PROPOSAL PTK IPA1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itulah setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, ras, etnis, agama, dan gender. Dengan pemerataan dan mutu pendidikan akan membuat warga negara Indonesia memiliki keterampilan hidup (life skill), sehingga memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengatasi masalah diri dan lingkungannya, mendorong tegaknya masyarakat madani dan modern yang dijiwai dengan nilai-nilai Pancasila.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional juga menyatakan, bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Pembangunan pendidikan nasional ke depan didasarkan pada paradigma baru membangun manusia Indonesia seutuhnya, yang ber- fungsi sebagai subjek yang memiliki kapasitas untuk mengaktualisasikan potensi dan dimensi kemanusiaan secara optimal. Dimensi kemanusiaan tersebut mencakup tiga hal paling mendasar, yaitu (1) afektif yang tercermin pada kualitas keimanan, ketakwaan,akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur serta kepribadian unggul, dan kompetensi estetis; (2) kognitif yang tercermin pada kapasitas pikir dan daya intelektualitas untuk menggali dan mengembangkan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi; dan (3) psikomotorik yang tercermin pada kemampuan mengembangkan keterampilan teknis, kecakapan praktis, dan kompetensi kinestetis.
Keberhasilan suatu proses pembelajaran terhadap peserta didik baik di tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut dapat bersifat internal maupun eksternal yang dapat menjadi penghambat maupun penunjang bagi keberhasilan proses pembelajaran peserta didik. Faktor-faktor yang merupakan penghambat bagi berhasilnya suatu proses pembelajaran peserta didik ada beberapa kemungkinan seperti verbalisme, kekacauan makna ataupun persepsi yang yang salah atau tidak tepat.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Dengan pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.
IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan. Penerapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. Di tingkat SD/MI diharapkan ada penekanan pembelajaran Salingtemas (Sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat) yang diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapan konsep IPA dan kompetensi bekerja ilmiah secara bijaksana.
Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran IPA di SD/MI menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.
Nasution (2003:36-38) menyebutkan bahwa tujuan proses belajar mengajar secara ideal adalah agar bahan yang dipelajari dapat dikuasai sepenuhnya oleh peserta didik (mastery learning). Menurutnya faktor-faktor yang mempengaruhi penguasaan penuh ialah (1) bakat untuk mempelajari sesuatu; (2) mutu pengajaran; (3) kesanggupan untuk memahami pengajaran; (4) ketekunan; dan (5) waktu yang tersedia untuk belajar.
Sementara Oemar Hamalik (2003:50) berpendapat, bahwa unsur-unsur dinamis yang terkait dalam proses belajar terdiri dari (1) motivasi siswa; (2) bahan belajar; (3) alat bantu belajar; (4) suasana belajar; dan (5) kondisi subyek yang belajar. Kelima unsur inilah menurutnya yang bersifat dinamis, yang sering berubah menguat atau melemah, dan yang mempengaruhi proses belajar tersebut.
Berdasarkan uraian di atas maka sebelum melakukan penelitian, terlebih dahulu peneliti melakukan identifikasi masalah tentang prestasi belajar siswa pada materi gerakan bumi dan bulan. Pada tahap ini diadakan pembelajaran IPA pada peserta didik dengan maksud untuk mengetahui permasalahan pembelajaran IPA pada materi pokok tersebut. Dari hasil pembelajaran pendahuluan maka diperoleh informasi tentang prestasi awal siswa pada materi tersebut dan ternyata masih rendah. Berkenaan dengan hal-hal tersebut di atas, pembelajaran IPA di SD Margasari 07 dengan kondisi peserta didik yang ada pada saat ini serta mendasari pada hasil rata-rata tes kemampuan awal yang dilakukan ternyata hasilnya masih dibawah KKM (KKM=6,00). Hasil tes kemampuan awal dari 33 orang peserta didik dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 1
Hasil tes kemampuan awal sebelum diadakan PTK
No Nilai
( n ) Jumlah siswa
( x ) n.x Rata-rata Ketr
1 30 3 90
2 40 5 200
3 50 11 550
4 60 7 420
5 70 5 350
6 80 2 160
Jumlah 33 1770 54
Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa anak yang mengalami ketuntasan belajarnya hanya ada 14 orang (42%), artinya siswa yang belum mengalami ketuntasan belajarnya ada 19 anak (58%).
Dengan memperhatikan data tersebut, guru menganalisa dan merefleksi proses pembelajaran yang telah dilakukannya untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan hasil tes kemampuan awal peserta didik yang masih dibawah KKM. Analisis sementara penyebab rendahnya prestasi belajar, antara lain:
1. Keterlibatan peserta didik/siswa dalam kegiatan pembelajaran masih rendah karena proses pembelajaran lebih didominasi oleh Guru (teacher centered);
2. Minat belajar peserta didik yang masih rendah, terbukti banyak peserta didik yang hanya bermain sendiri dan kurang memperhatikan guru;
3. Guru lebih banyak menggunakan metode ceramah, sementara aktifitas peserta didik/siswa lebih banyak mencatat;
4. Penggunaan alat bantu belajar yang masih minim;
5. Tingkat kompleksitas materi pembelajaran yang kurang menyesuaikan dengan kondisi subyek yang belajar;
6. Guru jarang menggunakan metode pembelajaran bermain peran yang diharapkan dapat menjadi sebuah solusi guna lebih meningkatkan aktifitas peserta didik dalam pembelajaran IPA.

B. Rumusan Masalah
Dari identifikasi permasalahan yang tersebut di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: “Apakah dengan metode bermain peran dapat meningkatkan prestasi belajar IPA materi Sistem Tata Surya Siswa kelas VI semester II SD Margasari 07 Tahun Pelajaran 2008/2009?”

