BELAJAR DENGAN SABAR

Ada seorang pemuda yang hendak belajar kungfu. Datanglah dia pada sebuah perguruan kungfu. Dia menghadap gurunya dan berkata, “Guru ajarilah saya kungfu.” Sang guru menerima dia menjadi murid. Namun keesokan harinya sang guru menugaskan dia menjadi seorang juru masak perguruan. Sambil menyerahkan sebuah cerobong asap yang terbuat dari besi kasar, beliau berkata, “Tugasmu menjadi juru masak. Dan Setiap kau meniup api dengan cerobong besi ini, tekan dan remas dengan kuat cerobong ini, dan aku akan mengajarkan kungfu jika cerobong ini menjadi halus dan bayanganku terlihat jelas.”

Bertahun-tahun berlalu, sang murid mulai tak sabar terus-terusan menjadi juru masak. Setiap tahun dia menanyakan, “Kapan aku mulai belajar kungfu?” Namun sang guru tetap mengatakan sampai cerobong besi itu halus. Sampai akhirnya dia menunjukkan cerobong besi itu yang sudah halus pada gurunya. Sang guru tersenyum dan berkata, “Sekaranglah saatnya aku akan mengajarkan kepadamu ilmu yang penting. Tetapi carikan dulu aku bambu yang paling keras di hutan.”

Maka berangkatlah sang murid ke hutan. Ia meremas setiap bambu yang ditemuinya di hutan itu. Dan herannya tak satupun dari bambu-bambu itu yang didapatkannya yang cukup keras. Sampai sore haripun dia tak menemukan bambu yang keras. Akhirnya sang murid itu pulang dengan tangan hampa. Dengan lelah dia berkata pada gurunya, “Guru maafkan saya!” Saya sudah mencari kemana-mana tapi ternyata tak ada bambu yang keras di hutan. Besok saya akan pergi ke hutan untuk mencarinya lagi. Sang guru tersenyum sambil berkata, “Muridku, saat ini engkau telah menguasai dua hal. Yang pertama kesabaran dan yang kedua adalah jurus tangan peremuk tulang. Siapapun lawanmu, engkau akan bisa meremukkan tulangnya dengan sekejab. Jadi saat ini engkau telah menjadi salah satu pesilat tangguh yang susah dikalahkan. Namun bukan Cuma itu, kau juga telah melatih kesabaranmu. Hal itu yang akan membantumu bisa mempelajari ribuan jurus-jurus lainnya.

Ternyata benar, dengan kesadaran dan kesabaran kita bisa mencapai tujuan. Namun sabar jangan disalah artikan. Masyarakat masih banyak mengartikan sabar sebagai diam, tidak membalas, menerima, ataupun pasrah. Dan pengertian itu sangat berlainan dengan arti tetap berusaha, berjuang, dan TETAP SEMANGAT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s