. Harapan orang tua memotivasi anak untuk belajar berperilaku yang dapat diterima secara sosial. Sebagai contoh, engan meningkatnya umur anak, mereka harus belajar mengatasi dorongan agresif dan  pelbagai pola perilaku tidak sosial lainnya jika mereka ingin diterima oleh orang tua mereka.

g. Cara pendidikan anak yang digunakan orang tua. Anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang demokratis mungkin melakukan penyesuaian sosiaql yang paling baik. Mereka aktif secara sosial dan mudah bergaul. Sebaliknya, mereka yang dimanjakan cenderung menjadi tidak aktif dan menyendiri. Anak-anak yang dididik dengan cara otoriter cenderung menjadi pendiam dan tidak suka melawan, dan keingintahuan serta kreativitas mereka terhambat oleh tekanan orang tua.

13. “ Rumah merupakan tempat mempelajari keterampilan sosial .” Setujukah Anda akan maksud pernyataan ini? “ Jelaskan alasanmu!”

      Pembahasan:

      Setuju, karena jika anak mempunyai hubungan sosial yang memuaskan dengan anggota keluarga, mereka dapat menikmati sepenuhnya hubungan sosial dengan orang-orang di luar rumah, mengembangkan sikap sehat terhadap orang lain, dan belajar berfungsi dengan sukses di dalam kelompok teman sebaya.

14. Jelaskanlah beberapa efek/ pengaruh pengalaman sosial awal!

      Pembahasan:

      Beberapa pengaruh pengalaman sosial awal, yaitu:

      a. Perilaku sosial yang menetap.

         Karena perilaku yang dipelajari pada usia dini cenderung menetap, hal ini mempengaruhi perilaku dalam situasi sosial pada usia selanjutnya. Jika pola ini menghasilkan penyesuaian sosial yang baik, hal ini merupakan suatu keuntungan; tetapi jika tidak, hal ini akan menimbulkan kerugian sosial.

      b. Sikap sosial yang menetap.

Sekali sikap terbentuk, lebih sukar mengubahnya dibandingkan engan mengubah perilaku. Oleh karena itu, anak-anak yang lebih memilih interaksi dengan manusia daripada dengan benda akan mengembangkan keterampilan sosial sehingga lebih populer di kalangan teman sebaya dibandingkan dengan anak yang mempunyai sikap kurang baik terhadap aktivitas sosial.

      c. Pengaruh terhadap partisipasi sosial.

          Pengalaman sosial awal mempengaruhi tingkat partisipasi sosial individu di masa kanak-kanak dan di kemudian hari. Jika pengalaman sosialnya menyenangkan, individu mungkin akan lebih aktif dibandingkan engan jika pengalaman sosialnya tidak menyenangkan.

      d. Pengaruh terhadap penerimaan sosial.

          Ada hubungan yang erat antara sikap menyukai aktivitas sosial dan penerimaan sosial. Semakin baik sikap anak terhadap aktivitas sosial, semakin besar kemungkinan untuk menjadi populer.

      e. Pengaruh terhadap pola khas perilaku.

          Pengalaman sosial awal menentukan apakah anak akan menjadi cenderung sosial, tidak sosial, atau antisosial; dan apakah anak akan menjadi seorang pemimpin atau seorang pengikut.

      f. Pengaruh terhadap kepribadian

         Pengalaman sosial awal meninggalkan kesan pada kepribadian anak, kesan yang mungkin akan menetap sepanjang hidup. Sikap yang positif terhadap diri sendiri lebih sering dijumpai pada orang yang yang pengalaman sosial awalnya menyenangkan.

15. Variasi dalam pola perkembangan sosial adalah kecil. Apa sebabnya?

      Pembahasan:

      Variasi dalam pola perkembangan sosial kecil, karena:

      a. Pola perkembangan fisik dan mental sama pada semua anak, meskipun mungkin ada perbedaan sedikit yang disebabkan oleh kecerdasan, kesehatan, dan sejumlah faktor lainnya. Akibatnya anak siap menguasai tugas perkembangan pada umur yang hampir sama.

     b. Dalam suatu kelompok budaya, tekan harapan sosial menimbulkan pengalaman belajar yang sama pada semua anak. Apabila perilaku sosial pada seorang anak sangat berbeda apada perilaku sosial anak lain yang umurnya sebaya, umumnya hal itu berarti bahwa anak telah melakukan penyesuaian sosial yang kurang baik. Jika anak telah melakukan penyesuaian sosial yang kurang baik, kesulitan ini umumnya merupakan akibat dari kurangnya kesempatan untuk belajar bermasyarakat atau kurang motivasi untuk mengambil manfaat dari kesempatan yang ada.

16. Apa manfaat / untungnya mengetahui pola perkembangan sosial?

      Pembahasan:

      Manfaat mengetahui pola perkembangan sosial yaitu:

      a. Akan memungkinkan kita untuk meramalkan perilaku sosial yang normal pada umur tertentu, sehingga orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya tidak akan segera menganggap seorang anak sebagai anak yang terlambat, atau terlalu cepat matang, atau antisosial.

      b. Akan memungkinkan perencanaan jadwal waktu pendidikan, anak-anak dapat didorong mengembangkan keterampilan dan sikap sosial yang diharapkan dari mereka jika mereka ingin memperoleh penerimaan kelompok. Sebagai contoh, apabila anak mencapai usia sekolah, mereka diharapkan mampu melakukan hubungan sosial dengan teman sebaya tanpa campur tangan orang dewasa.  

17. Apa yang dipandang sebagai awal perkembangan sosial?

      Pembahasan:

      Reaksi sosial pertama bayi adalah terhadap orang dewasa karena secara normal orang dewasa merupakan hubungan sosial pertama bayi. Pada masa bayi menginjak usia 3 bulan mereka memalingkan muka ke arah suara manusia dan tersenyum membalas senyuman atau suara berketuk. Bayi mengekspresikan kegembiraan terhadap kehadiran orang lain dengan senyuman, menyepakkan kaki, atau melambaikan tangan. Senyuman sosial atau senyuman sebagai reaksi terhadap orang yang dibedakan dari senyuman reflek yang timbul oleh rabaan pada pipi atau bibir bayi.       

18. Jelaskanlah dasar-dasar perilaku sosial (respons-respons sosial) yang diletakkan pada masa bayi! (Atas dasar respons-respons sosial awal inilah dikembangkan perilaku sosial yang selanjutnya)

      Pembahasan:

      Dasar bagi prerilaku sosial yang diletakkan pada masa bayi yaitu:

  1. Meniru
  2. Rasa malu
  3. Perilaku kelekatan (attachment behavio)
  4. Ketergantungan
  5. Menerima otoritas
  6. Persaingan
  7. Mencari perhatian
  8. Kerjasama sosial
  9. Perilaku melawan.

 

About these ads

One thought on “PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK MENURUT HURLOCK

  1. kallista Lucifera berkata:

    wah..pembahasannya bagus banget, mudah dimengerti oleh orang awam sekalipun..gua aja yang anak psikologi seneng bacanya.. Bravo..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s