C. Pemecahan Masalah
Berdasarkan analisa hasil dari tes kemampuan awal siswa menunjukkan hasil yang belum signifikan, untuk memecahkan permasalahan tersebut maka:
1. Pembelajaran pada mata pelajaran IPA materi Sistem Tata Surya ini menggunakan metode bermain peran;
2. Proses pembelajaran yang menggunakan metode bermain peran menuntut siswa untuk lebih aktif, trampil mengamati, menarik kesimpulan, menerapkan dan mampu mengkomunikasikannya;
3. Siswa terlatih berinisiatif serta kritis pada waktu memainkan peran, karena para pemeran dituntut untuk dapat mengemukakan pendapatnya sesuai waktu yang disediakan; kerjasama antar pemain dapat ditumbuhkan dan dibina sebaik-baiknya

D. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan yang dirumuskan, maka diadakannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode bermain peran dapat meningkatkan prestasi belajar IPA materi Sistem Tata Surya siswa kelas VI semester II SD Margasari 07 Tahun Pelajaran 2008/2009.
E. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dalam penelitian tindakan kelas ini adalah:
1. Bagi diri peneliti, merupakan pengalaman yang berarti sebagai bekal untuk meningkatkan kemampuan dalam perbaikan proses pembelajaran;
2. Bagi Peserta Didik, membantu mengatasi kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran, terutama mata pelajaran IPA;
3. Bagi Guru, sebagai bahan koreksi dan perbaikan untuk melaksanakan proses pembelajaran bagi peserta didik pada masa-masa berikutnya;
4. Bagi Sekolah, meningkatkan pelayanan kepada pelanggan internal(peserta didik), meningkatkan sumber daya manusia guru, secara umum prestasi sekolah mejadi lebih meningkat.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teoritis
1. Metode Bermain Peran
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:741), menyatakan metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.
Roestiyah (2001:90), dengan bermain peran (role playing) siswa dapat berperan atau memainkan peranan dalam dramatisasi masalah sosial.
Syaeful Bahri Jamarah (2000:199), metode bermain peran adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan yang dilakukan oleh peserta didik dengan menerangkannya sebagai tokoh hidup atau benda mati dengan kegiatan menerangkan, akan membuat peserta didik lebih meresapi perolehannya. Peserta didik terlatih berinisiatif serta berlatih pada waktu memainkan peran, para pemain dituntut mengemukakan pendapatnya sesuai waktu yang disediakan; kerjasama antar pemain dapat ditumbuhkan dan dibina sebaik-baiknya. Beliau menegaskan pula bahwa kelebihan metode bermain peran adalah (1) peserta didik terlatih berinisiatif serta berlatih pada waktu memainkan peran, karena para pemain dituntut mengemukakan pendapatnya sesuai dengan waktu yang disediakan; (2) kerjasama antar pemain dapat ditumbuhkan dan dibina sebaik-baiknya. Bahasa lisan peserta didik dapat dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami oleh yang lain.
Keunggulan teknik bermain peran lainnya adalah siswa lebih tertarik perhatiannya pada pelajaran karena masalah-masalah sosial sangat berguna bagi mereka, karena mereka memerankan sendiri maka akan mudah memahami masalah-masalah sosial. Bagi siswa, dengan berperan seperti sesuatu hal, benda, atau orang lain maka ia akan dapat menempatkan dirinya sesuai dengan watak, kondisi suatu benda atau orang lain, merasakan sehingga akan timbul suatu sikap pengertian pada dirinya.

2. Prestasi Belajar
Kata prestasi belajar memuat unsur dua kata yaitu prestasi dan belajar. Kata “prestasi” merupakan bentuk terjemahan dari bahasa Inggris “achievment” yang artinya tingkat kesuksesan individu dalam menyelesaikan tugasnya. Hasil belajar merupakan suatu hal yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar yang dicapai oleh anak yang satu dengan yang lainnya tidak sama.
Winkel, WS (1980:162), prestasi adalah usaha yang dapat dicapai.
Fuad Hasan (1982:38), menyatakan bahwa prestasi adalah pencapaian hasil (tujuan) setelah berusaha dan derajat keberhasilan yang dicapai dalam suatu tugas.
Sumadi Suryabrata (1984:25), prestasi adalah hasil yang dicapai menurut kemampuan siswa dalam mengerjakan sesuatu.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:895), menjelaskan prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dsb).
Dari pendapat-pendapat tersebut dapat dijelaskan bahwa prestasi adalah hasil yang diperoleh seseorang secara individual setelah melakukan suatu usaha/kegiatan.
Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada bagaimana proses pembelajaran yang dialami oleh peserta didik. Ada beberapa ahli yang berpendapat tentang pengertian belajar.
Winkel, WS (1980:162), belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan sikap.
Oemar Hamalik (1983:21), menjelaskan bahwa belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dari latihan.
Slameto (1987:2), memberikan definisi belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.
Oemar Hamalik (2003:36), merumuskan bahwa belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:17), menjelaskan belajar adalah (1) berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu; (2) berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:895), prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.
Dari definisi-definisi tentang belajar yang dijelaskan oleh berbagai berbagai ahli tersebut dapat dijelaskan bawa belajar adalah perubahan tingkah laku dalam interaksinya dengan lingkungan sehingga dapat menghasilkan suatu perubahan dalam pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Agar belajar dapat berkualitas dengan baik, perubahan tersebut harus dilahirkan oleh pengalaman dan interaksi antara manusia dengan lingkungannya.

