MUTASI DAN HIKMAHNYA

Ada banyak kisah terutama dari mereka yang pernah berhasil mengatasi masa-masa sulit dalam kehidupannya. Salah satunya adalah kisah manis dari seorang guru yang dimutasi secara mendadak.

Sekitar bulan Februari 2011, pada usia lima belas tahun masa kerjanya sebagai guru, ia dimutasi ke tempat jauh secara sepihak. Setelah hampir delapan tahun melaksanakan tugas sebagai guru di sekolah ini, dan bergaul dengan teman-temannya sesama guru, termasuk murid-muridnya yang sangat mengidolakannya. Sekarang, ia harus meninggalkan sekolah, dan orang-orang yang menyayanginya, meskipun dengan berat hati. Walaupun demikian, ia tetap bersyukur. Karena masih bisa mengatakan, “wah, saya sekarang sudah menjadi guru yang benar-benar dibutuhkan di tempat lain!”

Ia tidak mengharapkan siapapun mengalami hal ini. Dimutasi secara sepihak dan sangat mendadak. Dan ini juga berarti ia harus memboyong pasangan dan putra-putrinya pindah dari rumah dinas yang ia tempati selama ini. Entah dengan jalan membeli rumah atau terpaksa mengontrak. Yang jelas, ia tidak akan pernah melupakan apa yang telah ia alami saat ini. Rasa resah, gelisah, galau, sakit hati maupun emosional, akhirnya mengajarinya untuk betul-betul menjalani kehidupan ini dengan gairah. Suatu cobaan ternyata menghasilkan ketekunan, karakter dan juga pengharapan.

Waktu itu ia sedang berkumpul sambil bercengkrama dengan teman-temannya di ruang guru. Telepon dari dinas, meminta agar ia segera menghadap pimpinan untuk urusan dinas. Hal itu menimbulkan pertanyaan banyak orang. Mengapa ia dipanggil ke dinas? Apakah karena gajinya yang minus? Atau ada salah yang lain pada dirinya? Ia sendiri tidak tahu, mengapa ia dipanggil kepala dinas. Hanya waktu itu tidak ada yang lebih menyesakkan dadanya, daripada mendengar kabar bahwa ia dimutasi.

Teman-teman yang empati dan prihatin terhadap keadaannya, berusaha untuk menghibur agar ia tidak terlalu larut dalam kesedihan. Menurut mereka, Tuhan memberikan cobaan ini, agar ia lebih tabah dan mau bersabar.

Saat ini meskipun ia telah dialih tugaskan ke sekolah inklusi, ternyata ia bisa berbuat lebih banyak daripada yang pernah dilakukannya selama ini. Ia bisa belajar bersabar dengan mendidik dan mengajar murid-murid yang termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Dan sekarang ia malah suka mengajar dan memberikan motivasi pada orang lain untuk sealu bersabar dan tabah menghadapi cobaan. Walaupun ia punya target tertentu sebagai seorang pendidik, setelah ia dimutasikan, ia belajar untuk tidak terlalu serius menghadapi segala sesuatu. Karena ternyata hidup ini hanya sementara. Jadi mumpung masih memilikinya ia akan bersenang-senang dengannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s