3. Hakikat IPA
Secara umum istilah sains memiliki arti sebagai Ilmu Pengetahuan, oleh karena itu sains didefinisikan sebagai kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis sehingga secara umum istilah sains mencakup Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu Pengetahuan Alam. Secara khusus istilah sains dimaknai sebagai Ilmu Pengetahuan Alam atau “Natural Science”. Pengertian atas istilah sains sebagai Ilmu Pengetahun Alam sangat beragam. Conant, mendefinisikan sains sebagai bangunan atau deretan konsep saling berhubungan sebagai hasil dari eksperimen dan observasi. Campbell, dalam Poedjiadi, dalam Maslichah Asy’ari (2006:6) mendefinisikan sains sebagai pengetahuan yang bermanfaat dan cara bagaimana atau metoda untuk memperolehnya. Sedangkan menurut Carin & Sund dalam Maslichah Asy’ari (2006:6), sains adalah suatu sistem untuk memahami alam semesta melalui observasi dan eksperimen yang terkontrol.
Abruscato dalam bukunya “ Teaching Children Science” dalam Maslichah Asy’ari (2006:6) mendefinisikan tentang sains sebagai pengetahuan yang diperoleh lewat serangkaian proses yang sistematis guna mengungkap segala sesuatu yang berkaitan dengan alam semesta.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:978), sains diartikan pengetahuan yang sistematis tentang alam dan dunia fisik, termasuk di dalamnya, botani, fisika, kimia, geologi, zoologi, dsb; ilmu pengetahuan alam.
Berdasarkan beberapa penjelasan tersebut di atas secara umum dapat dijelaskan bahwa sains adalah pengetahuan manusia tentang alam yang diperoleh dengan cara yang terkontrol. Artinya sains selain sebagai produk yaitu pengetahuan manusia juga sebagai proses yaitu bagaiman cara mendapatkan pengetahuan tersebut. Untuk selanjutnya istilah sains kami sebut Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

a. IPA sebagai Ilmu.
Secara umum sekurang-kurangnya mencakup tiga aspek yaitu aspek aktivitas, metode dan pengetahuan. Ketiga aspek tersebut merupakan kesatuan logis yang harus ada secara berurutan. Keberadaan dan perkembangan ilmu harus diusahakan dengan adanya aktivitas manusia dan aktivitas tersebut harus dilaksanakan dengan menggunakan metode tertentu dan akhirnya aktivitas metodis tersebut akan menghasil- kan pengetahuan yang sistematis.
Menurut The Liang Gie dalam Maslichah Asy’ari (2006:8), sains sebagai aktivitas manusia mengandung tiga dimensi, yaitu:
• Rasionalisasi, artinya merupakan proses pemikiran yang berpegang pada kaidah-kaidah logika;
• Kognitif, artinya merupakan proses mengetahui dan memperoleh pengetahuan;
• Teteologis, artinya untuk mencapai kebenaran, memberikan penjelasan/ pencerahan dan melakukan penerapan dengan melalui peramalan atau pengendalian.
Sains sebagai suatu metode dapat berbentuk:
• Pola prosedural yang meliputi pengamatan, pengukuran, deduksi, induksi, analisis, sintesis, dan sebagainya;
• Tata langkah, yaitu urutan proses yang diawali dengan penentuan masalah, perumusan hipotesis, pengumpulan data, penarikan kesimpulan, dan pengujian hasil. Dalam perkembangannya tata langkah ini dikenal dengan metode ilmiah sains sebagai pengetahuan yang sistematis terkait dengan obyek material atau bidang permasalahan yang dikaji. Adapun obyek material sains dapat dibedakan atas benda fisik/mati, makhluk hidup, peristiwa sosial, dan ide abstrak.
Sains dalam arti khusus sebagai Ilmu Pengetahuan Alam memiliki obyek material benda fisik yang meliputi segala benda/material yang ada di bumi(tanah, air, udara) dan antariksa (galaksi, matahari, planet, dan satelit) serta makhluk hidup yang meliputi hewan, manusia, dan tumbuhan. Sedangkan persoalan yang dikaji meliputi gejala perubahan materi/benda, struktur dan fungsi benda/makhluk hidup maupun proses-proses biokimiawi dalam tubuh makhluk hidup.

b. IPA sebagai Produk
Sebagai suatu produk, sains merupakan kumpulan pengetahuan yang tersusun dalam bentuk fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori.
• Fakta, merupakan produk sains yang paling dasar. Fakta diperoleh dari hasil observasi secara intensif dan kontinu/terus menerus. Secara verbal fakta adalah pernyataan tentang benda yang benar-benar ada atau peristiwa yang sunguh-sungguh terjadi.
• Konsep, dalam sains dinyatakan sebagai abstraksi tentang benda atau peristiwa alam. Dalam beberapa hal konsep diartikan sebagai suatu definisi atau penjelasan.
• Prinsip, adalah generalisasi tentang hubungan antara konsep-konsep ang berkaitan. Prinsip diperoleh melalui proses induksi dari hasil berbagai macam observasi.
• Hukum, adalah prinsip yang bersifat spesifik yang dapat ditunjukkan dari hal-hal yang bersifat lebih kekal karena telah berkali-kali mengalami pengujian, dan pengkhususannya dalam hal menunjukkan hubungan antar variabel.

c. IPA sebagai Proses
Sebagai suatu proses, sains merupakan cara kerja, cara berpikir, dan cara memecahkan suatu masalah sehingga meliputi kegiatan bagaimana mengumpulkan data, menghubungkan faktu satu dengan fakta yang lainnya, menginterpretasi data dan menarik kesimpulan.
Cara kerja sains seperti tersebut sering dikenal dengan istilah Metodha Ilmiah , yaitu secara bertahap meliputi langkah-langkah:
• Menyadari adanya masalah dan keinginan untuk memecahkannya. Masalah perlu dirumuskan dengan jelas, dan dibatasi ruang lingkupnya agar pemecahannya lebih terfokus.
• Mengumpulkan data yang ada hubungannya dengan masalah. Data yang terkumpul kemudian diolah/dianalisis dan disintesis untuk merumuskan hipotesis.
• Merumuskan hipotesis berdasarkan alasan atau pengetahuan yang merupakan jawaban sementar terhadap suatu masalah. Hipotesis bersifat tentatif dan dapat diuji apakah benar/diterima atau salah/ditolak.
• Menguji hipotesis, dapat ditempuh dengan cara melakukan eksperimen atau melakukan observasi tergantung dari masalah yang ingin dijawab.
• Menarik kesimpulan, dibuat berdasarkan data/informasi yang dikumpulkan dalam eksperimen/observasi. Data/informasi yang dimaksud adalah data/informasi dalam rangka pengujian hipotesis. Bila dari hasil pengujian hipotesis ternyata hipotesis ditolak maka perlu dirumuskan hipotesis yang baru. Hipotesis baru dirumuskan berdasarkan atas kejadian data atau informasi lain yang dikumpulkan kemudian.

B. Kerangka Berpikir
Pembelajaran IPA pada siswa klas VI SD Negeri Margasari 07 pada umumnya didominasi dengan menggunakan metode ceramah dan sedikit selingan demonstrasi. Guru jarang dan bahkan tidak pernah menggunakan metode bermain peran(role playing) dalam menyajikan materi pelajaran. Hal tersebut berdampak pada rendahnya prestasi belajar siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan rendahnya hasil tes yang diberikan sebelum dilakukan PTK.
Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry). Pembelajaran dengan pendekatan inquiri ini berfungsi untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup, salah satu di antaranya adalah menggunakan metode barmain peran.
Metode bermain peran(role playing) merupakan suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan yang dilakukan oleh peserta didik dengan menerangkannya sebagai tokoh hidup atau benda mati dengan kegiatan menerangkan, akan membuat peserta didik lebih meresapi perolehannya.
Kelebihan metode bermain peran(role playing), peserta didik terlatih berinisiatif serta berlatih pada waktu memainkan peran, para pemain dituntut mengemukakan pendapatnya sesuai waktu yang disediakan; kerjasama antar pemain dapat ditumbuhkan dan dibina sebaik-baiknya. Bahasa lisan peserta didik dapat dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami oleh yang lain.
Keunggulan teknik bermain peran(role playing) lainnya adalah siswa lebih tertarik perhatiannya pada pelajaran karena masalah-masalah sosial sangat berguna bagi mereka, dengan memerankan sendiri maka akan mudah memahami masalah-masalah sosial. Bagi siswa, dengan berperan seperti sesuatu hal, benda, atau orang lain maka ia akan dapat menempatkan dirinya sesuai dengan watak, kondisi suatu benda atau orang lain, serta merasakannya sehingga akan timbul suatu sikap pengertian pada dirinya.
Atas dasar hal tersebut di atas maka dalam bermain peran (role playing) ini siswa dapat berperan atau memainkan peranan dalam dramatisasi masalah sosial. Oleh karena itu pembelajaran IPA pada materi Sistem Tata Surya di SD Negeri Margasari 07 ini menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.
Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan dalam dua siklus dengan pembelajaran menggunakan metode bermain peran. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang sesuai dengan tujuan penelitian. Data yang terkumpul berupa tingkat keberhasilan setiap siklus, yaitu peningkatan prestasi belajar siswa. Sesuai dengan intrumen yang kami gunakan, maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan pemberian soal tes, karena teknik ini digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Analisa data yang dilakukan tidak menggunakan uji statistik, tapi menggunakan teknik analisis deskriptif.
Teknik pengumpulan data ini mencerminkan penelitian kualitatif dengan latar belakang penelitian sebagai sumber pengambilan data yang bersifat alamiah. Analisis data bersifat deskriptif dengan manusia sebagai instrumen kunci, serta memperhatikan proses bagaimana peserta didik dapat memperoleh prestasinya. Jadi tidak semata-mata cukup dengan memperhatikan hasil yang diperoleh peserta didik saja.
Dengan memberikan perlakuan seperti ini diharapkan data/nilai hasil tes formatif yang dikumpulkan dari akhir siklus yang satu ke siklus berikutnya akan terjadi peningkatan. Hal ini mengindikasikan terjadinya peningkatan prestasi belajar siswa.

C. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan landasan berpikir seperti yang tersebut di atas, maka dengan penelitian tindakan kelas ini diharapkan akan diketahui bahwa pembelajaran dengan metode bermain peran dapat meningkatkan prestasi belajar IPA materi Sistem Tata Surya siswa kelas VI semester II SD Margasari 07 Tahun Pelajaran 2008/2009. Hal ini dapat terjadi karena dalam pembelajaran ini menggunakan pendekatan inquiri(scientific inquiry), sehingga peserta didik secara aktif akan mencari dan memecahkan sendiri permasalahan yang dihadapi baik secara perorangan maupun bersama dengan kelompoknya. Dengan bermain peran dapat menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Dampaknya adalah pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran akan terekam dengan baik dan terjadi penguatan/reinforcement yang cukup lama.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Seting Penelitian
1. Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2009 (tanggal 2 s.d. 14 Maret 2009) Tahun Pelajaran 2008/2009 selama kurang lebih dua minggu, dan agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar maka penelitian ini dilaksanakan secara bersamaan dengan kegiatan pembelajaran.
2. Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Margasari 07 Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal. Adapun pertimbangan peneliti dalam menetapkan tempat uji coba penelitian adalah, bahwa SD Margasari 07 bersifat terbuka dalam upaya menerima inovasi pendidikan.

3. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI semester II SD Margasari 07 tahun pelajaran 2008/2009 sebanyak 33 orang terdiri atas laki-laki 12 orang dan perempuan 21 orang.

4. Obyek Penelitian
Sedangkan obyek dalam penelitian ini adalah prestasi belajar IPA siswa kelas VI semester II pada pembelajaran materi gerakan bumi dan bulan dengan metode Bermain Peran.

B. Prosedur Penelitian
PTK akan ini dilaksanakan dalam dua siklus, dan pada masing-masing siklus tediri atas dua kali pertemuan (2x2x35 menit).
Adapun tahapan dalam penelitian ini meliputi empat tahapan yaitu:

1. Persiapan
Sebelum melakuakan penelitian, peneliti merancang sebuah pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran bermain peran pada mata pelajaran IPA materi gerakan bumi dan bulan siswa kelas VI SD Negeri Margasari 07 dalam dua siklus. Tahap selanjutnya adalah mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, menyusun silabus dengan mengambil kompetensi dasar mendeskripsikan peristiwa rotasi bumi, revolusi bumi dan revolusi bulan, penyusunan skenario pembelajaran yang dibuat setiap siklus, membuat media apron yang berisi perintah atau tugas, menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS), menyiapkan instrumen tes, menyiapkan instrumen penelitian, dan lain-lain.

2. Rencana Tindakan
Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan dalam dua siklus dengan pembelajaran menggunakan metode bermain peran. Untuk mengetahui peran apa yang dilakukan maka setiap anggota kelompok(kelompok besar pada siklus 1, dan kelompok kecil pada siklus 2) pada setiap siklusnya, maka masing-masing kelompok mengambil sebuah amplop secara acak yang berisi apron untuk kelompoknya. Kemudian secara acak pula masing-masing anggota kelompok mengambil sebuah apron dalam amplop apron milik kelompoknya. Pada apron ini berisi tugas dan perintah yang harus diperankan oleh siswa. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Data yang terkumpul berupa tingkat keberhasilan setiap siklus, yaitu peningkatan prestasi belajar siswa. Sesuai dengan intrumen yang kami gunakan, maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan pemberian soal tes, karena teknik ini digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Analisa data yang dilakukan tidak menggunakan uji statistik, tapi menggunakan teknik analisis deskriptif.
Teknik pengumpulan data ini mencerminkan penelitian kualitatif dengan latar belakang penelitian sebagai sumber pengambilan data yang bersifat alamiah. Analisis data bersifat deskriptif dengan manusia sebagai instrumen kunci, serta memperhatikan proses bagaimana peserta didik dapat memperoleh prestasinya. Jadi tidak semata-mata cukup dengan memperhatikan hasil yang diperoleh peserta didik saja. Adapun rencana tindakan yang akan dilaksanakan setiap siklusnya adalah sebagai berikut::

Siklus I
a) Pelaksanaan tindakan, kelas dikelompokkan dalam kelompok besar masing-masing terdiri atas sembilan orang anak untuk memerankan sebagai planet sekaligus satelit kemudian menjelaskan ciri fisik dan sifat planet sesuai dengan apron yang terambil; pemberian materi pembelajaran; tiap kelompok membaca dan meringkas materi, kemudian satu persatu angota kelompok menjelaskan ciri fisik dan sifat benda yang tersebut dalam apron yang terambil, diskusi kelompok , diskusi kelas/tiap kelompok memaparkan hasil kerjanya, memberikan sanggahan pada kelompok lain, memperbaiki hasil kerja kelompok, menyusun kesimpulan.
b) Observasi dan pengumpulan data. Bersama dengan observer peneliti melakukan pengamatan jalannya pembelajaran yang meliputi proses pengamatan terhadap aktivitas dalam pembelajaran secara keseluruhan, mengamati aktifitas siswa dalam bermain peran, mengerjakan tugas diskusi dalam kelompok, pemaparan hasil diskusi kelompok di depan kelas; melakuakan penilaian hasil dan membuat laporan hasil temuan; serta mengumpulkan data dan, dan menghitung prosestase keberhasilan belajar peserta didik.
c) Mengamati kesulitan peserta didik dalam diskusi kelompok dan diskusi kelas maupun kesulitan dalam bermain peran.
d) Refleksi, berupa lembar observasi dan catatan selama kegiatan kemudian dikaji untuk direnungkan. Evaluasi atas tindakan yang telah dilakukan oleh peneliti dalam proses pembelajaran untuk diperbaiki dan dilaksanakan pada pembelajaran siklus berikutnya.
e) Mengambil kesimpulan

Siklus II
a) Pelaksanaan tindakan, kelas dikelompokkan dalam kelompok kecil masing-masing terdiri atas tiga orang anak untuk berperan sebagai pusat tata surya, planet, dan satelit sesuai dengan kelompok apron yang terambil; pemberian materi pembelajaran; tiap kelompok membaca dan meringkas materi, kemudian satu persatu angota kelompok menjelaskan ciri fisik dan sifat benda yang tersebut dalam apron yang terambil, diskusi kelompok, diskusi kelas, pemaparan, menyusun kesimpulan.
b) Observasi dan pengumpulan data. Bersama dengan observer peneliti melakukan pengamatan jalannya pembelajaran yang meliputi proses pengamatan terhadap aktivitas dalam pembelajaran secara keseluruhan, mengamati aktifitas siswa dalam bermain peran, mengerjakan tugas diskusi dalam kelompok, mengamati pemaparan hasil diskusi kelompok di depan kelas; melakuakan penilaian hasil dan membuat laporan hasil temuan; serta mengumpulkan data dan, dan menghitung prosestase keberhasilan belajar peserta didik.
c) Mengamati kesulitan peserta didik dalam diskusi kelompok dan diskusi kelas maupun kesulitan dalam bermain peran.
d) Refleksi, berupa lembar observasi dan catatan selama kegiatan kemudian dikaji untuk direnungkan. Bila penelitian dinyatakan berhasil, maka penelitian dihentikan. Namun bila pada siklus ke dua ternyata belum berhasil maka penelitian dilanjutkan pada siklus berikutnya.
e) Mengambil kesimpulan

3. Pengumpulan Data dan Instrumen

a. Peubah
Peubah dalam penelitian ini adalah prestasi belajar, yaitu prestasi belajar IPA dengan kompetensi dasar “ Mendeskripsikan peristiwa rotasi bumi, revolusi bumi dan revolusi bulan” dengan materi pembelajaran “ Gerakan Bumi dan Bulan”.

b. Indikator
Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah jika siswa mampu mendeskripsikan dengan benar tentang peristiwa rotasi bumi, revolusi bumi dan revolusi bulan serta hal-hal yang diakibatkan dari peristiwa tersebut terhadap alam maupun pada kehidupan manusia secara langsung. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan dan aktifitas siswa selama bermain peran, mengerjakan LKS, maupun dari pencapaian nilai hasil ulangan siswa pada setiap akhir siklus. Diharapkan nilai-nilai yang diperoleh dari siklus pertama ke siklus berikutnya terjadi peningkatan yang signifikan.

c. Jenis data
Data yang diperlukan pada penelitian ini berupa nilai ulangan, yaitu nilai hasil ulangan pada setiap akhir siklus.

d. Teknik pengumpulan data
Dengan memperhatikan judul penelitian dan instrumern penelitian yang digunakan, maka penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data tes. Pada setiap akhir siklus siswa diberi seperangkat soal untuk dikerjakan, kemudian diberi skor pada setiap jawaban yang benar sebagai pedoman untuk memberikan nilai pada siswa.

4. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif karena penelitian ini bertujuan unuk mengetahui sejauh mana metode bermain peran dapat meningkatkan prestasi belajar IPA materi Sistem Tata Surya siswa kelas VI semester II SD Margasari 07 Tahun Pelajaran 2008/2009.
Dalam pelaksanaan analisis data kegiatan utamanya adalah mengolah skor menjadi nilai. Adapun tahap analisisnya adalah sebagai berikut:
• Menyusun tabel frekuensi untuk tiap-tiap individu
• Menghitung Mean( M) dengan rumus
fx
M = ─
n

Keterangan : M = mean nilai rata-rata
F = frekuensi
X = nilai
N = jumlah siswa
• Menghitung modus atau nilai yang sering muncul
• Menafsirkan hasil hitung untuk menentukan tingkat kemampuan siswa

5. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah 80% dari 33 peserta didik mengalami ketuntasan belajar. Artinya dengan KKM pada mata pelajaran IPA adalah 60, sehingga apabila terdapat 26 peserta didik yang mendapat nilai 60 atau di atasnya, maka pembelajaran dikatakan berhasil.

Tabel 3
Indikator Keberhasilan Penelitian
No Peubah Indikator Kondisi Awal Kondisi Akhir Siklus
I II

1
Prestasi Belajar
Nilai Tes
56
60
65

DAFTAR PUSTAKA

Suharsimi Arikunto. 1998. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Yogyakarta:Rineka Cipta

Asy’ari, Maslichah. 2006. Penerapan Pendekatan Sains-Teknologi-Masyarakat dalam Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar. Yogyakarta:Materi Kuliah PPS II

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2008. Model Silabus Kelas VI. Jakarta:Depdiknas

Depdiknas. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka

________. 2004. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Kelas I s.d. VI Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta:Depdiknas

________. 2005. Soal Ujian Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Tahun 2004/2005. Jakarta:Depdiknas

________. 2006. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta:Depdiknas

Oemar Hamalik. 1983. Metode Belajar dan Kesulitan-kesulitan Belajar. Bandung:Tarsito

Kasbulah. 2001. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru. Malang:Universitas Negeri Malang

Nasution. 2003. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar & Mengajar. Jakarta:Bumi Aksara

Ngalim Purwanto. 1998. Psikologi Pendidikan. Bandung:Remaja Rosdakarya
Roestiyah. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:Rineka Cipta

Usman Samatowa. 2006. Bagaimana Membelajarkan IPA di Sekolah Dasar. Jakarta:Depdiknas

Slameto. 1987. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:Rineka Cipta

Nana Sudjana. 2001. Penilaian Hasil Proses Belajar. Bandung:Remaja Rosdakarya

Sumadi Suryabrata.1984. Metodologi Penelitian. Jakarta:Raja Grafindo Persada

Purwo Sutanto. 2007. IPA 6 untuk Kelas 6 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Klaten:Sahabat

Winkel. 1980. Psikologi Pengajaran. Jakarta:Gramedia

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 : DAFTAR NILAI PRA SIKLUS
LAMPIRAN 2 : SILABUS PEMBELAJARAN
LAMPIRAN 3 : RENCANA PEMBELAJARAN SIKLUS I,
PERTEMUAN I
LAMPIRAN 4 : RENCANA PEMBELAJARAN SIKLUS I,
PERTEMUAN II
LAMPIRAN 5 : LEMBAR KERJA SISWA SIKLUS I
LAMPIRAN 6 : INSTRUMEN EVALUASI SIKLUS I
LAMPIRAN 7 : RENCANA PEMBELAJARAN SIKLUS II,
PERTEMUAN I
LAMPIRAN 8 : RENCANA PEMBELAJARAN SIKLUS II,
PERTEMUAN II
LAMPIRAN 9 : LEMBAR KERJA SISWA SIKLUS II
LAMPIRAN 10 : INSTRUMEN EVALUASI SIKLUS II
LAMPIRAN 11 : LEMBAR PENGAMATAN AKTIFITAS PENELITI
LAMPIRAN 12 : LEMBAR PENGAMATAN SISWA
LAMPIRAN 13 : LEMBAR PENILAIAN OBSERVASI SISWA

Lampiran 5
LEMBAR KERJA SISWA SIKLUS I

Pergerakan Planet dalam Tata Surya
Alat dan Bahan:
• Kertas karton • Gunting
• Spidol besar berwarna hitam • Serbuk gamping
• Penggaris
Cara Kerja:
1. Lakukan kegiatan secara berkelompok. Satu kelompok beranggotakan 9 orang.
2. Buatlah 9 kartu dari kertas karton. Masing-masing kartu berukuran
30 cm × 10 cm. Tuliskan nama kedelapan planet pada kartu tersebut.
Satu kartu bertuliskan satu nama planet. Satu kartu yang masih tersisa ditulisi “Matahari”.
3. Masing-masing anggota kelompok mengambil satu kartu secara acak.
4. Buatlah model sistem tata surya menggunakan serbuk gamping. Contohnya dapat kalian lihat pada gambar berikut!

5. Perhatikan lintasan yang sudah kalian buat. Titik pusat lingkaran merupakan titik pusat tata suya. Sementara itu, 8 garis elips merupakan lintasan masing-masing planet. Tempatkan diri kalian pada model sistem tata surya tersebut.
Setiap orang menempati lintasan sesuai dengan nama yang tertulis pada
kartu. Selanjutnya, lakukan gerakan-gerakan planet.
Perhatikanlah gambar berikut untuk membantu kalian.

Lampiran 6
SOAL TES SIKLUS I

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Pusat tata surya kita adalah . . . . (IPBA)
a. Bumi
b. Matahari
c. Yupiter
d. Satelit
2. Garis edar planet dinamakan . . . . (IPBA)
a. orbit
b. satelit
c. asteroid
d. revolusi
3. Planet yang paling besar dalam tata surya kita adalah . . . . (IPBA)
a. Merkurius
b. Saturnus
c. Venus
d. Yupiter
4. Planet yang termasuk planet dalam adalah . . . . (IPBA)
a. Yupiter dan Saturnus
b. Mars dan Yupiter
c. Venus dan Mars
d. Merkurius dan Venus
5. Planet yang disebut sebagai kembaran bumi adalah …. (IPBA)
a. Mars
b. Yupiter
c. Venus
d. Saturnus
6. Warna biru menakjubkan dari planet Uranus berasal dari gas . . . . (kimia)
a. nitrogen
b. metana
c. oksigen
d. etana
7. Arah ekor komet . . . .(fisika)
a. sejajar Matahari
b. tegak lurus Matahari
c. menjauhi Matahari
d. mendekati Matahari
8. Asteroid terletak di antara orbit planet . . . .(fisika)
a. Merkurius dan Venus
b. Saturnus dan Uranus
c. Venus dan Bumi
d. Yupiter dan Mars

9. Dalam sistem tata surya, bintang kejora berada setelah . . . .(fisika)
a. Saturnus
b. Merkurius
c. Mars
d. Uranus
10. Meteor adalah meteoroid yang bergesekan dengan . . . . (fisika)
a. atmosfer Bumi
b. batu lain di angkasa
c. planet
d. asteroid

B. Salin dan lengkapi titik-titik berikut ini dengan benar!
1. Nama lain meteor adalah . . . .(IPBA)
2. Planet merah adalah julukan bagi planet . . . .(fisika)
3. Meteoroid yang mencapai permukaan Bumi disebut . . . .(fisika)
4. Planet yang paling dekat dengan Matahari adalah . . . .(IPBA)
5. Planet yang memiliki satelit (bulan) paling banyak adalah . . . .(IPBA)

Margasari, Maret 2009

Mengetahui
Kepala Sekolah Observer/Guru Kelas VI Peneliti

JUWERIYAH JUMROTUN JOKO HERY S, S.Pd
NIP 130572343 NIP 131724572

Lampiran 9

LEMBAR KERJA SISWA SIKLUS II

Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari
Tujuan
Kamu dapat mengamati bagaimana gerhana bulan dan gerhana matahari dapat terjadi.
Alat dan Bahan
1. Senter
2. benang
3. Globe
4. Bola tenis
5. Dudukan bola
Langkah Kerja
1. Perhatikan gambar berikut.

2. Letakkan globe di atas meja. Jika globe tidak ada, kamu dapat menggunakan bola sepak plastik atau kertas koran yang dibuat bulat.
3. Ikatlah bola tenis dengan tali, kemudian gantungkan pada dudukkan bola.
4. Letakkan bola di belakang globe. Perhatikan Gambar a.
5. Nyalakan senter, kemudian arahkan cahaya pada globe dan bola tenis sehingga membentuk garis lurus. Apa yang dapat kamu amati?
6. Kemudian, letakkan bola tenis di depan globe. Perhatikan Gambar b.
7. Nyalakan senter, kemudian arahkan cahaya pada bola tenis dan globe sehingga membentuk garis lurus. Apa yang dapat kamu amati?
8. Jika memungkinkan, percobaan dilakukan di ruang gelap.

Diskusikanlah bersama teman-temanmu untuk menjawab pertanyaanpertanyaan berikut 1
1. Ketika bola diletakkan di belakang globe, gerhana apa yang terjadi?
2. Ketika bola diletakkan di depan globe, gerhana apa yang terjadi?
3. Apa yang terjadi jika arah cahaya dari senter tidak membentuk garis lurus?
4. Bagaimana cara membuat gerhana bulan dan gerhana matahari sebagian?
5. Apa pengaruhnya jika ruangan gelap?
Lampiran 10
SOAL TES SIKLUS II

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Terjadinya musim penghujan di Indonesia merupakan akibat . . . .(fisika)
a. rotasi bumi
b. rotasi bulan
c. revolusi bumi
d. revolusi bulan
2. Letak bulan, bumi, dan matahari pada saat terjadi gerhana bulan
adalah . . . .(IPBA)
a. bulan berada di antara matahari dan bumi
b. bumi berada di antara matahari dan bulan
c. matahari berada di antara bumi dan bulan
d. bulan berada dekat sekali dengan matahari
3. Akibat rotasi bumi, antara lain terjadi . . . . (fisika)
a. perbedaan waktu
b. perbedaan tempat
c. pergantian musim
d. perbedaan iklim
4. Angin darat dimanfaatkan para nelayan untuk pergi . . . .(biologi)
a. ke darat
b. ke laut
c. ke gunung
d. ke sungai
5. Peredaran bumi mengelilingi matahari disebut . . . . (fisika)
a. revolusi
b. kala revolusi
c. rotasi
d. kala rotasi
6. Posisi bulan,bumi,dan matahari pada gambar di bawah ini menunjukkan terjadinya …. (fisika)

a. gerhana matahari
b. gerhana matahari total
c. gerhana bulan
d. gerhana bulan sebagian

7. Pada saat gerhana matahari, bagian bumi yang di daerah penumbra mengalami gerhana . . . .(IPBA)
a. matahari total
b. matahari sebagian
c. matahari semu
d. matahari tiga perempat
8. Bumi berevolusi mengelilingi matahari selama . . . .(IPBA)
a. 366 hari
b. 365 hari
c. 365,5 hari
d. 365,25 hari
9. Bulan berevolusi mengelilingi bumi selama . . . . (IPBA)
a. 1365, 5 hari
b. 365,25hari
c. 29,5 hari
d. 29,25 hari
10. Kalender Masehi dibuat berdasarkan . . . . (IPBA)
a. perputaran bulan mengelilingi bumi
b. perputaran bumi mengelilingi matahari
c. perputaran bumi dan bulan mengelilingi matahari
d. perputaran matahari mengelilingi bumi

B. Isilah titik-titik berikut.
1. Peredaran bumi pada porosnya (rotasi) mengakibatkan . . . .(IPBA)
2. Bumi berputar pada porosnya selama . . . .(fisika)
3. Lamanya bulan berputar mengelilingi bumi ialah . . . . (fisika)
4. Bulan selalu mengelilingi bumi, disebabkan oleh . . . . (fisika)
5. Ketika terjadi gerhana bulan, bumi terletak antara. . . dan . . . .(fisika)
6. Pada bulan September–Februari, di Indonesia sedang musim . . . . (fisika)
7. Perhitungan tahun Masehi berdasarkan . . . . (fisika, IPBA)
8. Penanggalan Komariah atau kalender Hijriyah berdasarkan . . . . (IPBA)
9. Rata-rata perbedaan jumlah hari dalam setahun antara tahun Masehi
dan tahun Islam ialah . . . . (IPBA)
10. Tahun yang memiliki jumlah hari 366 hari disebut . . . . (IPBA)

Margasari, Maret 2009
Mengetahui
Kepala Sekolah Observer/Guru Kelas VI Peneliti

JUWERIYAH JUMROTUN JOKO HERY S, S.Pd
NIP 130572343 NIP 131724572

Lampiran 11

LEMBAR PENGAMATAN AKTIFITAS PENELITI/GURU

Hari/Tanggal : Maret 2009
Siklus ke : …………………………………….
Nama Peneliti : JOKO HERY SUPRIYANTO, S.Pd

No Aspek Pengamatan Ada Tidak ada Keterangan
1 Perencanaan program ………. ………. Diisi dengan tanda cek
(V)
2 Apersepsi dan motivasi ………. ……….
3 Penyampaian tujuan pembelajaran ………. ……….
4 Penggunaan alat peraga ………. ……….
5 Variasi metode pembelajaran ………. ……….
6 Pembagian kelompok ………. ……….
7 Penugasan kelompok ………. ……….
8 Pelaksanaan evaluasi ………. ……….

Margasari, Maret 2009

Mengetahui
Kepala Sekolah Observer/Guru Kelas VI

JUWERIYAH JUMROTUN
NIP 130572343 NIP 131724572

Lampiran 12
LEMBAR PENGAMATAN SISWA

Hari/Tanggal : Maret 2009
Siklus ke : …………………………………….

No Aspek pengamatan Sudah Belum
Keterangan

1 Apakah pembagian kelompok sudah menunjukkan heterogen dalam berbagai hal? ………… ………… Diisi dengan tanda cek (V)
2 Apaah setiap siswa sudah menunjukkan kerjasama sesuai motivasi guru? ………… …………
3 Apakah setiap siswa swudah menunjukkan keberanian dalam mengemukakan idenya? ………… …………

Margasari, Maret 2009

Mengetahui
Kepala Sekolah Observer/Guru Kelas VI Peneliti

JUWERIYAH JUMROTUN JOKO HERY S, S.Pd
NIP 130572343 NIP 131724572

Lampiran 13

LEMBAR PENILAIAN OBSERVASI KERJA KELOMPOK

Nama Kelompok : …………………..
Nama Anggota :
1. ………………….
2. ………………….
3. ………………….
4. ………………….
5. ………………….
6. ………………….
7. ………………….
8. ………………….
9. ………………….

No Aspek yang dinilai Skor Jumlah skor
1 2 3 4
1 Kesungguhan mengikuti pembelajaran
2 Penerimaan anggota kelompok
3 Keberanian menyampaikan gagasan
4 Etika berkomunikasi antar kelompok
5 Unjuk kerja kelompok
Jumlah

Keterangan pengisian skor:
Skor 4 : jika baik sekali
Skor 3 : jika baik
Skor 2 : jika cukup baik
Skor 1 : jika kuarang baik

Margasari, Maret 2009

Mengetahui
Kepala Sekolah Observer/Guru Kelas VI Peneliti

JUWERIYAH JUMROTUN JOKO HERY S, S.Pd
NIP 130572343 NIP 131724572

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s